Perjalanan Menjemput Ajal Bag.57

Perjalanan Menjemput Ajal Bag.57

Kematian, seberat-berat ujian. – lanjutan 4 -.

Bila melihat sepenggal hadits di atas menunjukkan bahwa suatu kenikmatan yang sangat luar biasa bila mampu menjawab pertanyaan malaikat itu. Bayangkan, setelah mampu menjawab itu langsung Allah memerintahkan agar membentangkan dan memperluas kuburannya. Padahal tidak hanya itu nikmat kubu ryang akan diterimanya.

Lalu apa lagi? berikut kelanjutan haditsnya:

Kemudian datanglah orang yang wajahnya sangat bagus, pakaiannya bagus, bau (aroma)nya wangi. Dia mengatakan, “Kabar gembira dengan sesuatu yang menyenangkanmu. Kabar gembira dengan ridla Allah Ta’ala dan surga nan penuh kenikmatan abadi. Inilah hari yang dulu kamu dijanjikan. 

Si mayit (mukmin) dengan keheranan bertanya, “Semoga Allahjug amemberi kabar gembira untuk anda.  Siapakah anda? Wajah anda mendatangkan kebaikan”.

Perjalanan Kematian

Orang yang berwajah bagus ini menjawab, “Saya amal shalihmu”. 

-(Subhaanallah. Amal shalih yang menemani di waktu kesepian, menemani saat di alam kubur)-.

Kemudian dibukakan untuknya pintu surga dan pintu neraka. Ketika melihat ke neraka, disampaikan kepadanya, “Itulah tempatmu jika kamu bermaksiat kepada Allah Ta’ala. Dan Allah gantikan kamu dengan tempat yang itu”. 

Kemudian si mayit (mukmin) menoleh ke arah surga. 

Melihat janji surga, si mayit (mukmin) berdoa, “Wahai Rabbku, segerakanlah Kiamat, agar aku bisa berjumpa kembali ke keluarga dan hartaku”. Lalu disampaikanlah (dijawab) kepadanya, “Tenanglah!”.

Sementara hamba yang kafir, ketika hendak meninggalkan dunia dan menuju akhirat, turunlah para malaikat dari langit; yang bengis lagi keras. Wajahnya hitam, mereka membawa masuh (kain yang tidak nyaman digunakan) daari neraka. Mereka duduk di sekitar (calon) mayit sejauh mata memandang. Kemudian datanglah malaikat maut, lalu duduk di samping kepalanya. Dia memanggil, “Wahai jiwa yang busuk, keluarlah menuju kemurkaan Allah!”.

Ruhnya (langsung) ketakutan, dan terpancar ke seluruh tubuhnya. Lalu malaikat maut menariknya, sebagimana gancu bercabang banyak yang ditarik dari (kain) wol yang basah. Sehingga membuat putus pembuluh darah dan ruang tulang. 

Dan (ruhnya) langsung dipegang malaikat maut. Sementara para malaikat yang lain tidak meninggalkan walaupun sekejap, dan mereka langsung mengambilnya dari malaikat maut. Kemudian diberi masuh (kain yang tidak nyaman digunakan) yang mereka bawa. 

Ruh ini keluar dengan membawa bau yang sangat busuk, seperti busuknya bau bangkai yang pernah ada di muka bumi.

Merekapun naik membawa ruh ini. Setiapkali mereka melewati malaikat, para malaikat itu bertanya, “”Ruh siapakah yang busuk ini?”.

Malaikat yang membawa ruh itu menjawab, “Fulan bin Fulan” –(malaikat menyebut) nama yang paling buruk yang pernah dia gunakan ketika dia di dunia- hingga mereka sampai di langit dunia. Kemudian mereka minta dibukakan, namun tidak dibukakan.

 MasyaAllah. Bila melihat ruhnya orang-orang mukmin, penjaga pintu langit langsung membukakannya, tetapi untuk ruh orang-orang kafir, ternyata malaikat penjaga pintu langit tidak mau membukakan untuknya.

Wallahu a’lamu bish shawaab.

leader banner alhidayat karpet

Sedang mencari karpet masjid, karpet kantor atau karpet permadani? Al Hidayat Karpet merupakan pusat jual karpet masjid, karpet permadani dan Karpet Kantor. Dapatkan penawaran harga karpet permadani, harga karpet kantor, dan harga karpet masjid terbaik hanya di Al Hidayat Karpet.

Call Now Button