Amar Ma’ruf Nahi Munkar Bag.9

Dari Sa’id bin Sulaiman, dia berkata, Saya di Makkah di lorong Asy Syathwi dan di sebelah saya ada Abdullah bin Abdul Aziz Al Umari dan Harun Ar Rasyid sedang  menunaikan ibadah haji. 

Tahu-tahu ada seseorang yang berkata kepada Abdullah bin Abdul Aziz Al Umari, “Wahai Abu Abdurrahman. Inilah amirul mukminin yang sedang berlari-lari, dan mas’a (tempat sa’i) telah dibersihkan untuknya”.

Al Umari berkata kepada laki-laki itu, “Semoga Allah memberimu pahala yang baik atas namaku suatu hal telah aku lalai”.

Kemudian dia menggantungkan sandalnya dan berdiri, maka saya pun mengikutinya. Kemudian Harun Ar Rasyid terlihat datang dari arah Marwa hendak ke Shafa. 

Kemudian Al Umari  berteriak, “Wahai Harun!”.

Ketika Harun melihat pada orang yang berteriak, khalifah Harun Ar Rasyid pun menjawab, “Labbaik, wahai paman”.

Al Umari  berkata, “Naiklah ke Shafa”.

safa dan marwah

Ketika Harun Ar Rasyid naik ke bukit Shafa, orang tadi kembali berkata, “Lemparkanlah bagianmu ke Baitil ‘Atiq (Ka’bah)”.

Harun Ar Rasyid berkata, “Sudah ku lakukan”.

“Berapa kali melemparnya?”, tanya Al Umari.

Harun Ar Rasyid berkata, “Siapa yang dapat menghitungnya?”.

Al Umari bertanya, “Berapa orang yang melempar seperti itu?”.

Harun Ar Rasyid menjawab, “Tidak ada yang dapat menghitung kecuali Allah Ta’ala”.

Al Umari  berkata, “Ketahuilah wahai anak muda! Bahwa masing-masing dari mereka akan ditanya tentang apa yang khusus (ada) pada dirinya, dan engkau sendirilah ayng akan menanyakan semuanya. Maka lihatlah bagaimana keadaanmu (sebenarnya)?”.

Sa’id bin Sulaiman berkata, “Maka menangislah Harun Ar Rasyid hingga terduduk, dan pengawalnya memberikan sapu tangan untuk mengusap air matanya”.

Al Umari berkata, “Ada satu lagi yang akansaya katakan”.

Harun Ar Rasyid berkata, “Katakanlah, wahai paman”.

Al Umari berkata, “Demi Allah. Sesungguhnya seseorang yang boros dengan uangnya maka dia pantas dikarantina. Lalu bagaimana dengan orang yang menghambur-hamburkan uangnya kaum muslimin?”.

Selesai berbicara seperti itu Al Umari pergi begitu saja sedangkan Harun Ar Rasyid menagis tersedu-sedu. Terdapat pada kitab Shiffatush Shafwah 2/182.

Wallahu a’lamu bish shawaab.

By: Abu Ibrahim.

leader banner alhidayat karpet

Sedang mencari karpet masjid, karpet kantor atau karpet permadani? Al Hidayat Karpet merupakan pusat jual karpet masjid, karpet permadani dan Karpet Kantor. Dapatkan penawaran harga karpet permadani, harga karpet kantor, dan harga karpet masjid terbaik hanya di Al Hidayat Karpet.

Call Now Button