Larangan berangan-angan untuk (cepat) mati.
Kebanyakan manusia ketika tertimpa sedikit musibah yang kemudian dianggapnya sebagai suatu cobaan atau musibah yang sangat berat dan besar. Maka (kebanyakan) mereka seringnya drop imannya.
Sehingga mereka berdoa agar disegerakan untuk mati. (Katanya) agar musibah itu segera sirna dari dirinya. Na’udzuillah! Padahal sebenarnya Allah sudah tahu bahwa setiap hamba-Nya yang diuji itu pasti sang hamba akan sanggup menghadapinya.
Hanya saja tergantung dari si hamba itu sendiri. Bila si hamba sabar maka dia akan berhasil dan akan mendapatkan pahala, tetapi bila dia tidak sabar lalu dia putus asa, maka dia akan mendapatkan dosa, sebagaimana yang firmankan: لَا يُـكَـلِّـفُ اللهُ نَـفْـسًـا إِلَّا وُسْـعَـهَـا، لَـهَـا مَا كَسَـبَـتْ وَ عَـلَيْـهَـا مَا اكْتَـسَـبَـتْ.
“Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. Dia akan mendapatkan pahala (dari kebajikan) yang diusahakannya dan dia (akan) mendapat siksa (dari kejahatannya)”. Qs. Al Baqarah 286.
Jadi bukan berarti Allah tidak suka dengan hamba-Nya yang sedang diuji itu, melainkan agar si hamba mau bersabar. Itu saja. Selain itu bila dia sabar tentu mau tidak mau kelak pasti manusia yang lain pun akan mengetahuinya.
Sehingga ketika nantinya dia diangkat Allah derajatnya maka manusia yang lain akan memakluminya. Sebab dia telah teruji. Oleh karena itu bersabarlah. Sebab bila semua jalan (perintah Allah) telah dijalani lalu mendapat rintangan maka ketahuilah bahwa sebenarnya secara tidak langsung Allah (selain menguji) sedang memperlihatkan kepada manusia.

Dan jangan sampai putus asa lalu ingin segera mati (karena dianggapnya ujiannya sangat berat). Ingatlah sabda Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam berikut ini: لَا يَـتَـمَـنَّ أَحَدَكُـمُ الْمَوْتَ، إِمَّـا مُـحْسِـنًـا فَـلَـعَلَّـهُ أَنْ يَـزْدَادَ إِحْسَـانًـا وَإِمَّـا مُـسِيْـئًـا فَـلَعَـلَّـهُ أَنْ يَـسْـتَـعْتَبُ.
“Janganlah salah seorang dari kalian berangan-angan untuk mati, jika dia orang baik semoga dia dapat menambah kebaikannya dn jika dia orang yang jahat semoga dia bertaubat”. Riwayat Bukhari 10/127 dan An Nasaa’i 4/3.
Pada hadits lain disebutkan: لَا يَـتَـمَـنَّـيَنَّ أَحَدَكُـمُ الْمَوْتَ وَلَا يَدْعُ بِـهِ مِنْ قَبْـلِ أَنْ يَـأْتِـيَهُ، إِنَّـهُ إِذَا مَاتَ أَحَدَكُـمْ انْـقَـطَعَ عَـمَلُـهُ، وَإِنّـهُ لَأ يَـزِيْـدُ الْمُـؤْمِنَ عُـمُـرُهُ إِلَّا خَـيْرًا.
“Janganlah seseorang mengharapkan kematian dan janganlah meminta mati sebelum datang waktunya. Karena orang mati itu amalnya akan terputus, sedangkan umur seorang mukmin tidaklah bertambah melainkan akan menambah kebaikan”. Diriwayatkan Muslim no. 2682.
Wallahu a’lamu bish shawaab.
insyaAllah bersambung.
By: Abu Ibrahim.

Sedang mencari karpet masjid, karpet kantor atau karpet permadani? Al Hidayat Karpet merupakan pusat jual karpet masjid, karpet permadani dan Karpet Kantor. Dapatkan penawaran harga karpet permadani, harga karpet kantor, dan harga karpet masjid terbaik hanya di Al Hidayat Karpet.
