Bentuk-bentuk Istihza’ Bag.33

Bentuk-bentuk Istihza’ Bag.33

Istihza’ berikutnya: istihza’ terhadap orang-orang mukmin.

Pada edisi di atas sudah disebutkan betapa orang-orang yang sangat membenci Islam dan muslimin itu selalu saja mencari celah dan titik lemahnya kaum muslimin. Kemudian setelah mengetahui maka segera mereka komentari dengan komentar miring.

Di antaranya ya seperti yang sudah disinggung di atas. Yakni ketika ada seorang miskin yang sedekah lalu mereka komentari bahwa untuk kebutuhan sehari-hari saja masih ngos-ngosan, e malah sedekah. Apa tidak justru menimbulkan kesengsaraan berkelanjutan?

Tetapi saat melihat ada orang kaya yang berinfak juga dikomentari miring. Yakni mengatakan bahwa biasalah orang kaya. Bila sedekah dipertontonkan biar dianggap sebagai dermawan. Wah!

Maka tidak heran bila Allah kemudian menurunkan ayat-Nya:

sedekah

4. Qs. At Taubah 79. 

الَّذِيْنَ يَلْمِزُوْنَ الْمُطَّوِّعَـيْنَ مِنَ الْمُؤْمِنِيْنَ فِى الصَّدَقَـاتِ وَالَّذِيْنَ لَا يَـجِدُوْنَ إِلَّا جُهْـدَهُـمْ فَـيَـسْخَرُوْنَ مِنْهُـمْ سَخِرَ اللهُ مِنْهُـمْ وَلَهُـمْ عَـذَابٌ أَلِيْـمٌ.

(Orang-orang munafik) yaitu orang-orang yang mencela orang-orang mukmin yang memberi sedekah dengan suka rela dan (mencela) orang-orang yang tidak memperoleh (untuk disedekahkan) selain sekedar kesanggupannya, maka orang-orang munafik itu menghina mereka. Allah akan membalas penghinaan mereka itu, dan untuk mereka adzab yang pedih. Qs. At Taubah 79.

Ya, begitulah kaum yang suka istihza’ terhadap kaum muslimin. 

Namun demikian mereka tidak mau lho jika mereka disebut kafir atau non muslim.  Aneh bukan? Tapi ini nyata!

Bahkan mereka menganggap bahwa keimanan mereka justru dianggap di atas rata-rata orang beriman lainnya (ini menurut mereka sendiri). 

وَإِذَا قِيْلَ لَـهُـمْ آمِنُوْا كَـمَا آَمَنَ النَّاسُ قَالُوْا أَنُـؤْمِنُ كَـمَا آمَنَ السُّفَـهَاءُ، أَلَا إِنَّـهُمْ سُفَـهَاءُ وَلَكِـنْ لَّا يَعْـلَمُوْنَ.

Apabila dikatakan kepada mereka: “Berimanlah kamu sebagaimana orang-orang lain yang telah beriman”. Mereka menajawab: “Akan berimankah kami sebagaimana orang-orang bodoh itu telah beriman?”. Ingatlah, sesungguhnya merekalah orang-orang yang bodoh itu, tetapi mereka tidak tahu. Qs. Al Baqarah 13.

Jadi anggapan mereka bahwa orang-orang beriman yang melaksanakan syari’at Islam secara benar itu malah justru dianggap mereka sebagai orang-orang yang bodoh.

Wallahu a’lamu bish shawaab.

Oleh: Abu Ibrahim

leader banner alhidayat karpet

Sedang mencari karpet masjid, karpet kantor atau karpet permadani? Al Hidayat Karpet merupakan pusat jual karpet masjid, karpet permadani dan Karpet Kantor. Dapatkan penawaran harga karpet permadani, harga karpet kantor, dan harga karpet masjid terbaik hanya di Al Hidayat Karpet.

Call Now Button