Perjalanan Menjemput Ajal Bag.48

Perjalanan Menjemput Ajal Bag.48

Jiwa yang hampa.

Para ulama telah sepakat mengenai devinisi iman; membenarkan dalam hati, mengucapkan lewat lisan dan hati (seperti dzikir, misalnya) serta beramal dengan seluruh anggota badan. 

Adapun hasil dari iman itu; hati terasa tenang dan tenteram. Dia seperti karang di tengah lautan ketika menghadapi ujian. Tangguh!

Lihat saja Bilal bin Rabbah, Khabbab bin ‘Art, Yasir dan Sumayyah (kedua orang tua Ammar bin Yasir) radliyallah ‘anhum. Meski mereka disiksa sedemikian rupa namun mereka tetap istiqamah dalam iman dan Islam. 

Bahkan dalam riwayat disebutkan; justru orang-orang yang menyiksa merekalah yang kecapekan sendiri dan putus asa. 

Begitulah ketika iman sudah mendarah daging. Hati dan pikirannya hanya terpaut kepada Allah Ta’ala saja.

jiwa yang hampa

الَّذِيْـنَ آمَنُوْا وَتَطْمَئِـنُّ قُلُوْبُـهُـمْ بِذِكْـرِ اللهِ، أَلَا بِذِكْـرِ اللهِ تَطْمَئِـنُّ الْقُلُوْبُ.

(Yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah-lah hati menjadi tenteram. Qs. Ar Ra’du 28.

Lebih jauh lagi ketika kaum muslimin bersama Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam dikepung oleh pasukan multinasional Arab. 

Saat itu kondisinya sangat mengenaskan sekali; mereka diblokade dari segala penjuru, sehingga Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam dan para sahabat benar-benar kekurangan makanan dan minuman. 

Sampai-sampai gamis Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam diikat pas di perutnya lalu beliau memasukkan tiga batu sebagai pengganjal perutnya. Sehingga saat beliau melakukan gerakan shalat batu-batu itu berbunyi karena berbenturan satu dengan lainnya. Namun begitu justru para sahabat semakin yakin akan janji Allah. 

Makanya kemudian Allah abadikan dalam surat-Nya.

وَلَـمَّا رَءَا الْمُؤْمِنُوْنَ الْأَحْزَابَ قَالُوا هَذَا مَاوَعَـدَنَـا اللهُ وَرًسُوْلُـهُ وَصَدَقَ اللهُ وَرَسُوْلُـهُ، وَمَازَادَهُـمْ إِلَّا إِيْـمَـانًـا وَتَسْـليْـمًـا.

Dan tatkala orang-orang mukmin melihat golongan-golongan yang bersekutu itu, mereka berkata, “Inilah yang dijanjikan Allah dan rasul-Nya kepada kita”. Dan benarlah Allah dan rasul-Nya. dan yang demikian itu tidaklah menambah kepada kecuali iman dan ketundukan. Qs. Al Ahzab 22.

Dan jauh-jauh hari sebelumnya juga terjadi hal yang sama, yakni ketika para tukang sihirnya Fir’aun bertaubat lalu menjadi pengikutnya nabi Musa ‘alaihi salam, maka Fir’aun pun murka. Dan kemurkaannya pun dituangkan dengan penyiksaan yang tiada tara kepada para mantan tukang sihir itu.

Namun bukannya mereka kembali kepada agamanya Fir’aun melainkan justru keimanan mereka semakin menjadi. Bahkan mereka seakan mengejek perbuatan Fir’aun yang menyiksa mereka dengan penyiksaan yang luar biasa itu. Sebagaimana Allah abadikan dalam surat Thaahaa.

قَالُوْا لَن نُـؤْثِـرَكَ عَـلَى مَاجَـآءَنَـا مِنَ الْبَـيِّـنَـاتِ وَالَّذِى فَطَرَنَـا، فَاقْضِ مَـآ أَنْـتَ قَاضٍ، إِنَّـمَا تَـقْضِى هَذَعِ الْحَـيَـاةَ الدُّنْـيَـا.

Mereka berkata, “Kami sekali-kali tidak akan mengutamakan kamu daripada bukti-bukti yang nyata (mukjizat), yang telah datang kepada kami dan daripada Tuhan yang telah mmenciptakan kami; maka putuskanlah apa yang ehndak kamu putuskan. Sesungguhnya kamu hanya akan dapat memutuskan pada kehidupan di dunia ini saja. Qs. Thaahaa 72.

Wallahu a’lamu bish shawaab.

leader banner alhidayat karpet

Sedang mencari karpet masjid, karpet kantor atau karpet permadani? Al Hidayat Karpet merupakan pusat jual karpet masjid, karpet permadani dan Karpet Kantor. Dapatkan penawaran harga karpet permadani, harga karpet kantor, dan harga karpet masjid terbaik hanya di Al Hidayat Karpet.

Call Now Button