Bentuk-bentuk Istihza’ Bag.31
Istihza’ berikutnya: istihza’ terhadap orang-orang mukmin.
2. Qs. Al Baqarah 212.
زُيِّـنَ لِلَّذِيْنَ كَـفَرُوْا الْحَيَـاةُ الدُّنْـيَا وَيَسْـخَرُوْنَ مِنَ الَّذِيْنَ آمَنُوْا وَالَّذِيْنَ اتَّـقَوْا فَوْقَـهُمْ يَوْمَ الْقِـيَامَةِ، وَاللهُ يَرْزُقُ مَنْ يَشَـآءُ بِغَيْرِ حِسَابٍ.
Kehidupan dunia dijadikan indah dalam pandangan orang-orang kafir, dan mereka memandang hina orang-orang yang beriman. Padahal orang-orang yang bertaqwa itu lebih mulia daripada mereka di hari Kiamat. Dan Allah memberi rizki kepada orang-orang yang dikehendakinya tanpa batas. Qs. Al Baqarah 212.
Apabila hanya melihat pada ayat ini saja (Qs. Al baqarah 212) memang tetap akan mendapatkan pelajaran darinya. Akan tetapi bila melihat pada ayat sebelumnya (Qs. Al Baqarah 211) maka akan lebih jelas lagi memahaminya.

Coba diperhatikan ayat sebelumnya:
سَلْ بِـنِى إِسْرَائِيْلَ كَـمْ آتَـيْنَاهُـمْ مِنْ آيَـةٍ بَّـيِّـنَةٍ، وَمَنْ يُـبَدِّلْ نِعْـمَةَ اللهِ مِنْ بَّعْـدِ مَا جَآئَـتْهُ فَإِنَّ اللهَ شَدِيْدُ الْعِـقَابِ.
Tanyakanlah kepada Bani Israil: “Berapa banyaknya tanda-tanda (kebenaran) yang nyata, yang telah Kami berikan kepada mereka”. Dan barangsiapa yang menukar nikmat Allah setelah datang nikmat itu kepadanya, maka sesungguhnya Allah sangat keras siksa-Nya. Qs. Al Baqarah 211.
Di ayat ini jelas Allah telah memberi nikmat kepada seluruh umat manusia, terkhusus Bani Israil. Dan nikmat yang dimaksud adalah nikmat iman (kebenaran). Tetapi bukankah mereka (dan kebanyakan manusia) telah menukar nikmat(keimanan)nya itu dengan yang lain (kekufuran)?
Dan ternyata ketika mereka mengkufuri nikmat tersebut mereka tidak merasakan siksa Allah secara fisik. Sehingga mereka semakin berani. Bukan hanya itu, bahkan mereka berani membunuh para utusan (nabi dan rasul).
Baru di ayat berikutnya (Qs. Al Baqarah 212).
Yakni setelah mereka yang secara fisik tidak pernah merasakan siksa Allah di muka bumi. Maka merekapun semakin menjadi-jadi. Yaitu selain membunuh para utusan Allah mereka juga sering meremehkan kaum muslimin dengan cara istihza’.
Sering mereka mengatakan bahwa seluruh yang ada di muka bumi ini harus dinikmati sepuas-puasnya. Sedangkan kaum muslimin justru menjaganya. Makanya tidak heran bila mereka sering memandang remeh semua perbuatan umat Islam.
Seperti ibadah haji, misalnya. Mereka mengatakan bahwa sebenarnya di setiap negeri itu memiliki eksotika keindahan alam yang sangat luar biasa. Tetapi kenapa kaum muslimin justru hanya perginya cuma ke Makkah saja. Padahal negeri itu tandus, gersang dan lain sebagainya.
Belum lagi masalah sedekah. Mereka juga berkomentar bahwa dirinya saja kekurangan tetapi masih saja mau mengeluarkan dananya untuk sedekah. Atau yang lebih ngeri lagi, sebagaimana yang sempat viral di medsos, bahwa ada seseorang yang dalam sebuah gambar yang telah diedit di sana sini. Dalam gambarnya itu ada seorang laki-laki yang jongkok di atas Ka’bah. Na’udzubillah min dzalik.
Wallahu a’lamu bish shawaab.
Oleh: Abu Ibrahim

Sedang mencari karpet masjid, karpet kantor atau karpet permadani? Al Hidayat Karpet merupakan pusat jual karpet masjid, karpet permadani dan Karpet Kantor. Dapatkan penawaran harga karpet permadani, harga karpet kantor, dan harga karpet masjid terbaik hanya di Al Hidayat Karpet.
