Artikel

Akhlak Para Salaf

1. Ikhlas beramal dan takut terjebak pada kubangan riya’. أَلَا لِلَّـهِ الدِّيْـنُ الْخَـالِصُ.  Ingatlah, hanya kepunyaan Allah-lah agama yang bersih (dari syirik). Qs. Az Zumar 3.  Nabi shalallahu ‘alaihi wa salam bersabda:   إِنَّ اللهَ لَا يَـقْـبَـلُ مِنَ الْعَـمَـلِ إِلَّا مَا كَانَ لَـهُ خَـالِـصًا وَابْـتُـغِـيَ بِـهِ وَجْـهُـهُ.   “Sesungguhnya Allah Ta’ala tidak menerima suatu amal […]

Akhlak Para Salaf Read More »

Para Salaf dalam Bercanda Bag.6

Muhammad bin Nu’man bin Abdus Salam berkata, “Aku tidak pernah melihat seorangpun yang lebih bertaqwa daripada Yahya bin Hamad. Dan menurutku dia tidak pernah tertawa”.  Imam Adz Dzahabi menanggapi, “Sedikit tertawa dn sedikit tersenyum itu lebih utama, dan bila tanpa itu pada diri para ulama, ada dua macam:  Pertama; lebih utama bagi orang yang meninggalkannya

Para Salaf dalam Bercanda Bag.6 Read More »

Para Salaf dalam Bercanda Bag.5

Dari Abu Hurairah radliyallahu ‘anhu, dia berkata, ‘(Ada beberapa sahabat yang bertanya). Kata mereka, “Wahai Rasulullah. Apakah engkau juga suka bersendau gurau bersama kami?”.  Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam menjawab:  إِنِّـي لَا أَقُـوْلُ إِلَّا حَـقًّـا.  “Sesungguhnya aku (juga bercanda namun) tidak pernah berucap kecuali kebenaran”. Diriwayatkan Tirmidzi dan Tabrani dengan sanad Hasa menurut Al Hafidz

Para Salaf dalam Bercanda Bag.5 Read More »

Para Salaf dalam Bercanda Bag.4

Dari Mu’awiyah bin Bahz, dia berkata, ‘Saya mendengar Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam bersabda:  وَيْـلٌ لِـلَّـذِيْ يُـحَدِّثُ فَـيُـكَـذِّبُ لِـيُـضْحِـكَ بِـهِ الْقَـوْمَ، وَيْـلٌ لَـهُ، وَيْـلٌ لَـهُ.  “Celakalah bagi orang-orang yang berbicara lalu (dalam berbicaranya itu) dia berdusta (dengan tujuan) agar dia ditertawakan (bisa bikin tertawa pada suatu) kaum. Celakalah dia. Celakalah dia”. Diriwayatkan Ahmad, no. 20046,

Para Salaf dalam Bercanda Bag.4 Read More »

Para Salaf dalam Bercanda Bag.3

Hasan Bashri berkata;  أَدْرَكْـتُ أَقْـوَامًـا كَانَ أَحَـدُهُـمْ أَشَـحُّ عَـلَى عُـمْـرِهِ مِنْـهُ دِرْهَـمِـهِ.  “Aku menjumpai beberapa kaum, salah satu dari mereka lebih pelit terhadap umurnya (waktunya) daripada dirham (harta) mereka”. Terdapat pada kitab Syarhu Sunnah, karya Imam Baghawi 14/225.  Inilah potret generasi para salafush shalih. Mereka benar-benar menerapkan firman Allah Ta’ala:  فَـإِذَا فَـرَغْتَ فَـانْـصَبْ. وَإِلَى رَبِّـكَ

Para Salaf dalam Bercanda Bag.3 Read More »

Para Salaf dalam Bercanda Bag.2

Dari Shuhaib radliyallahu ‘anhu, dia berkata, ‘Saya pernah mendatangi Nabi shalallahu ‘alaihi wa salam yang saat itu beliau sedang membawa roti dan kurma di tangannya.   Lalu Nabi shalallahu ‘alaihi wa salam bersabda:  أُدْنُ فَـكُـلْ  “Kemarilah dan makanlah”.  ‘Maka aku pun makan sebagian dari kurma itu’.  Kemudian Nabi shalallahu ‘alaihi wa salam bersabda:  تَـأْكُـلُ تَـمْـرًا

Para Salaf dalam Bercanda Bag.2 Read More »

Para Salaf dalam Bercanda

Dari Anas bin Malik radlliyallahu ‘anhu bahwa ada seorang laki-laki yang mendatangi Nabi shalallahu ‘alaihi wa salam lalu berkata, “Wahai Rasulullah. Gendonglah aku”.  Nabi shalallahu ‘alaihi wa salam menjawab:  إِنَّـا حَامِـلُـوْكَ عَـلَى وَلَـدٍ نَـاقَـةٍ.  “Aku akan menggendongmu di atas anak unta”.  Kemudian laki-laki itu bertanya kepada Rasulullah, “Apa yang bisa aku lakukan terhadap anak unta

Para Salaf dalam Bercanda Read More »

Para Salaf Menggunakan Waktu Bag.13

Ibnul Qayyim Al Jauzi rahimahhullah berkata tentang dirinya sendiri, “Saya melihat banyak orang yang sering mengunjungiku yang merupakan kebiasaan orang-orang dan mereka menyebut kunjungan yang sering itu sebagai kebaikan. Lalu mereka meminta untuk duduk. Di sana mereka terlibat dalam percakapan tentang orang-orang (ngrumpi) dan membicarakan hal-hal lain yang bukan menjadi urusan mereka. Dan inilah yang

Para Salaf Menggunakan Waktu Bag.13 Read More »

Para Salaf Menggunakan Waktu Bag.12

Disebutkan tentang Ibnu Nafis –beliau adalah tokohnya dalam ilmu kedokteran di zamannya-, bahwa beliau rahimahullah, ‘Apabila beliau hendak menulis suatu ilmu (maksudnya hendak menulis ilmu kedokteran) maka beliau selalu berwudhu terlebih dahulu lalu menajamkan penanya. Kemudian wajahnya dihadapkan ke dinding.  Kemudian beliau memulai menulis dengan sepenuh hatinya. Beliau benar-benar menulis dengan lancar seperti air mengalir. 

Para Salaf Menggunakan Waktu Bag.12 Read More »

Para Salaf Menggunakan Waktu Bag.11

Bakar bin Munir berkata, ‘Aku mendengar Abu Abdullah Al Bukhari berkata, “Aku berharap bisa bertemu Allah dan Dia tidak menuntut pertanggungjawabanku atas ghibah yang aku lakukan kepada seseorang”.  Imam Adz Dzahabi berkata, “Dia orang yang jujur, semoga Allah merahmatinya. Barangsiapa yang meneliti perkataannya dalam membahas masalah jarh dan ta’dil. Dia juga mengetahui kewara’annya dalam membicarakan

Para Salaf Menggunakan Waktu Bag.11 Read More »

Call Now Button