Artikel

Perjalanan Menjemput Ajal Bag.57

Perjalanan Menjemput Ajal Bag.57 Kematian, seberat-berat ujian. – lanjutan 4 -. Bila melihat sepenggal hadits di atas menunjukkan bahwa suatu kenikmatan yang sangat luar biasa bila mampu menjawab pertanyaan malaikat itu. Bayangkan, setelah mampu menjawab itu langsung Allah memerintahkan agar membentangkan dan memperluas kuburannya. Padahal tidak hanya itu nikmat kubu ryang akan diterimanya. Lalu apa […]

Perjalanan Menjemput Ajal Bag.57 Read More »

Perjalanan Menjemput Ajal Bag.56

Perjalanan Menjemput Ajal Bag.56 Kematian, seberat-berat ujian. – lanjutan 3 -. ILLIYYUN? Ya, itulah pertanyaan yang dilontarkan Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam kepada Barra’ bin Azib. Berikut ini kelanjutan haditsnya yang panjang itu: “Tahukan kamu apakah ILLIYYUN itu? (Yaitu) kitab yang bertulis, disaksikan oleh para malaikat”. (Masih seruan Allah): “Kembalikan hamba-Ku ke bumi, karena dari

Perjalanan Menjemput Ajal Bag.56 Read More »

Perjalanan Menjemput Ajal Bag.55

Perjalanan Menjemput Ajal Bag.55 Kematian, seberat-berat ujian. – lanjutan 2 -. Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam, saat ruhnya dicabut dari jasadnya; begitu merasakan kesakitan. Hingga malaikat Jibril saja membuang wajahnya, tidak tega melihat wajah Rasulullah –sang kekasih Allah Ta’ala- yang terlihat begitu ‘mengenaskan’ dan kesakitan. Lalu bagaimana dengan manusia biasa yang seperti kita kita ini?

Perjalanan Menjemput Ajal Bag.55 Read More »

Perjalanan Menjemput Ajal Bag.54

Perjalanan Menjemput Ajal Bag.54 Kematian, seberat-berat ujian. Bagi orang-orang yang pendek pikirannya, putus asa dan pesimistis; mereka biasanya terus mengambil jalan pintas: bunuh diri! Na’udzubillah. Padahal apabila mengetahui tentang kematian secara sesungguh-sungguhnya pasti dia tidak akan pernah mau melakukan bunuh diri. Jangankan melakukan bunuh diri; terlintas saja tidak. Sebab proses berpisahnya ruh/nyawa dari tubuh/jasad itu

Perjalanan Menjemput Ajal Bag.54 Read More »

Perjalanan Menjemput Ajal Bag.53

Perjalanan Menjemput Ajal Bag.53 Hakekat Kematian Sungguh sangat kasihan sekali sebenarnya orang-orang yang memiliki keyakinan menyimpang. Yakni mereka tidak meyakini tentang adanya kehidupan setelah kematian di dunia ini. Atau mereka-mereka yang beranggapan bahwa kematian itu hanya suatu perkara yang lumrah terjadi. Sungguh pemahaman itu sangat-sangat salah besar. Ini adalah pemahaman etheis, yang tidak percaya akan

Perjalanan Menjemput Ajal Bag.53 Read More »

Perjalanan Menjemput Ajal Bag.51

Perjalanan Menjemput Ajal Bag.51 Orang yang paling bersedih. Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam pernah bersabda: وَإِيَّـاكُـمْ وَالْكَذِبَ، فَـإِنَّ الْكَذِبَ يَهـْدِ إِلَى الْفُـجُوْرِ وَإِنَّ الْفُـجُوْرَ يَـهْدِى إِلَى النَّـارِ. وَمَأ يَـزَالُ الرَّجُـلُ يَـكْذِبُ وَيَـتَـحَرَّى الْكَذِبَ حَـتَّى يُـكُتَـبَ عِـنْدَ اللهِ كَـذَّابًـا. Hindarilah dusta, sebab kedustaan itu akan menggiring kepada kejahatan, dan kejahatan itu akan menjerumuskan ke neraka. Seseorang

Perjalanan Menjemput Ajal Bag.51 Read More »

Perjalanan Menjemput Ajal Bag.50

Perjalanan Menjemput Ajal Bag.50 Bila Dunia Dihadirkan Sesunguhnya perbandingan orang-orang terdahulu –generasi pertama Islam- dengan orang-orang hari ini sangat jauh sekali. Maka tidak heran bila Allah Ta’ala memuji mereka dalam firman-Nya: وَألسَّـابِقُوْنَ الْأَوَّلُوْنَ مِنَ الْمُهَـاجِرِيْـنَ وَالْأنَصَارِ وَالَّذِيْـنَ اتّـبَعُوْهُـمْ بِـإِحْسَـانٍ رَّضِـيَ اللهُ عَـنْهُـمْ وَرَضُوْا عَنْـهُ وَأَعَـدَّ لَـهُـمْ جَـنَّـاتٍ تَـجْرِى مِنْ تَـحْتِـهَـا الْأَنْـهَـارُ خَـالِدِيْـنَ فِيْـهَـا أَبَـدًا، ذَلِكَ

Perjalanan Menjemput Ajal Bag.50 Read More »

Perjalanan Menjemput Ajal Bag.49

Perjalanan Menjemput Ajal Bag.49 Jiwa yang hampa. –lanjutan- Ternyata dalam masalah dan persoalan hidup antara orang-orang mukmin dan orang-orang kafir itu sangat berbeda; bagaikan langit dan bumi. Bila orang-orang mukmin jiwanya selalu disandarkan kepada Allah Ta’ala, sementara orang-orang kafir jiwanya ‘tersandera’ entah kemana.  Hal itu bisa dilihat dari kisah-kisah yang Allah abadikan dalam beberapa surat

Perjalanan Menjemput Ajal Bag.49 Read More »

Perjalanan Menjemput Ajal Bag.48

Perjalanan Menjemput Ajal Bag.48 Jiwa yang hampa. Para ulama telah sepakat mengenai devinisi iman; membenarkan dalam hati, mengucapkan lewat lisan dan hati (seperti dzikir, misalnya) serta beramal dengan seluruh anggota badan.  Adapun hasil dari iman itu; hati terasa tenang dan tenteram. Dia seperti karang di tengah lautan ketika menghadapi ujian. Tangguh! Lihat saja Bilal bin

Perjalanan Menjemput Ajal Bag.48 Read More »

Perjalanan Menjemput Ajal Bag.47

Perjalanan Menjemput Ajal Bag.47 Dunia akan sirna. –Lanjutan- Pada dasarnya dunia itu selalu membuat manusia terbagi menjadi dua; yang satu dunia –seakan- memihak pada dirinya sedangkan yang satunya lagi seakan dunia menghindarinya. Yang memihak kepda dirinya; seakan ke manapun dirinya pergi selalu diiringi oleh banyak manusia. Setiap usaha yang dia upayakan selalu saja menuai keuntungan.

Perjalanan Menjemput Ajal Bag.47 Read More »

Call Now Button