Bentuk-bentuk Istihza’ Bag.30
Istihza’ berikutnya: istihza’ terhadap orang-orang mukmin.
Mengenai istihza’ terhadap orang-orang, setidaknya ada beberapa ayat yang telah menyinggungnya. di antaranya:
1. Qs. Al Buruuj 8.
وَمَا نَقَـمُوْا مِنْـهُمْ إِلَّا أَنْ يُؤْمِنُوْا بِاللهِ الْعَزِيْـزِ الْحَمِيْدِ.
Dan mereka tidak menyiksa orang-orang mukmin itu melainkan kerena orang-orang mukmin itu beriman kepada Allah Yang Maha Perkasa lagi Maha Terpuji. Qs. Al Buruuj 8.
Sebenarnya ayat di atas menceritakan tentang kisah Ash Haabul Uhdud; yang bermakna parit-parit yang lebar. Lebih jelasnya lagi; parit-parit yang yang sudah diisi dengan kayu bakar yang sangat banyak lalu kayu-kayu itu dibakar.
Setelah terbakar kayu-kayunya maka semua orang –baik tua-muda, besar-kecil, laki-perempuan- yang mengikuti agamanya Ghulam maka semuanya dimasukkan ke dalam parit-parit yang telah dibakar hingga apinya menyala-nyala sangat luar biasa.

Kenapa ini terjadi?
Sebab raja tidak menginginkan agama Ghulam tersebar ke seluruh penjuru negeri. Sang raja menghendaki hanya agama rajalah yang boleh berkembang di negeri itu.
Sebenarnya –setelah melalui proses yang sangat panjang- raja sudah melakukan ‘pemberangusan’/genoside namun selalu gagal. Nah setelah Ghulam memberitahukan ‘rahasia’ tentang bagaimana cara membunuhnya dan sang raja mengikuti saran dari Ghulam. Dan ternyata berhasil!
Nah dari sinilah muncul istihza’nya. Yakni berupa pemaksaan terhadap seluruh rakyatnya.
Sebab setelah raja mengumpulkan seluruh rakyat –sesuai dengan saran dari Ghulam- lalu sang raja menarik anak panah dari busurnya dan menembakkan tepat ke arah Ghulam sambil berteriak: “Aku beriman kepada Tuhannya Ghulam!”.
Dan ternyata benar. Ghulam bisa meninggal terkena anak panah yang ditembakkan kepadanya. Yakni dengan syarat mengucapkan, “Aku beriman kepada Tuhannya Ghulam!”.
Tak pelak seluruh rakyat yang menyaksikannya langsung mengucapkan apa yang diucapkan sang raja, “Aku beriman kepada Tuhannya Ghulam!”.
Kenapa mereka mengucapkan itu?
Sebab sebelumnya mereka sudah mengetahui bahwa Ghulam ini memiliki agama yang lain dari agama sang raja. Lalu ketika sang raja hendak membunuhnya melalui tangan-tangan prajuritnya ternyata tidak pernah berhasil. Dan justru seluruh prajurit yang dikirimkan untuk membunuhnya malah yang mati celaka.
Maka dengan melihat sang raja mampu membunuh Ghulam dengan cara mengucapkan kalimat seperti di atas, itu berarti bahwa ucapan di atas memiliki kemampuan yang luar biasa.
Namun ucapan seluruh rakyat itu justru membuat sang raja semakin murka. Sebab ucapannya itu menunjukkan bahwa seluruh rakyat telah mengikuti agamanya Ghulam.
Maka sang raja memerintahkan para prajuritnya untuk membuat parit-parit yang besar dan menimbunnya dengan kayu bakar lalu dibakarlah kayu-kayu yang ada di parit-parit tersebut.
Setelah menyala yang membara, barulah sang raja melakukan istihza’ (walaupun tidak terucap). Yakni sang raja seakan berucap, “Bukankah kalian telah beriman kepada Tuhannya Ghulam? Cobalah minta tolonglah kepada Tuhannya Ghulam agar kalian bisa selamat dari jilatan api ini dengan cara kalian harus diceburkan ke dalam ‘kolam api’ yang berkobar ini.
Wallahu a’lamu bish shawaab.
Oleh: Abu Ibrahim

Sedang mencari karpet masjid, karpet kantor atau karpet permadani? Al Hidayat Karpet merupakan pusat jual karpet masjid, karpet permadani dan Karpet Kantor. Dapatkan penawaran harga karpet permadani, harga karpet kantor, dan harga karpet masjid terbaik hanya di Al Hidayat Karpet.
