Bentuk-bentuk Istihza’ Bag.29
Istihza’ kedua: istihza’ kepada Hukum-hukum Allah. (lanjutan).
f. Berlebihan terhadap wali Allah. (lanjutan)
Masih wali Allah dengan pemahaman kedua: yakni yang meyakini bahwa wali Allah itu adalah orang-orang mukmin yang berjuang di jalan Allah dengan segala yang dimilikinya. Tanpa pamrih dan tanpa mengharapkan iming-iming keduaniaan.
Selain itu mereka juga tidak memiliki ‘kelebihan’ yang sering dianggap sebagai supranatural atau mu’jizat. Tetapi kelebihan mereka adalah: mereka justru sellau menggantungkan hidup dan matinya hanya untuk Allah.
أَلَآ إِنَّ أَوْلَيَـآءَ اللهِ لَا خَوْفٌ عَـلَيْهِـمْ وَلَا هُـمْ يَحْزَنُوْنَ.
Ingatlah, sesungguhnya wali-wali Allah itu, tidak khawatir terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati. Qs. Yunus 62.
Sementara kaum muslimin yang memiliki pemahaman bahwa wali Allah itu memiliki kelebihan-kelebihan sebagaimana yang tidak dimiliki oleh manusia biasa.
Mereka mengambil dalil dari firman Allah Ta’ala:
وَلَا تَحَـسَبَـنَّ الَذِيْنَ قُـتِلُوْا فِى سَبِيْلِ اللهِ أَمْوَاتَـا، بِلْ أَحْيَـآءٌ عِنْدَ رَبِّـهِـمْ يُرزَقُوْنَ.
Janganlah kamu mengira bahwa orang-orang yang gugur di jalan Allah itu mati; bahkan mereka itu hidup di sisi Tuhannya dengan mendapat rezeki. Qs. Ali Imran 169.

Ingatlah bahwa ayat ini sebenarnya berkaitan (turun) dengan syahidnya seorang sahabat Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam. Dia syahid dan kemudian langsung Allah masukkan ke dalam surganya.
Itu artinya bahwa ayat ini sangat lemah bila dijadikan dalil sebagai wali Allah yang ketika (wali Allah) sudah meninggal kemudian wali Allah tersebut akan mengalami seperti orang-orang yang mati syahid. Tidak! Melainkan para wali Allah itu hanya akan mendapatkan nikmat kubur disebabkan keshalihannya.
Jadi ayat di atas diperuntukkan bagi orang-orang yang mati syahid di medan pertempuran.
Adapun anggapan atau keyakinan mereka bahwa para wali Allah itu memiliki kelebihan yang tidak dimiliki oleh khalayak umum, maka sebenarnya hal itu tidak benar. Kenapa?
Sebab Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam saja tidak memiliki hal seperti itu, lalu kenapa ada orang yang dianggap wali Allah malah memiliki kelebihan yang melebihi Rasulullah? Kan aneh!
Bukankah Allah Ta’ala telah berfirman:
قُلْ إِنَّـمَا أَنَـا بَشَـرٌ مِّثْـلُـكُـمْ يُوْحَى إِلَـيَّ أَنَّـمَا إِلَـهُـكُـمْ إِلَـهٌ وَاحِدٌ، فَمَـنْ كَانَ يَـرْجُوْا لِقَـاءَ رَبِّـهِ فَلْـيَعْمَـلْ عَمَلًا صاَلِحًا وَلَا يُشْرِكْ بِعِـبَادَةِ رَبِّـهِ أَحَدًا.
Katakanlah: “Sesungguhnya aku ini hanyaseorang manusia biasa seperti kalian, yang diwayhukan kepadaku: “Bahwa sesungguhnya Tuhan kalian itu adalah Tuhan Yang (Maha) Esa”. Barangsaiapa mengharap perjumpaan dengan Tuhannya maka hendaklah dia mengerjakan amal yang shalih dan janganlah dia mempersekutukan seorang pun dalam beribadah kepada Tuhannya”. Qs. Al Kahfi 110.
Jelas sekali ayat di atas bahwa Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam saja pada prinsipnya sama dengan manusia biasa. Hanya saja yang membedakan: Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam menerima wahyu sedangkan manusia lainnya tidak.
Lalu Allah jawab juga pada (masih di) ayat tersebut bahwa barangsaiapa yang ingin berjumpa dengan Allah maka dia harus mengerjakan amal shalih dan tidak mempersekutukan Allah.
Jadi, bila seseorang telah mengerjakan amal shalih dan tidak mempersekutukan Allah itu artinya bahwa dia telah memenuhi untuk menjadi wali Allah.
Lalu bagaimana dengan orang-orang yang menganggap bahwa wali Allah itu adalah orang-orang yang memiliki kelebihan tertentu?
Jawabannya: pada prinsipnya dia telah tertipu oleh orang-orang yang telah melakukan istihza’. Sehingga ilusi yang dihembus-hembuskan ke tengah-tengah umat telah berhasil menyihir umat. Padahal sebenarnya itu adalah suatu bentuk istihza’.
Wallahu a’lamu bish shawaab.
Oleh: Abu Ibrahim

Sedang mencari karpet masjid, karpet kantor atau karpet permadani? Al Hidayat Karpet merupakan pusat jual karpet masjid, karpet permadani dan Karpet Kantor. Dapatkan penawaran harga karpet permadani, harga karpet kantor, dan harga karpet masjid terbaik hanya di Al Hidayat Karpet.
