Para Salaf sangat Zuhud Bag.3

Dari Abu Ismail At Tirmidzi, dia berkata, Kami dapat kabar dari Sulaiman bin Ayyub bin Isa bin Musa, saya mendapatkan kabar dari bapak saya, (bapak saya dapat kabar) dari kakek saya, dari Musa, dari Thalhah dari bapaknya bahwa suatu hari Thalhah mendapatkan uang dari Hadramaut sebesar tujuh ratus ribu dirham. Dengan uang sebesar itu membuat Thalhah bin Ubaidillah tidak bisa tidur malam itu. 

Istrinya bertanya, “Ada apa denganmu?”.

Thalhah bin Ubaidillah menjawab, “Aku berfikir sejak tadi, apa dugaan seseorang terhadap Tuhannya? Dia bermalam sementara harta sebanyak ini ada di rumahnya?”.

Istrinya berkata, “Apakah kamu lupa terhadap sahabat-sahabat dekatmu? Esok hari siapkan piring dan nampan. Bagikanlah harta tersebut kepada mereka”.

Thalhah bin Ubaidillah berkata kepada istrinya, “Semoga Allah merahmatimu. Kamu memang wanita yang diberi taufik, putri dari laki-laki yang diberi taufik pula”.

Ya, istri Thalhah bin Ubaidillah ini adalah Ummu Kultsum binti Abu Bakar Ash Shiddiq.

Di pagi harinya Thalhah bin Ubaidillah menyiapkan banyak piring dan dengannya dia membagi-bagikan harta tersebut di kalangan orang-orang muhajirin dan anshar. Thalhah bin Ubaidillah juga memberi satu piring kepada Ali bin Abu Thalib.

thalhah bin ubaidillah

Tiba-tiba istri Thalhah bin Ubaidillah berkata, Abu Muhammad, apakah kami tidak memiliki bagian dari harta tersebut?”.

Thalhah bin Ubaidillah menjawab, “Di mana saja kamu sejak hari ini? Sisanya itu menjadi milikmu”.

Dan ternyata harta yang tersisa itu hanya tinggal seribu dirham. Terdapat pada kitab Siyaru A’laami Nubalaa’ 1/31.

Inilah para salafush shalih. Terkhusus sahabat Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam. Orang yang terdidik langsung oleh Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam. Mereka bingung hingga susah tidur dengan ‘mampirnya’ harta di rumahnya, walau hanya semalam.

Juga bagaimana seorang yang sekufu’ (satu frekwensi). Begitu mengetahui bahwa suaminya gelisah dan risau karena harta yang mampir di rumahnya, maka sang istri langsung mengusulkan sesuatu yang membuat suaminya bergembira.

Keduanya sama-sama tidak peduli dengan harta kecuali hanya sampai di tangan, bukan di hati. Maka tidak heran bila harta sejumlah tujuh ratus ribu dirham tidak sampai 24 jam singgah di rumahnya. 

Atau kalau bahasa hari di sini disebut ‘telah mentalak dunia tiga kali’.

Wallahu a’lamu bish shawaab.

By: Abu Ibrahim.

leader banner alhidayat karpet

Sedang mencari karpet masjid, karpet kantor atau karpet permadani? Al Hidayat Karpet merupakan pusat jual karpet masjid, karpet permadani dan Karpet Kantor. Dapatkan penawaran harga karpet permadani, harga karpet kantor, dan harga karpet masjid terbaik hanya di Al Hidayat Karpet.

Call Now Button