Artikel

Adab dalam Berbicara Bag.3

Dari Utsman bin Aswad, dia berkata, ‘Aku bertanya kepada Atha’ bin Abi Rabah, “Ada seorang laki-laki yang melewati suatu kaum, lalu sebagian dari mereka memfitnahnya. Apakah dia harus memberitahukannya (untuk menyangkal)?”  Atha’ bin Abi Rabah menjawab, “Tidak perlu. (Sesungguhnya) majlis-majlis (tempat-tempat mereka berkumpul itu) tersebut dipegang sebagai amanah”. Terdapat pada kitab Shiffatush Shafwah 2/214.  “Mulutmu […]

Adab dalam Berbicara Bag.3 Read More »

Adab dalam Berbicara Bag.2

Dari Mu’adz bin Sa’id, dia berkata, ‘Saat kami bersama Atha’ bin Abi Rabah, tiba-tiba ada seorang laki-laki berbicara tentang sebuah hadits, kemudian tiba-tiba ada laki-laki lainnya yang membantah hadits yang dibicarakan oleh laki-laki pertama tersebut.   Maka Atha’ pun berkata, “Maha Suci Allah (Subhaanallah)! Akhlak apa seperti ini? Akhlak apa seperti ini?”  “Aku mendengar sebuah

Adab dalam Berbicara Bag.2 Read More »

Adab dalam Berbicara

Fayidh bin Watsiq berkata, ‘Aku m Dari Maimun bin Mihran, dia berkata, ‘Ada seorang laki-laki mendatangi Salman Al Farisi lalu berkata, “Nasehatilah aku”.  Salman Al Farisi berkata, “Janganlah berbicara”.  Laki-laki itu menjawab, “Orang yang hidup di tengah-tengah masyarakat tentu tidak akan bisa menahan diri untuk tidak berbicara”.  Salman Al Farisi menjawab alasan laki-laki tadi, “Jika

Adab dalam Berbicara Read More »

Adab Terhadap Ulama Bag.6

Fayidh bin Watsiq berkata, ‘Aku mendengar Fudhail bin Iyadh berkata, “Jika engkau mampu maka janganlah  engkau menjadi perawi, atau seorang qari’ dan atau seorang pembicara.   Jika engkau pandai berbicara, maka mereka akan berkata, ‘Betapa pandainya dia berbicara, betapa indahnya ucapannya dan betapa indahnya suaranya’.  Engkau akan senang (ujub) dengan hal itu (pujian) dan menjadi

Adab Terhadap Ulama Bag.6 Read More »

Adab Terhadap Ulama Bag.5

Rustah berkata, ‘Aku mendengar Abdurrahman bin Mahdi berkata, “Jika seseorang bertemu dengan orang yang ilmunya lebih tinggi darinya, maka hari itu adalah hari ghanimah baginya. Jika dia bertemu dengan orang yang seperti dirinya, maka dia belajar kepadanya dan mengambil pelajaran darinya. Jika dia bertemu dengan orang yang ilmunya lebih rendah darinya, maka dia merendahkan diri

Adab Terhadap Ulama Bag.5 Read More »

Adab Terhadap Ulama Bag.4

Dari Umar bin Mudrak, kami mendapatkan berita dari Qasim bin Abdurrahman, kami mendapatkan berita dari Asy’ats bin Syu’bah Al Mashishii, dia berkata, ‘Ketika Harun Ar Rasyid tiba di Raqqah, orang-orang justru sibuk berlarian di belakang Abdullah bin Mubarak hingga sandal-sandal banyak pada putus dan debu beterbangan. Saat itu ibu dari putra amirul mukminin melihat keluar

Adab Terhadap Ulama Bag.4 Read More »

Adab Terhadap Ulama Bag.3

Ibrahim bin Ishaq Al Harbi berkata, ‘Bahwa Atha’ bin Abi Rabah adalah seorang budak berkulit hitam dari seorang kalangan seorang wanita Makkah. Hidungnya seperti kacang kapri. Sulaiman bin Abdul Malik, amirul mukminin, datang menemui Atha’ bin Abi Rabah bersama kedua putranya untuk meminta fatwanya Atha’, bin Abi Rabah. Mereka duduk di sampingnya saat Atha’ bin

Adab Terhadap Ulama Bag.3 Read More »

Adab Terhadap Ulama Bag.2

Dari Muhammad bin Amru, dari Abi Salamah, bahwa Abdullah bin Abbas radliyallahu ‘anhuma berdiri dihadapannya Zaid bin Tsabit radliyallahu ‘anhu untuk mengambil keberkahan (dari Zaid bin Tsabit radliyallahu ‘anhu).  Zaid bin Tsabit radliyallahu ‘anhu berkata, “Minggirlah wahai anak pamannya Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam!”.  Maka Abdullah bin Abbas menjawab, “Beginilah yang kami lakukan terhadap ulama

Adab Terhadap Ulama Bag.2 Read More »

Adab Terhadap Ulama

Dari Abi Wa-il bahwa Abdullah bin Mas’ud radliyallahu ‘anhu melihat seorang laki-laki yang memakai pakaian isbal (menutupi mata kaki). Maka Abdullah bin Mas’ud radliyallahu ‘anhu menegur pemuda itu seraya berkata, “Tinggikan lagi pakaianmu!”.  Laki-laki itu menjawab, “Engkau, wahai Abdullah bin Mas’ud, angkatlah pakaianmu”.  Abdullah bin Mas’ud radliyallahu a’nhu menjaab, “Sesungguhnya kulit kakiku kendur sedangkan aku

Adab Terhadap Ulama Read More »

Berurusan dengan Kesalahan Bag.15

Imam Adz Dzahabi berkomentar dalam biografinya Muhammad bin Ahmad bin Yahya Al Utsmani Asy Syafi’i Al Asy’ary, aku (imam Adz Dzahabi) katakan, “Kaum ekstrimis Mu’tazilah, kaum ekstrimis Syi’ah, kaum ekstrimis Hambali, kaum ekstrimis Asy’ariyah, kaum ekstrimis Murji-ah, kaum ekstrimis Jahmiyah dan kaum ekstrimis Karamiyah. Dunia telah diguncang oleh mereka. Dan mereka telah menjadi banyak (pengikutnya)

Berurusan dengan Kesalahan Bag.15 Read More »

Call Now Button