Bentuk-bentuk Istihza’ Bag.32
Istihza’ berikutnya: istihza’ terhadap orang-orang mukmin.
3. Qs. Al Muthaffifiin 29-33.
نَّ الَّذِيْنَ أَجْرَمُوْا كَانُوْا مِنَ الَّذِيْنَ آمَنُوْا يَضْحَكُوْنَ. وَإِذَا مَرُّوْا بِهِـمْ يَـتَغَامَزُوْنَ. وَإِذَا انْـقَلَـبُوْا إِلَى أَهْـلِهِـمُ انْـقَلَـبُوْا فَكِـهِيْنَ. وَإِذَا رَأَوْهُـمْ قَالُوْا إِنَّ هَؤُلَآءِ لَضَّآلُّوْنَ. وَمَا أُرْسِلُوْا عَـلَيْهِـمْ حَافِظِيْنَ.
Sesungguhnya orang-orang yang berdosa, adalah mereka yang dahulunya (di dunia) mentertawakan orang-orang yang beriman. Dan apabila orang-orang yang beriman lalu di hadapan mereka, mereka saling mengedip-ngedipkan matanya. Dan apabila orang-orang yang berdosa itu kembali kepada kaumnya, mereka kembali dengan gembira. Dan apabila mereka melihat orang-orang mukmin, mereka mengatakan: “Sesungguhnya mereka itu benar-benar orang-orang yang sesat”. Padahal orang-orang yang berdosa itu tidak dikirim sebagai penjaga bagi orang-orang mukmin. Qs. Al Muthaffifiin 29-33.

Ini adalah bentuk istihza’ yang hingga hari ini masih sering terjadi. Yakni apabila melihat ada seorang muslim yang melaksanakan perintah Allah. Seperti shalat tepat waktu, wanita yang memakai pakaian sesuai tuntunan syari’at, lelaki dan wanita yang menjaga aurat mereka serta menjaga jarak antar mereka. Maka mata mereka sering agak memicing.
Jadi kerja mereka itu hanya melakukan istihza’ kepada kaum muslimin. Apapun yang dilakukan kaum muslimin pasti dianggapnya salah. Bukankah dahulu pada masa Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam juga begitu orang-orang munafiknya?
Coba perhatikan perilaku mereka ketika menjelang perang Tabuk.
Karena pada saat itu Madinah sedang mengalami masa peceklilk panjang sehingga negara juga ikut mengalami krisis keuangan. Maka Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam mengambil inisiatif; beliau berpidato di masjid. Di sana beliau mengatakan bahwa barangsiapa yang menginginkan surga maka hendaklah menginfakkan hartanya untuk berperang di jalan Allah.
Seusai pidato ternyata ada orang-orang miskin yang menginfakkan hartanya walau sedikit apabila dibandingkan dengan harta kekayaannya orang-orang kaya. Dan di antara orang miskin yang berinfak itu ada seorang wanita tua renta yang menginfakkan hartanya yang sangat remeh mungkin bila dilihat dari kaca mata orang kaya. Tetapi Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam mengatakan bahwa wanita tua renta itu kelak akan masuk surga.
Tetapi berbeda dengan dengan ucapannya kaum munafik. Mereka bilang, “Wah orang untuk makan sehari-hari saja tidak cukup kok kenapa sok berinfak segala”.
Sementara itu ketika Utsman bin Affan yang menginfakkan tiga ratus ekor unta beserta isi tunggangannya. Mereka bilang, “Ah, berinfak kok diumumkan”.
Membingungkan bukan?
Berinfak sedikit dan banyakpun selalu dikomentari. Kenapa? Ya karena pada prinsipnya mereka sangat tidak senang terhadap Islam dan kaum muslimin.
Wallahu a’lamu bish shawaab.
Oleh: Abu Ibrahim

Sedang mencari karpet masjid, karpet kantor atau karpet permadani? Al Hidayat Karpet merupakan pusat jual karpet masjid, karpet permadani dan Karpet Kantor. Dapatkan penawaran harga karpet permadani, harga karpet kantor, dan harga karpet masjid terbaik hanya di Al Hidayat Karpet.
