Abdurrahman Rustah berkata, ‘Saya bertanya kepada Ibnul Mahdi tentang seseorang yang sedang melaksanakan pernikahan bersama keluarganya apakah dia meninggalkan shalat berjamaah selama berhari-hari?’.
Ibnul Mahdi menjawab, “Tidak boleh. Tidak boleh dia melaksanakan shalat sendiri (munfarid)”.
Pada pagi harinya saya (Abdurhman Rustah) menghadiri hari pernikahan putranya. Kemudian ketika sudah sampai datang waktu shalat maka beliau (Ibnul Mahdi) keluar dari rumahnya yang sedang ada pesta pernikahan dan langsung adzan.
Seusai adzan beliau langsung datang ke tempat acara pernikahan anaknya lalu berkata kepada budak perempuannya, “Katakan kepada kedua mempelai, agar mereka segera shalat”.
Maka keluarlah para wanita dan perempuan-perempuan budak. Lalu mereka berkata, “Subhaanallah! Ada apa ini?”.
Ibnul Mahdi berkata, “Saya tidak akan meninggalkan area ini sampai mereka semuanya pada shalat”.
Maka pengantin itupun pergi setelah beliau (Ibnul Mahdi) shalat. Kemudian beliau mengantarkan keduanya ke masjid’. Terdapat pada kitab Siyaru A’laamin Nubalaa’ 9/204.

Sebagai seorang ulama dan panutan umat, Ibnul Mahdi benar-benar memegang kuat ‘amanah’ dari Allah Ta’ala. Yakni tetap mengasuh dan mendidik putra putrinya untuk tetap menjaga shalat. Meskipun saat itu beliau sendiri sedang melaksanakan acara pesta pernikahan anaknya dan para tamu undangan sedang banyak-banyaknya. Tetapi ketika waktu shalat telah masuk, beliau langsung meninggalkan para tamu dan pergi ke masjid; mengumandangkan adzan.
Luar biasa!
Dan begitu yang dikatakan oleh para wanita yang tersebut pada kisah di atas. Mungkin memang suatu keanehan bagi mereka. Sebab itu dianggapnya lumrah menunda shalat dikarnakan sedang melaksanakan acara pernikahan para tamunya sedang banyak-banyaknya.
Tetapi tidak bagi Ibnul Mahdi. yang namanya waktu shalat ya harus diutamakan sedangkan yang lain harus dikalahkan!
Ya, itulah prinsip para salafush shalih. Bukankah Allah Ta’ala telah mengingatkan?
فَـخَـلَفَ مِن بَّـعْدِهِـمْ خَلْـفٌ أَضَاعُـوْا الصَّلَاةَ وَاتَّـبَـعُوْا الشَّـهَـوَاتِ، فَسَوْفَ يَـلْقَـوْنَ غَـيَّـًا.
Maka datanglah sesudah mereka, pengganti (yang jelek) yang menyia-nyiakan shalat dan memperturutkan hawa nafsunya, maka mereka kelak akan menemui kesesatan. Qs. Maryam 59.
Inilah sebenarnya yang ditakuti oleh para salafush shalih.
Wallahu a’lamu bish shawaab.
By: Abu Ibrahim.

Sedang mencari karpet masjid, karpet kantor atau karpet permadani? Al Hidayat Karpet merupakan pusat jual karpet masjid, karpet permadani dan Karpet Kantor. Dapatkan penawaran harga karpet permadani, harga karpet kantor, dan harga karpet masjid terbaik hanya di Al Hidayat Karpet.
