Akhlak Para Salaf Bag.7

Sedikit tertawa.  

Sebenarnya sedikit tertawa itu bukan berarti para salafush shalih adalah dari orang-orang yang kaku atau kehidupannya yang serba kekurangan. Bukan itu! Melainkan disebabkan mereka selalu dan selalu teringat pada kehidupan akhirat.  

Hal itu membuat mereka tidak berani bercanda berlebihan sehingga takutnya nanti dalam candaanya justru terselip kata-kata kedustaan. Atau dalam candanya terselip meremehkan orang lain. Atau dalam candaannya justru lalai dengan shalat dan sebagainya.  

Mereka sedikit tertawa juga disebabkan seringnya mereka saat membaca Al Qur’an lalu mereka menemukan ayat-ayat tentang kehidupan neraka atau ancaman neraka.  

Lalu mereka membayangkan betapa dahsyatnya siksa di neraka itu. Sedikitnya tertawa mereka juga karena rasa takutnya mereka jika dalam hartanya ternyata masih ada harta orang lain (miskin dan yatim) yang masih tersimpan di rumahnya.  

sedikit tertawa

Atau masih belum bisa maksimal dalam memenuhi kebutuhan saudaranya semuslim yang tidak mampu. Dan setidaknya ayat di bawah inilah yang membuat mereka selalu sedikit tertawanya. وَيَـوْمَ يُـعْـرَضُوْنَ الَّـذِيْـنَ كَـفَـرُوْا عَـلَى النَّـارِ أَذْهَـبْـتُـمْ طَيِّـبَـاتِـكُـمْ فِى حَـيَـاتِـكُـمُ الدُّنْـيَـا وَاسْـتَـمْـتَعْـتُـمْ بِـهَـا فَالْيَـوْمَ تُـجْـزَوْنَ عَـذَابَ الْهُـوْنِ بِـمَـا كُـنْـتُـمْ تَـسْـتَـكْبِـرُونَ فِى الْأرْضِ بِـغَيْـرِ الْحَـقِّ وَبِـمَـا كُـنْـتُـمْ تَـفْسُـقُـوْنَ.  

Dan (ingatlah) hari (ketika) orang-orang kafir dihadapkan ke neraka (kepada mereka dikatakan), “Kamu telah menghabiskan rezekimu yang baik dalam kehidupan duniawimu (saja) dan kamu telah bersenang-senang dengannya; maka pada hari ini kamu dibalasi dengan adzab yang menghinakan karena kamu telah menyombongkan diri di muka bumi tanpa hak dan karena kamu telah fasik”, Qs. Al Ahqaaf 20.  

Umar bin Khaththab radliyallahu ‘anhu berkata, “Seandainya aku tidak khawatir amalku akan berkurang, niscaya aku akan mengikuti jejak kalian dalam kehidupan yang mudah.  

Akan tetapi, aku mendengar Allah Ta’ala mencela kaum dengan mengatakan (kemudian Umar bin Khaththab membacakan ayat di ayat –surat Al Ahqaaf 20-). Inilah yang membedakan antara para salafush shalih dahulu dengan kaum yang hidup pada masanya.  

Yakni meskipun mereka hidup di dunia namun hati mereka selalu ‘terikat’ dengan kehidupan akhirat. Namun meski ‘terikat’ dengan akhirat bukan berarti kehidupan mereka kesusahan secara finansial.  

Justru banyak dari mereka yang kehidupan dunianya jauh lebih tinggi dibanding kebanyakan masyarakat saat itu. Lihat saja Abdullah bin Mubarak rahimahullah. Beliau pernah menghajikan beberapa orang dengan biaya dari koceknya sendiri. Ini kan luar biasa! 

Wallahu a’lamu bish shawaab.

By: Abu Ibrahim.

leader banner alhidayat karpet

Sedang mencari karpet masjid, karpet kantor atau karpet permadani? Al Hidayat Karpet merupakan pusat jual karpet masjid, karpet permadani dan Karpet Kantor. Dapatkan penawaran harga karpet permadani, harga karpet kantor, dan harga karpet masjid terbaik hanya di Al Hidayat Karpet.

Call Now Button