Artikel

Para Salaf Sangat Rendah Hati Bag.4

Dari Wahab bin Munabbih rahimahullah Ta’ala, dia berkata, “Berhati-hatilah terhadap tiga poin pesan dariku; nafsu yang diperturutkan, teman yang buruk dan ujub (berbangga terhadap diri sendiri”. Terdapat pada kitab Siyaru A’laamin Nubalaa’ 4/549. Inilah pesan dari salah satu salafush shalih. Pesan dari seorang yang mukhlis. Walau sekilas pesannya biasa-biasa saja, tetapi ingat bahwa ternyata bila […]

Para Salaf Sangat Rendah Hati Bag.4 Read More »

Para Salaf Sangat Rendah Hati Bag.3

Dalam kitab Al Hilyatul Auliya’, 2/200, disebutkan, diriwayatkan Abul Asyhab, dari seorang laki-laki, Mutharrif bin Abdillah berkata, “Seseorang yang tidur terlelap (semalam suntuk) lalu dia terbangun dengan penuh penyesalan akan dosanya, lebih aku sukai daripada seseorang yang melakukan shalat tahajjud (qiyamul lail) semalam suntuk, namun ketika pagi hari, muncul perasaan ujub (bangga diri) di dalam

Para Salaf Sangat Rendah Hati Bag.3 Read More »

Para Salaf Sangat Rendah Hati Bag.2

Menjadi anak seorang yang banyak jasanya itu seakan menjadi ‘sesuatu’ sekali bagi manusia dewasa ini. Sebab ‘trah’ dari orang tuanya yang akhirnya mau tidak mau dirinya juga ikut menjadi orang yang terkenal. Selain itu juga ‘memanjakan diri’ untuk meraih segala sesuatu yang diinginkannya. Dan sudah berapa banyak orang yang ‘memanfaatkan’ momen seperti ini untuk menaikkan

Para Salaf Sangat Rendah Hati Bag.2 Read More »

Para Salaf Sangat Rendah Hati

Bila memperhatikan perkembangan dunia dewasa ini akan didapati bahwa kebanyakan manusia paling suka bila ada orang lain yang mengetahui jasa-jasa dirinya disebut-sebut dihadapan orang banyak. Ada juga orang yang hendak naik ke atas lalu orang semacam ini seringnya akan menyebar angpao kepada masyarakat. Kemudian mereka akan menceritakan jasa-jasanya ayng pernah dia perbuat di masa lalu.

Para Salaf Sangat Rendah Hati Read More »

Para Salaf sangat Takut dengan Kemasyhuran 8 b

Lanjutan,,, Pada malam kedua, saya kembali shalat isya’ di masjid Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam, lalu saya mendatangi tiang saya tersebut dan berbaring di sana. Tiba-tiba laki-laki itu datang dan berdiri di tempat biasanya. Dia menyelimuti tubuhnya dengan kain, sementara kain lainnya yang berada di punggungnya dia letakkan di kedua kakinya kemudian dia shalat. Dia

Para Salaf sangat Takut dengan Kemasyhuran 8 b Read More »

Para Salaf sangat Takut dengan Kemasyhuran 8 a

Menjadi orang terkenal adalah dambaan kebanyakan manusia dewasa ini. Berbeda dengan para salafush shalih zaman dahulu. Mereka justru terbalik, mereka tidak ingin dikenal banyak orang, meski mungkin amalannya sangat luar biasa. Salah satunya adalah sebagaimana yang diceritakan oleh seorang tabi’in yang tinggal di Madinah Al Munawarah, Muhammad bin Munkadir. Beliau bercerita, “Saya memiliki tiang di

Para Salaf sangat Takut dengan Kemasyhuran 8 a Read More »

Para Salaf sangat Takut dengan Kemasyhuran 7

Ketika seseorang namanya sudah mulai dikenal banyak orang biasanya orang tersebut mulai agak sombong. Dia mulai merasa sok tahu, sok pandai, sok kuat dan sebagainya. Bahkan terkadang ada yang berani membuat fatwa. Na’udzubillah! Dan anehnya, banyak orang yang suka menambah-nambahkan ‘sesuatu’ kepada orang yang sedang naik daun itu. Hal inilah yang akhirnya justru semakin menenggelamkan

Para Salaf sangat Takut dengan Kemasyhuran 7 Read More »

Para Salaf sangat Takut dengan Kemasyhuran 6

Dari Ahmad bin Yunus Al Yarbuu’i, kami mendapatkan berita dari Mu’awiyah bin Hafsh, dari Dawud bin Muhajir, dari Ibnu Muhairiz; beliau pernah berkata kepada Fadhalah bin Ubaid, kata saya (Ibnu Muhairiz) kepada Fadhalah bin Ubaid, “Berilah aku wasiat”. Maka Fadhalah bin Ubaid berkata, “Ada beberapa hal yang semoga Allah Subhaanahu wa Ta’ala menjadikannya berguna bagimu.

Para Salaf sangat Takut dengan Kemasyhuran 6 Read More »

Para Salaf sangat Takut dengan Kemasyhuran 5

Kebanyakan manusia hari ini tentu tidak senang bila dirinya tidak terkenal. Tetapi sebaliknya, bila terkenal dan tenar maka dia pasti senangnya luar biasa. Hal ini sangat berbeda dengan prinsipnya para salafush shalih. Mereka justru inginnya tidak terkenal dan mereka juga sering memberi nasehat kepada murid-muridnya agar menghindari hal-hal yang membuat dirinya dan murid-muridnya menjadi terkenal.

Para Salaf sangat Takut dengan Kemasyhuran 5 Read More »

Para Salaf sangat Takut dengan Kemasyhuran 4

Dalam kitab Shiffatush Shafwah, imam Abul Faraj Ibnul Jauzi rahimahullah mencatat sebuah riwayat tentang Abdullah bin Mubarak yang harus berdesak-desakan untuk mengambil air minum.  Berikut riwayatnya: قَالَ الْحَسَنُ: وَكُـنْتُ مَعَ ابْنَ الْمُـبَارَكَ يَـوْمًا فَـأَتَيْـنَـاعَـلَى سِقَـايَـةِ وَالنَّـاسُ يَـشْرَبُـوْنَ مِنْـهَـا. فَـدَنَـا مِنْـهَـا لِيَـشْرَبَ وَلَـمْ يَـعْرَفُـهُ النَّـاسُ فَزَحَـمُوْهُ وَدَفَـعُوْهُ فَـلَمَّـا خَرَجَ قَـالَ لِي: مَا الْعِـيْـشَ إِلَّا هَـكَـذَا. يَـعْـنِى

Para Salaf sangat Takut dengan Kemasyhuran 4 Read More »

Call Now Button