Bentuk-bentuk Istihza’ Bag.27
Bentuk-bentuk istihza’. 27.
Istihza’ kedua: istihza’ kepada Hukum-hukum Allah. (lanjutan).
g. Benci terhadap jenggot.
Di masa awal kemerdekaan dahulu, banyak para tokoh Islam Indonesia yang mampu membungkam mulut orang-orang yang benci terhadap Islam. Ya, setidaknya ada dua kali terjadi; di dalam dan luar negeri.
a. Di luar negeri.
Tokoh Islam yang satu ini, KH. Agus Salim saat memenuhi undangan kenegaraan ke negara Amerika. Dan saat sesi istirahat makan, semua mata tertuju kepada tokoh Islam Indonesia ini, KH. Agus Salim.
Ya, bagi mereka mungkin aneh dan bahkan dianggapnya menjijikkan. Sebab semua yang hadir makannya menggunakan sendok dan garpu tetapi KH. Agus Salim ini malah menggunakan tangannya.

Karena heran dan jijik itulah membuat ada seseorang yang bertanya dengan suara lantang, “Kenapa makan dengan menggunakan tangan? Padahal sudah disediakan sendok makan dan sendok garpu?”.
Maka dengan enteng KH. Agus Salim menjawab, “Justru iinilah yang steril. Sebab ini adalah ajaran Rasulullah shalaallahu ‘alaihi wa salam. Selain itu tangan saya ini tidak pernah saya pakai untuk menyuapkan pada mulut sembarangan. Sedangkan sendok dan garpu itu? Sudah berapa mulut yang menggunakan?”.
Spontan jawaban KH. Agus Salilm itu membuat semua yang hadir melongo, terdiam tidak berkutik. Mereka saling pandang satu dengan lainnya.
b. Di dalam negeri.
Masih berkisah pada KH. Agus Salim. Saat beliau hendak berbicara di mimbar parlemen, tahu-tahu ada suara-suara ejekan menirukan suara kambing, “Embek,,, embek,,, embek”.
Mendengar itu KH. Agus Salim tidak marah atau tersinggung. Beliau hanya bilang, “Kepada para petugas keamanan. Tolong itu kambing-kambingnya digembalakan di lapangan atau di kebun-kebun yang banyak rumputnya”.
Sontak suara-suara itu langsung terdiam tidak bersuara kembali.
Ya, mereka mengembek bukan tidak ada alasan. Mereka mengikuti suara kambing yang mengembek itu disebabkan KH. Agus Salim berjenggot!
Kenapa KH. Agus Salim berjenggot? Ternyata beliau ingin mengikuti sunnah Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam. Sabda beliau:
خَالِفُوْا الْمُشْرِكَيْنَ، أَحْفُوْا الشَّوَارِبَ وَأَوْفُوْا اللِّحَى.
“Selisihilah orang-orang musyrik (dengan cara), potong kumis dan (biarkan) tumbuh kumis”. Shahih Bukhari dalam KITAABUL LIBAAS bab I’FAA’UL LUKHAA. Juz 10/351. Dan Muslim pada Thaharah. Hadits no. 259.
Wallahu a’lamu bish shawaab.
By: Abu Ibrahim.
Wallahu a’lamu bish shawaab.
Oleh: Abu Ibrahim

Sedang mencari karpet masjid, karpet kantor atau karpet permadani? Al Hidayat Karpet merupakan pusat jual karpet masjid, karpet permadani dan Karpet Kantor. Dapatkan penawaran harga karpet permadani, harga karpet kantor, dan harga karpet masjid terbaik hanya di Al Hidayat Karpet.
