Perjalanan Menjemput Ajal Bag.50

Perjalanan Menjemput Ajal Bag.50

Bila Dunia Dihadirkan

Sesunguhnya perbandingan orang-orang terdahulu –generasi pertama Islam- dengan orang-orang hari ini sangat jauh sekali. Maka tidak heran bila Allah Ta’ala memuji mereka dalam firman-Nya:

وَألسَّـابِقُوْنَ الْأَوَّلُوْنَ مِنَ الْمُهَـاجِرِيْـنَ وَالْأنَصَارِ وَالَّذِيْـنَ اتّـبَعُوْهُـمْ بِـإِحْسَـانٍ رَّضِـيَ اللهُ عَـنْهُـمْ وَرَضُوْا عَنْـهُ وَأَعَـدَّ لَـهُـمْ جَـنَّـاتٍ تَـجْرِى مِنْ تَـحْتِـهَـا الْأَنْـهَـارُ خَـالِدِيْـنَ فِيْـهَـا أَبَـدًا، ذَلِكَ الْفَوْزُ الْعَظِيْـمُ.

Orang-orang yang terdahulu lagi yang pertama-tama (masuk Islam) di anatara orang-oran muhajirin dan anshar dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik, Allah ridla kepada mereka dan mereka pun ridla kepada Allah dan Allah menyediakan bagi mereka surga di dalamnya, mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Itulah kemenangan yang besar. Qs. At Taubah 100.

Ya, perbandingannya cukup jelas sekali. Setidaknya terlihat dari cara memandang hidup dan kehidupan serta dalam memandang masalah dunia. 

dunia yang fana

Bila mereka sangat ringan sekalil ketika ‘hanya’ ada himbauan untuk infak atau bersedekah, sementara kaum muslimin hari ini sangat berat. Mereka sangat ringan sekali dalam hal pengorbanan –bahkan hingga nyawa sekalipun-, sementara kaum muslimin hari ini sanat susah sekali; jangankan berkorban nyawa, harta saja terkadang masih dipikir berulang kali.

Malik Ad Dary menceritakan bahwa Umar bin Khaththab radliyallahu ‘anhu, mengambil empat ratus dinar kemudian dimasukkan ke dalam pundi-pundi. Kemudian berkata kepada anak kecil, “Bawalah ini kepada Abu Ubaidah bin Jarrah, perhatikanlah di rumahnya hingga kamu melihat apa yang dia lakukan”.

Kemudian anak kecil itu pergi.

Sesampainya di rumah Abu Ubaidah bin Jarrah, anak kecil itu berkata, “Amirul Mukminin berpesan kepada anda, ‘Ini hanya sekedar untuk memenuhi sebagian kebutuhan anda’.

Abu Ubaidah berkata, “Semoga Allah membalas pemberiannya dan menyayanginya”.

Lalu Abu Udaidah berkata lagi, “Kemarilah, nak! Bawa tujuh dinar ini kepada Fulan, lima dinar ini kepada Fulan, lima dinar ini kepada fulan, lima dinar ini kepada fulan (hingga habis)”.

Kemudian anak tersebut kembali kepada khalifah Umar bin Khaththab radliyallahu ‘anhu dan menceritakannya. Sesampainya di sana Umar telah menyiapkan pundi-pundi yang sama untuk dibawa kepada Mu’adz bin Jabbal radliyallahu ‘anhu. Umar berkata, “Bawalah ini kepaa Mu’adz bin Jabbal, perhatikan sebentar hingga kamu melihat apa yang dia lakukan”.

Kemudian anak itu pergi.

Seampainya di alamat yang dituju, anak itu berkata, “Amirul Mukminin berpesan kepada anda, ‘Ini sekedar untuk memenuhi sebagian kebutuhan anda’.

Mu’adz bin Jabbal menjawab, “Semoga Allah menyayanginya dan membalas pemberiannya. Kemari, nak! Bawa sekian dinar ini ke rumah fulan, bawa sekian dinar ke rumah fulan”.kemudian istrinya keluar seraya berkata, “Demi Allah. Kita (termasuk) golongan orang miskin, sisakan untuk kita”. 

Saat itu dalam pundi hanya tersisa dua dinar. Mu’adz bin Jabbal radliyallahu ‘anhu melemparkan dua dinar itu kepada istrinya. 

Anak itu kemudian kembali kepada Umar bin Khaththab radliyallahu ‘anhu, lalu menceritakan kejadian yang dilihatnya. 

Umar berkomentar, “Sesungguhnya mereka, sebagian dengan sebagian yang lain adalah bersaudara”. 

Subhaanallah! Begitu jauh sekali bukan?

Wallahu a’lamu bish shawaab.

leader banner alhidayat karpet

Sedang mencari karpet masjid, karpet kantor atau karpet permadani? Al Hidayat Karpet merupakan pusat jual karpet masjid, karpet permadani dan Karpet Kantor. Dapatkan penawaran harga karpet permadani, harga karpet kantor, dan harga karpet masjid terbaik hanya di Al Hidayat Karpet.

Call Now Button