Artikel

Amar Ma’ruf Nahi Munkar Bag.7b

Lalu saya memberanikan diri untuk meriwayatkan kepadanya sebuah hadits dari Yahya bin Said tentang “Innamal a’maalu bin niyaat (إِنَّـمَـا الْأَعْـمَـالُ بِـالنِّـيَّـاتِ)”. Terlihat di tangannya telah memegang tongkat dan berkelakar. Katanya, “Wahai Abdurrahman! Apa pendapatmu bila membunuh penghuni rumah ini?”. Saya jawab, “Muhammad bin Marwan menceritakan kepadaku, dari Mutharrif bin Shakhir, dari ‘Aisyah radliyallahu ‘anhuma, dari […]

Amar Ma’ruf Nahi Munkar Bag.7b Read More »

Amar Ma’ruf Nahi Munkar Bag.7a

Ini adalah kisah ‘kelam’ yang pernah dialami pada  masa-masa kaum muslimin masih memiliki kekhilafahan, namun sistemnya sudah mulai bergeser. Yakni lebih dominan ke arah sistem kerajaan. Meski begitu secara umum negeri tersebut masih diakui sebagai negeri Islam atau negeri yang dibawahi khilafah Islamiyah.  Jadi sistemnya secara umum masih memberlakukan syariat Islam, walaupun sistem kepemimpinannya seperti

Amar Ma’ruf Nahi Munkar Bag.7a Read More »

Amar Ma’ruf Nahi Munkar Bag.6

Dari Abi Mundhir Ismail bin Umar, dia berkata, ‘Saya mendengar Abu Abdurrahman Al Umari berkata, “Sesungguhnya bagian dari kelalaianmu terhadap dirimu sendirilah yang membuat dirimu berpaling dari Allah. (Yaitu) jika engkau melihat sesuatu yang Allah tidak meridhai-Nya namun justru engkau mendiamkannya. Engkau juga tidak menyuruh pada yang ma’ruf (amar ma’ruf) dan juga tidak melarang pada

Amar Ma’ruf Nahi Munkar Bag.6 Read More »

Amar Ma’ruf Nahi Munkar Bag.5

Al Hasan menceritakan bahwa Ziyad bin Abihi mengutus Al Hakam bin Amru ke Khurasan. Lalu Allah memenangkan (menaklukkan) wilayah itu dan mendapatkan ghanimah (harta rampasan perang) yang begitu besar dan banyak. Kemudian Ziyad bin Abihi menulis surat kepada Al Hakam bin Amru, katanya (dalam surat tersebut): “Amma ba’du. Sesungguhnya amirul mukminin telah menulis surat kepadaku

Amar Ma’ruf Nahi Munkar Bag.5 Read More »

Amar Ma’ruf Nahi Munkar Bag.4

Imam Adz Dzahabi dalam tarjamah tentang hakim di Burqa, Muhammad bin Hubuli (atau sering disebut dengan Al Manshur), dia mendatangi hakim Burqa, dia berkata, “Besok adalah Idul Fitri”. Hakim Burqa berkata, “Sampai kita melihat bulan baru (hilal), dan aku tidak akan membatalkan puasanya orang-orang dan (tidak mau) menanggung dosa mereka”. Lalu Muhammad bin Hubuli (Al

Amar Ma’ruf Nahi Munkar Bag.4 Read More »

Amar Ma’ruf Nahi Munkar Bag.3

Dari Al Auza’i, saya mendapat kabar dari Abu Katsir, dari ayahnya, dia berkata, ‘Saya pernah mendatangi Abu Dzar (Al Ghifari) radliyallahu ‘anhu, saat itu beliau sedang duduk-duduk di tempat Jumratul Wustha (salah satu para haji melakukan ibadah jumrah). Dan saat itu sudah banyak orang yang berkumpul untuk mendengarkan fatwa-fatwanya. Kemudian tahu-tahu ada seorang laki-laki yang

Amar Ma’ruf Nahi Munkar Bag.3 Read More »

Amar Ma’ruf Nahi Munkar Bag.2

Dari Yunus bin Abu Ishaq, dari ayahnya, dari Abdullah bin Ma’qil, dia berkata, ‘Ketika Abdullah bin Ummi Maktum pergi menemui seorang wanita Yahudi di Madinah yang bersikap baik padanya tetapi selalu menyakiti Nabi shalallahu ‘alaihi wa salam. Kemudian Abdullah bin Ummi Maktum memukul dan membunuhnya.  (Setelah membunuhnya) Abdullah bin Ummi Maktum melaporkannya kepada Nabi shalallahu

Amar Ma’ruf Nahi Munkar Bag.2 Read More »

Amar Ma’ruf Nahi Munkar

Dari Ibnu Abi Uwais, dari ayahnya, dari Walid bin Daud bin Muhammad bin ‘Ubadah bin Shamit, dari anak pamannya (sepupu) ‘Ubadah bin Walid, berkata, Bahwa pernah ‘Ubadah bin Shamit bersama Mu’awiyah, suatu hari dia mengumandangkan adzan, lalu ada seorang khatib yang berdiri dan memuji-muji Mu’awiyah. Maka “Ubadah bin Shamit berdiri dengan menggenggam tanah di tangannya

Amar Ma’ruf Nahi Munkar Read More »

Fiqh Ijtihad Ibadah Bag.11b

Maka bagi abid (ahli ibadah) yang buta terhadap ilmu, manakala dia berbuat zuhud, bersungguh-sungguh dalam ibadah, menahan rasa lapar, meninggalkan (tidak makan) daging, buah-buahan serta membatasi diri dari memakan makanan yang bergizi, bernutrisi tinggi. Sesungguhnya dirinya sedang dalam kondisi yang sangat rapuh. Inderanya yang jernih dan pikirannya lembut akan berubah manakala perutnya terasa lapar, badan

Fiqh Ijtihad Ibadah Bag.11b Read More »

Fiqh Ijtihad Ibadah Bag.11a

Imam Adz Dzahabi berkata dalam kitab tarjamah dari (kitab karya) Ahmad Abi Al Jawari Ash Shufi. Dalam penggalan komentarnya beliau, berkata, “Jalan (hidup) yang paling baik adalah jalan (ajaran) dari (Nabi) Muhammad. Yaitu mengambil dengan cara yang baik-baik dan menyalurkan syahwat pada tempat yang dihalalkan tanpa berlebih-lebihan. Sebagaimana firman Allah Ta’ala: يَـآ أَيَّـهَـا الرُّسُلُ كُـلُوْا

Fiqh Ijtihad Ibadah Bag.11a Read More »

Call Now Button