Salaf dan Jihad Bag.2

Dari Waqidi, kami dapat kabar dari Abdullah bin Nafi’, dari ayahnya, dari Abdullah bin Umar, beliau berkata, ‘Saya melihat Ammar bin Yasir radliyallahu ketika perang Yamamah berada di atas batu sambil mendongak lalu berteriak sangat keras.

Kata Ammar bin Yasir radlilyallahu ‘anhu, “Wahai kaum muslimin! Apakah kalian lari dari surga? Inilah aku, Ammar bin Yasir! Mendekatlah kepadaku! Lihatlah telingaku yang sudah terpotong dan telinganya bergetar saat dia bertarung dengan sengitnya”. Terdapat pada kitab Siyaru A’laamin Nubalaa’ 1/422.

Perang Yamamah, adalah perang besar pertama yang terjadi sejak Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam meninggal dunia. Yaitu perang melawan nabi palsu yang dipimpin oleh Musailamah Al Kadzdzab.  

Ya, di saat masih dalam masa berkabung dan pembenahan internal kaum muslimin serta sedang membangun kekhilafahan, tahu-tahu ada seseorang yang mengangkat dirinya sebagai seorang nabi. 

Sebagai seorang khalifah, Abu Bakar Ash Shiddiq radliyallahu ‘anhu, -karena- tidak ada opsi lain kecuali harus memerangi nabi palsu, Musailamah Al Kadzdzab. 

perang Yamamah

Maka diberangkatkanlah kaum muslimin menuju Yamamah. Dan di sanalah kedua pasukan yang sudah siap untuk saling membunuh itu saling berhadapan.

Tidak lama kemudian perang pun pecah!

Meski awalnya kaum muslimin berada di atas angin namun beberapa waktu berikutnya kaum musliminlah yang terdesak. Sebab pasukan musuh memang tiga kali lipat lebih banyak dibandingkan pasukan kaum muslimin. Walhasil, Ammar bin Yasir radliyallahu ‘anhu mengobarkan semangat juang kaum muslimin, sebagaimana yang telah diriwayatkan di atas.

Kenapa Ammar bin Yasir radliyallahu ‘anhu manpu mengobarkan semangat kaum muslimin dalam juang?

Sebab Ammar bin Yasir radliyallahu ‘anhu telah teruji perjuangannya!

Pertama, di awal Islam didakwahkan kepada kaum Quraisy di Makkah, beliau dan orang tuanya telah ‘merasakan’ arti sebuah konsekwensi sebuah keimanan. Bahkan demi mempertahankan keimanannya itu kedua orang tuanya Ammar bin Yasir radliyallahu ‘anhu, Yasir dan Sumayyah radliyallahu ‘anhuma, harus menebus surga dengan sebuah kesyahidan. Sementara Ammar bin Yasir radliyallahu ‘anhu sendiri disiksa sedemikian rupa hingga beliau mau mengucapkan apa yang diinginkan oleh para penyiksanya.

Kedua, Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam pernah bersabda, “Diri Ammar bin Yasir telah dipenuhi keimanan sampai ke tulang punggungnya”.

Pada hadits lain disebutkan, sabda Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam, “Barangsiapa yang memusuhi Ammar maka dia akan dimusuhi Allah, dan siapa yang membenci Ammar , maka dia akan dibenci Allah!”.

Wallahu a’lamu bish shawaab.

By: Abu Ibrahim.

leader banner alhidayat karpet

Sedang mencari karpet masjid, karpet kantor atau karpet permadani? Al Hidayat Karpet merupakan pusat jual karpet masjid, karpet permadani dan Karpet Kantor. Dapatkan penawaran harga karpet permadani, harga karpet kantor, dan harga karpet masjid terbaik hanya di Al Hidayat Karpet.

Call Now Button