Akhlak Para Salaf Bag.8b

Ketika seseorang sedang mendapatkan ujian hendaklah melihat bagaimana kesabarannya nabi Ayyub ‘alaihi salam dalam menghadapi ujian. Ya, beliau seorang nabi dan rasul, kaya raya, suka bersedekah, memiliki anak-anak yang shalih lagi shalihah. Yang kesemuanya itu tentu menjadi idaman bagi setiap insan. 

Namun tiba-tiba semua keceriaan itu hilang dan berganti dengan suatu kemalangan. Yakni beliau mendapatkan ujian yang berkebalikan dengan yang pertama. Yakni yang pertama beliau diuji dengan uji berupa kesenangan (duniawi yang menyenangkan) kemudian beliau mengalami ujian yang kedua; beliau terkena penyakit kulit. Sehingga kulitnya rusak dan menimbulkan bau menyengat yang tidak enak bagi setiap orang yang menghirupnya.  

Tidak hanya itu, seluruh kekayaan beliau pun musnah dan habis! Bahkan beliau pun diusir oleh masyarakatnya karena bau yang menyengat dari tubuh beliau. 

Meski begitu beliau sama sekali tidak putus asa dan tidak pernah berkeinginan untuk mati atau berdoa agar Allah mensegerakan dirinya mati. Tidk sama sekali! 

sabar dan yakin

Beliau faham bahwa derita yang beliau rasakan adalah bagian ujian dari keimanannya. Sebab semua para nabipun juga selalu diuji Allah Ta’ala namun mereka semua tetap bersabar.  

يَـا بُـنَـيَّ اذْهَـبُوْا فَـتَـحَسَّـسَوُا مِن يُـوْسُـفَ وَأَخِيْـهِ وَلَا تَـايْـئَـسُوْا مِن رَّوْحِ اللهِ، إِنَّـهُ لَا يَـايْـئَسُ مِن رَّوْحِ اللهِ إِلَّا الْقَـوْمُ الْكَـافِـرُوْنَ. 

“Wahai anak-anakku, pergilah kalian, maka carilah berita tenang Yusuf dan saudaranya dan janganlah kalian berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya tiada berputus ada dari rahmat Allah, melainkan kaum yang kafir”. Qs. Yusuf 87. 

Namun begitu bukan berarti berdoa semacam meminta agar Allah menjadikan diri ini meninggal itu dilarang, tetapi ada syarat. Yaitu bila terjadi suatu firnah agama yang luar biasa, misalkan.  

Tetapi doanya juga tidak langsung meminta agar dirinya dicabut nyawanya saat itu juga. Melainkan memohon sekiranya di zaman itu memang terjadi zaman fitnah (agama) dan diperkirakan dirinya tidak sanggup mempertahankan diri maka doa semacam itu diperbolehkan. Contoh; negerinya tahu-tahu diserbu musuh lalu seluruh masyarakat dikumpulkan musuh di tanah lapang dan mereka disuruh mengikuti agama musuh. Kemudian satu persatu masyarakat disuruh maju dan ditanya; apakah dirinya mau mengikuti agama musuhnya atau tidak. Bila tidak maka dia langsung dibunuh, tetapi bila mau mengikuti agama musuh maka dia aman tidak dibunuh. 

Nah ketika dalam kondisi seperti ini, diperbolehkan berdoa agar Allah mencabut nyawanya guna menyelamatkan agama. 

Sebagaimana doa yang sering dipanjatkan seusai khatam membaca Al Qur’an. Di sana disebutkan; 

اللهُمَّ أَصْـلِحْ لِى دِيْـنِـيَ الَّـذِي هُوَ عِصْـمَةُ أَمْرِى، وَأَصْـلِحْ لِى دُنْـيَـايَ الَّتِـي فِيْـهَـا مَعَـاشِى، وَأَصْـلِحْ لِى آخِـرَتِي الَّـتِي فِيْـهَا مَـعَادِى، وَاجْعَـلِ الْحَـيَـاةَ زِيَـادَةً لِي فِى كُـلِّ خَيْـرٍ، وَاجْعَـلِ الْمَوْتَ رَاحَـةً لِى ِمِنْ كُـلِّ شَـرٍّ. 

“Ya Allah! Perbaikilah bagiku agamaku yang menjadi urusanku, perbaikilah duniaku yang menjadi tempat kehidupanku, perbaikilah bagiku akhiratku yang menjadi tempat kembaliku, serta jadikanlah kehidupanku mempunyai nilai tambah bagiku dalam kebaikan dan kematianku sebagai kebebasanku dari segala keburukanku”. Riwayat Muslim no. 2720. 

Jadi berdoa yang seperti ini tidak dilarang bahkan dianjurkan. Sebab di sana memohon jika memang kematiannya itu bisa menjadikan sebagai sebuah kebebasan dari segala keburukan dirinya. Jadi ini bukan doa putus asa. 

Wallahu a’lamu bish shawaab.

By: Abu Ibrahim.

leader banner alhidayat karpet

Sedang mencari karpet masjid, karpet kantor atau karpet permadani? Al Hidayat Karpet merupakan pusat jual karpet masjid, karpet permadani dan Karpet Kantor. Dapatkan penawaran harga karpet permadani, harga karpet kantor, dan harga karpet masjid terbaik hanya di Al Hidayat Karpet.

Call Now Button