Artikel

Bentuk-bentuk Istihza’ Bag.34

Bentuk-bentuk Istihza’ Bag.34 Istihza’ berikutnya: istihza’ terhadap orang-orang mukmin. Di atas sudah disebutkan beberapa ayat mengenai orang-orang yang suka istihza’ lalu segera Allah jawab dengan atas-ayat tersebut di atas. Nah berikut ini akan dibahas mengenai orang-orang yang suka istihza’ terhadap kaum muslimin yang suka melaksanakan sebagai berikut: 1. Orang yang suka amar ma’ruf nahi mungkar. […]

Bentuk-bentuk Istihza’ Bag.34 Read More »

Bentuk-bentuk Istihza’ Bag.33

Bentuk-bentuk Istihza’ Bag.33 Istihza’ berikutnya: istihza’ terhadap orang-orang mukmin. Pada edisi di atas sudah disebutkan betapa orang-orang yang sangat membenci Islam dan muslimin itu selalu saja mencari celah dan titik lemahnya kaum muslimin. Kemudian setelah mengetahui maka segera mereka komentari dengan komentar miring. Di antaranya ya seperti yang sudah disinggung di atas. Yakni ketika ada

Bentuk-bentuk Istihza’ Bag.33 Read More »

Bentuk-bentuk Istihza’ Bag.32

Bentuk-bentuk Istihza’ Bag.32 Istihza’ berikutnya: istihza’ terhadap orang-orang mukmin. 3. Qs. Al Muthaffifiin 29-33. نَّ الَّذِيْنَ أَجْرَمُوْا كَانُوْا مِنَ الَّذِيْنَ آمَنُوْا يَضْحَكُوْنَ. وَإِذَا مَرُّوْا بِهِـمْ يَـتَغَامَزُوْنَ. وَإِذَا انْـقَلَـبُوْا إِلَى أَهْـلِهِـمُ انْـقَلَـبُوْا فَكِـهِيْنَ. وَإِذَا رَأَوْهُـمْ قَالُوْا إِنَّ هَؤُلَآءِ لَضَّآلُّوْنَ. وَمَا أُرْسِلُوْا عَـلَيْهِـمْ حَافِظِيْنَ. Sesungguhnya orang-orang yang berdosa, adalah mereka yang dahulunya (di dunia) mentertawakan orang-orang yang

Bentuk-bentuk Istihza’ Bag.32 Read More »

Bentuk-bentuk Istihza’ Bag.31

Bentuk-bentuk Istihza’ Bag.31 Istihza’ berikutnya: istihza’ terhadap orang-orang mukmin. 2. Qs. Al Baqarah 212. زُيِّـنَ لِلَّذِيْنَ كَـفَرُوْا الْحَيَـاةُ الدُّنْـيَا وَيَسْـخَرُوْنَ مِنَ الَّذِيْنَ آمَنُوْا وَالَّذِيْنَ اتَّـقَوْا فَوْقَـهُمْ يَوْمَ الْقِـيَامَةِ، وَاللهُ يَرْزُقُ مَنْ يَشَـآءُ بِغَيْرِ حِسَابٍ. Kehidupan dunia dijadikan indah dalam pandangan orang-orang kafir, dan mereka memandang hina orang-orang yang beriman. Padahal orang-orang yang bertaqwa itu lebih

Bentuk-bentuk Istihza’ Bag.31 Read More »

Bentuk-bentuk Istihza’ Bag.30

Bentuk-bentuk Istihza’ Bag.30 Istihza’ berikutnya: istihza’ terhadap orang-orang mukmin. Mengenai istihza’ terhadap orang-orang, setidaknya ada beberapa ayat yang telah menyinggungnya. di antaranya: 1. Qs. Al Buruuj 8. وَمَا نَقَـمُوْا مِنْـهُمْ إِلَّا أَنْ يُؤْمِنُوْا بِاللهِ الْعَزِيْـزِ الْحَمِيْدِ. Dan mereka tidak menyiksa orang-orang mukmin itu melainkan kerena orang-orang mukmin itu beriman kepada Allah Yang Maha Perkasa lagi

Bentuk-bentuk Istihza’ Bag.30 Read More »

Bentuk-bentuk Istihza’ Bag.29

Bentuk-bentuk Istihza’ Bag.29 Istihza’ kedua: istihza’ kepada Hukum-hukum Allah. (lanjutan). f. Berlebihan terhadap wali Allah. (lanjutan) Masih wali Allah dengan pemahaman kedua: yakni yang meyakini bahwa wali Allah itu adalah orang-orang mukmin yang berjuang di jalan Allah dengan segala yang dimilikinya. Tanpa pamrih dan tanpa mengharapkan iming-iming keduaniaan. Selain itu mereka juga tidak memiliki ‘kelebihan’

Bentuk-bentuk Istihza’ Bag.29 Read More »

Bentuk-bentuk Istihza’ Bag.28

Bentuk-bentuk Istihza’ Bag.28 Istihza’ kedua: istihza’ kepada Hukum-hukum Allah. (lanjutan). h. Berlebihan terhadap wali Allah. Berbicara masalah wali maka akan muncul setidaknya dua persepsi di tengah masyarakat. Pertama: sebagian masyarakat yang beranggapan bahwa wali (Allah) itu memiliki kekuatan supranatural yang datang dan didapatkan dari Allah Ta’ala Kedua: sebagian (lagi) masyarakat yang memahami bahwa wali Allah

Bentuk-bentuk Istihza’ Bag.28 Read More »

Bentuk-bentuk Istihza’ Bag.27

Bentuk-bentuk Istihza’ Bag.27 Bentuk-bentuk istihza’. 27. Istihza’ kedua: istihza’ kepada Hukum-hukum Allah. (lanjutan). g. Benci terhadap jenggot.  Di masa awal kemerdekaan dahulu, banyak para tokoh Islam Indonesia yang mampu membungkam mulut orang-orang yang benci terhadap Islam. Ya, setidaknya ada dua kali terjadi; di dalam dan luar negeri. a. Di luar negeri. Tokoh Islam yang satu

Bentuk-bentuk Istihza’ Bag.27 Read More »

Bentuk-bentuk Istihza’ Bag.26

Bentuk-bentuk Istihza’ Bag.26 Istihza’ kedua: istihza’ kepada Hukum-hukum Allah. (lanjutan). f. Benci terhadap hukum syar’i. Poliandri dan LGBT. Poligami berbeda atau bahwa berseberangan dengan poliandri. Bila poligami; seorang laki-laki memiliki istri lebih dari seorang dalam satu masa. Sedangkan poliandri; seorang wanita memiliki suami lebih dari seorang dalam satu masa.  Lalu LGBT? Jelas ini justru merusak

Bentuk-bentuk Istihza’ Bag.26 Read More »

Bentuk-bentuk Istihza’ Bag.25

Bentuk-bentuk Istihza’ Bag.25 Istihza’ kedua: istihza’ kepada Hukum-hukum Allah. (lanjutan). f. Benci terhadap hukum syar’i. Seperti di atas sudah diungkapkan tentang benci dan cinta. Bila sudah terlanjur cinta maka apapun yang datang dari yang dicinta maka dianggapnya sebagai sesuatu yang sangat berharga. Sebaliknya, bila ada yang dibenci; maka apapun yang datang dari yang dibencipun akan

Bentuk-bentuk Istihza’ Bag.25 Read More »

Call Now Button