Berikut adalah sebuah potret dari seorang ulama salaf yang tetap menjaga izzah dari para penguasa. Meskipun penguasanya adalah muslim dan bahkan hukum yang diterapkannya pun hukum Islam.
Selain itu para penguasanya sendiri amatlah segan dengan para ulama, namun para ulamanya sama sekali tidak menggunakan aji mumpung, lalu bermesraan dengan penguasa. Berikut ini kisahnya:
Dari Muqatil bin Shalih Al Khurasani, dia berkata, ‘Saya masuk (silaturahim) ke rumahnya Hammad bin Salamah dan di ruamhnya tidak ada yang didapatkan kecuali tikar, sedangkan beliau duduk di atas tikar tersebut. Dan saat itu beliau sedang membaca Al Qur’an serta di dalamnya ada sesorang yang sedang mengajarkannya (Al Qur’an). Beliau juga berwudhu’nya di situ’.
‘Ketika saya duduk-duduk di situ tahu-tahu ada yang mengetuk pintu’. Lalu Hammad bin Salamah berkata kepada anaknya, “Wahai anak gadis(ku)! Keluarlah dan lihatlah siapa ayng datang?”.
Kemudian anak gadisnya berkata, “Utusannya Muhammad bin Sulaiman”.
Hammad bin Salamah berkata, “Katakanlah agar dia masuk sendirian”.

Kemudian utusan Muhammad bin Sulaiman masuk dam memberi salam lalu dia menyerahkan sebuah buku. Di dalamnya tertulis, “Bismillahirrahmaanirrahiim. Dan Muhammad bin Sulaiman, teruntuk Hammad bin Salamah. Amma ba’du.
Semoga Allah memberkati engkau dengan shalat subuh sebagaimana orang-orang yang shalat subuh dari para wali-Nya dan orang-orang yang mentaat-Nya. suatu masalah telah muncul maka kami datang untuk menanyakannya kepada engkau”.
Kemudian Hammad bin Salamah berkata kepada anak gadisnya, “Wahai anak gadisku! Ambilkan tinta!”.
Lalu Hammad bin Salamah berkata kepada saya, “Kembalikanlah buku itu dan tulislah;
‘Amma ba’du.
Dan bagimu semoga Allah memberkati engkau dengan shalat subuh sebagaimana orang-orang yang shalat subuh dari para wali-Nya dan orang-orang yang mentaati-Nya. Sesungguhnya kami telah bertemu dengan banyak ulama dan mereka tidak pernah datang kepada siapapun. Maka apabila engkau menemui suatu masalah maka datanglah kepada kami tanpa melalui utusan atau penggantimu.
Apabila engkau mendatangiku maka datanglah sendirian, janganlah datang dengan membawa kendaraanmu atau bersama pasukanmu. Saya tidak akan menasehatimu kecuali jika engkau datang sendirian.
Wassalaamu ‘alaikum”.
Insya Allah berlanjut.
Wallahu a’lamu bish shawaab.
By: Abu Ibrahim.

Sedang mencari karpet masjid, karpet kantor atau karpet permadani? Al Hidayat Karpet merupakan pusat jual karpet masjid, karpet permadani dan Karpet Kantor. Dapatkan penawaran harga karpet permadani, harga karpet kantor, dan harga karpet masjid terbaik hanya di Al Hidayat Karpet.
