Artikel

Virus Penyakit Lisan Bag.7

Melanggar janji:  Tidak usah jauh-jauh, seandainya dirinya telah berjanji kepada seseorang untuk bertemu di suatu tempat. Kemudian dirinya berusaha untuk menepati janji kepada seseorang pada tempat yang sudah disepakati, tetapi ternyata sesampainya di tempat yang sudah ditentukan itu; orang yang telah sepakat untuk tertemu ternyata tidak datang tanpa pemberitahuan apapun. Saat ditelepon tidak diangkat atau […]

Virus Penyakit Lisan Bag.7 Read More »

Virus Penyakit Lisan Bag.6

Bencana keenam: Mengejek dan mengolok-olok. Mengenai mengejek dan mengolok-olok sudah sering dibahas. Oleh karena tidak perlu dibahas lagi. Bencana ketujuh: membocorkan rahasia, melanggar janji, berdusta dalam perkataan dan sumpah. Bencana yang satu ini sangat-sangat berat. Betapa tidak? Rahasia; yang namanya rahasia tentu ada sesuatu yang pasti dianggapnya aib bila terdengar atau diketahui orang lain. Jangankan

Virus Penyakit Lisan Bag.6 Read More »

Virus Penyakit Lisan Bag.5

Bencana kelima: Bercanda.  Islam bukanlah agama yang kaku, tetapi juga agama yang terlalu longgar, sehingga dengan seenaknya para pemelukny dibiarkan bila melakukan suatu pelecehan terhadap Islam dan kaum muslimin. Tidak. Tidak seperti itu. Ketahuilah Islam agama yang tengah-tengah. Termasuk salah satunya mengenai candaan.  Ya orang (Islam) boleh-boleh saja bercanda, tetapi dalam candaannya tidak boleh ada

Virus Penyakit Lisan Bag.5 Read More »

Virus Penyakit Lisan Bag.4

Bencana keempat: Bicara keji, suka mencela dan mengumpat. Semua hal di atas sesungguhnya tercela dan dilarang. Karena merupakan sumber keburukan dan kehinaan. Dalam beberapa hadits disebutkan, di antaranya: “Jauhilah perkataan keji, karena Allah tidak menyukai perkataan keji dan mengata-ngatai dengan perkataan keji”. Diriwayatkan Ibnu Hibban, Ahmad dan Bukhari dalam Adabul Mufrad. Dalam hadits lain disebutkan;

Virus Penyakit Lisan Bag.4 Read More »

Virus Penyakit Lisan Bag.3

Bencana ketiga: Banyak bicara dan memaksakan diri dengan kata-kata bersajak. Diriwayatkan dari Jabir radliyallahu ‘anhu bahwa Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam bersabda:  إِنَّ مِنْ أَحَـبَّكُـمْ إِلَـيَّ وَأَقْـرَبِـَكُـمْ مِنِّى مَجْـلِسًـا يَوْمَ الْقِـيَـامَةِ أَحَاسِـنَكُـمْ أَخْلَاقًـا، وَإِنَّ أَبْـغَضَكُـمْ إِلَـيَّ وَأَبْـعَدَكُـمْ مِنِّي مَجْلِسًـا يَوْمَ الْقِيَـامَةِ الثَّـرْثَـارُوْنَ وَالْمَـتَـشَدِّقُـوْنَ وَالْمَتَـفَـيْـهِقُـوْنَ.  قَالُوْا يَا رَسُوْلَ اللهِ قَدْ عَلِـمْنَـا الثَّـرْثَارُوْنَ وَالْمُتَـشَدِّقُوْنَ. فَمَـا الْمَتَـفَـيْهِـقُـوْنَ؟ قَالَ:

Virus Penyakit Lisan Bag.3 Read More »

Virus Penyakit Lisan Bag.2

Bencana kedua: Melibatkan diri dalam kebatilan. Yakni ikut dalam membicaraan tentang kedurhakaan, seperti ikut serta di tempat-tempat perkumpulan untuk minum khamr dan tempat berhimpunnya orang-orang fasik.  Adapun kebatilan itu sendiri ada banyak macamnya. Sebagaimana diriwayatkan dari Abu Hurairah radliyallahu ‘anhu, dari Nabi shalallahu ‘alaihi wa salam bersabda: إِنَّ الرَّجُلَ لَيَـتَـكَـلَّـمُ بِالْكَـلِمَـةِ لَا يَـرَى بِـهَـا بَـأْسًا

Virus Penyakit Lisan Bag.2 Read More »

Virus Penyakit Lisan

Sungguh virus penyakit lisan ini mendatangkan bencana bagi setiap perkataan yang keluar darinya sangatlah banyak. Yang sering dilakukan kebanyakan manusia tanpa sadar bahwa perkataannya akan membawa pada bencana. Terlebih karena banyaknya orang yang ikut nimbrung di dalamnya, di antaranya; Bencana pertama: Perkataan yang tidak dibutuhkan. Berbicara terhadap hal-hal yang mubah memang diperbolehkan dalam Islam. Akan

Virus Penyakit Lisan Read More »

Adab-adab Berbicara Bag.5

ADAB-ADAB BERBICARA. -5- 10. Berhati-hati dari suka mengolok-olok orang. Berhati-hati dari suka mengolok-olok terhadap cara orang lain berbicara, seperti orang yang terbata-bata dalam berbicara atau seseorang yang kesulitan berbicara. Allah Ta’ala berfirman: يَـا أَيُّـهَـا الَّـذِيْـنَ آمَنُوْا لَا يَـسْخَـرْ قَـوْمٌ مِّن قَـوْمٍ عَـسَى أَن يَكُـوْنُـوْا خَـيْرًا مِّنْـهُـمْ وَلَا نِـسَآءٌ مِّن نِـسَآءٍ عَسَى أَن يَكُـنَّ خَيْـرًا مِّنْـهُـنَّ،

Adab-adab Berbicara Bag.5 Read More »

Adab-adab Berbicara Bag.4

7. Menjauhkan diri dari sifat kagum terhadap diri sendiri, sok fasih dan memaksakan diri dalam bertutur kata. Bila sebelumnya suka terkagum-kagum dengan diri sendiri maka hal ini sepintas akan sulit. Tetapi ingatlah bahwa semuanya pasti bisa bila sudah menyadarinya dan berusaha untuk berubah. Bukankah Allah juga akan merubahnya bila dirinya mau merubah? لَهُ مُـعَقِّـبَـاتٌ مِّن

Adab-adab Berbicara Bag.4 Read More »

Adab-adab Berbicara Bag.3

3. Menjauhi perbuatan ghibah. Wahai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan dari prasangka, sesungguhnya sebagian prasangka itu adalah dosa dan janganlah kamu mencari-cari kesalahan orang lain dan janganlah sebahagian  kamu menggunjing sebahagian yang lain. Sukakah salah seorang di antara kamu memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. Dan bertaqwalah kepada Allah.

Adab-adab Berbicara Bag.3 Read More »

Call Now Button