Adab dalam Berbicara Bag.8

Ahmad bin (Abi) Al Hawari berkata, ‘Kami mendapatkan berita dari Abu Abdullah Al Anthaki, dia berkata, ‘Suatu saat Fudhail bin Iyadh dan (Sufyan) Ats Tsauri bertemu dan berbincang-bincang. Mereka berdua saling ingat mengingatkan. Kemudian Sufyan Ats Tsauri memisahkan diri dari Fudhail bin Iyadh dan menangis. 

Lalu Sufyan Ats Tsauri berkata, “Semoga pertemuan ini menjadi rahmat dan berkah bagi kita berdua”. 

Fudhail bin Iyadh menjawab, “Wahai Abu Abdullah! Akan tetapi aku khawatir dia akan lebih membahayakan kita daripadanya. Bukankah engkau telah mempersiapkan sesuatu yang akan engkau sampaikan? Dan aku pun juga telah mempersiapkan sesuatu yang akan aku sampaikan. Hinnga engkau berhias untukku dan akupun berhias untukmu”. 

Sufyan Ats Tsauri menangis dan berkata, “Engkau telah menghidupkan diriku kembali. Semoga Allah Ta’ala juga menghidupkanmu kembali”. Terdapat pada kitab Siyaru A’laamin Nubalaa’ 8/349. 

Inilah potret ulama. Mereka bertemu bukan untuk saling menghujat dan rebutan masalah pengikut melainkan mereka bertemu untuk saling ingat mengingatkan dan nasehat menasehati.  

sufyan at tsauri

ثُـمَّ كَانَ مِنَ الَّـذِيْـنَ آمَنُـوْا وَتَـوَاصَوْا بِـالصَّبْـرِ وَتَـوَاصَوْا بِـاْلْمَـرْحَـمَـةِ. 

Dan dia termasuk orang-orang yang beriman dan saling berpesan untuk bersabar dan saling berpesan untuk saling berkasih sayang. Qs. Al Balad 17. 

Bukan hanya itu, salah satu dari mereka ada menangis itu bukan karena sakit hati melainkan nasehat dari kawannya yang benar-benar menyentuh hati tanpa harus teriak-teriak ketika menyampaikannya. Sehingga seorang alim sekelas Sufyan Ats Tsauri saja bisa menangis dan mendoakan kebaikan untuk kawannya yang menasehatinya, Fudhail bin Iyadh.  

Hal itu tiada lain disebabkan masing-masing dari mereka hatinya telah membuka untuk menerima nasehat dan ikhlas karena Allah Ta’ala.  

وَوَهَبْـنَـا لَهُـم مِّن رَّحْـمَـتِـنَـا وَجَـعَـلْنَـا لَهُـمُ لِـسَـانَ صِدْقٍ عَـلِيًّـا. 

Dan Kami anugerahkan kepada mereka sebagian dari rahmat Kami dan Kami jadikan mereka buah tutur yang baik lagi tinggi. Qs. Maryam 50. 

Ya, semoga mereka yang termasuk di antara para ibadurrahman. 

Dan hamba-hamba Tuhan Yang Maha Penyayang itu (ialah) orang-orang yang berjalan di atas bumi dengan rendah hati dan apabila orang-orang jahil menyapa mereka, mereka mengucapkan kata-kata yang baik. Qs. Furqaan 63. 

Wallahu a’lamu bish shawaab.

By: Abu Ibrahim.

leader banner alhidayat karpet

Sedang mencari karpet masjid, karpet kantor atau karpet permadani? Al Hidayat Karpet merupakan pusat jual karpet masjid, karpet permadani dan Karpet Kantor. Dapatkan penawaran harga karpet permadani, harga karpet kantor, dan harga karpet masjid terbaik hanya di Al Hidayat Karpet.

Call Now Button