Sungguh bila dibandingkan keadaan para pejabat hari ini dengan para pejabat masa lalu di zaman para salafush shsalih sangatlah berbeda sekali. Perbedaannya ibarat antara langit dan sumur.
Bila para pejabat hari ini mereka sering memamerkan kekayaannya; entah dari mana pendapatannya tetapi bila para pejabat salafush shalih, mereka justru sama sekali tidak pernah memperlihatkan atau memamerkan kekayaannya. Sebab memang mereka tidak memiliki sesuatu yang harus dipamerkan.
Bahkan tidak sedikit dari rakyatnya yang terkadang terheran-heran terhadap sikap pemimpinnya. Sebab kebanyakan dari mereka seusai memimpin shalat mereka segera pulang ke rumah. Dan bila ditelisik maka didapati bahwa ternyata mereka tidak memiliki kain/baju kecuali baju/kain yang sedang dipakainya. Sehingga ketika pemimpin tersebut sedang memimpin shalat jamaah di masjid berarti istrinya posisinya sedang telanjang di rumah.
Maka tidak heran bila sang pemimpin selesai memimpin shalat jamaah segera beliaunya pulang agar gantian istrinya yang memakai kain/bajunya agar istrinya segera shalat.
Setidaknya seperti yang pernah dilakoni oleh Abu Ubaidah bin Jarrah radliyallahu ‘anhu. Sebagaimana yang terdapat dalam kitab “Az Zuhdu” karya Abdullah bin Mubarak, kami mendapatkan kabar dari Ma’mar, dari Hisyam bin Urwah, dari bapaknya. Bapaknya berkata, ‘Saat khalifah Umar bin Khaththab radliyallahu ‘anhu mengunjungi negeri Syam, maka disambutlah kedatangannya oleh para pemimpin dan pejabat negeri tersebut.

Kemudian Umar bin Khaththab radliyallahu ‘anhu bertanya, “Di manakah saudaraku, Abu Ubaidah?”.
Mereka menjawab, “Segera dia akan datang menyambutmu?”.
Dalam waktu yang tidak lama, datanglah Abu Ubaidah radliyallahu ‘anhu sambil menaiki seekor unta yang hidungnya diikat tali. Kemudian Abu Ubaidah mengucapkan salam kepada khalifah Umar bin Khaththab, lalu Abu Ubaidah berkata kepada yang hadir, “Tinggalkan kami”.
Kemudian para pejabat itupun pergi meninggalkan khalifah Umar bin Khaththab dan Abu Ubaidah radliyallahu ‘anhuma.
Lalu khalifah Umar bersama Abu Ubaidah berjalan hingga sampai kerumahnya Abu Ubaidah. Setelah dilihat secara cermat ternyata di dalam rumah Abu Ubaidah, khalifah Umar bin Khaththab radiyallahu ‘anhu tidak mendapti barang apapun kecuali pedang, perisai dan pelana kuda.
(Sebagai seorang khalifah) Umar bin Khaththab radliyallahu ‘anhu bertanya, “Mengapa engkau tidak mengumpulkan harta?”.
Abu Ubaidah bin Jarrah radliyallahu ‘anhu menjawab, “Wahai amirul mukminin. Sesungguhnya barang-barang ini yang bisa mengantarkan kami ke akhirat dengan selamat”. Terdapat pada kitab Siyaru A’laamin Nubalaa’ 1/16.
Sangat berbeda sekali dengan para pejabat hari ini bukan?
Wallahu a’lamu bish shawaab.
By: Abu Ibrahim.

Sedang mencari karpet masjid, karpet kantor atau karpet permadani? Al Hidayat Karpet merupakan pusat jual karpet masjid, karpet permadani dan Karpet Kantor. Dapatkan penawaran harga karpet permadani, harga karpet kantor, dan harga karpet masjid terbaik hanya di Al Hidayat Karpet.
