Ada seseorang yang bertanya kepada Fudhail bin Iyadh, ‘Apa yang dimaksud dengan zuhud?’.
Fudhail bin Iyadh menjawab, “Qanaah”.
Kemudian orang tadi bertanya kembali, “Apa yang dimaksud dengan wara’?”.
Fudhail bin Iyadh menjawab, “Meninggalkan hal-hal yang haram”.
Orang tadi bertanya lagi, “Apa itu ibadah?”.
Fudhail bin Iyadh menjawab lagi, “Melaksanakan semua kewajiban”.
Kembali lagi orang tadi bertanya, “Apa yang dimaksud dengan tawadhu’?”
Fudhail nin Iyadh menjawab, “Berserah diri pada Al Haq”.
Kemudian Fudhail bin Iyadh menambahkan, “Hal yang paling utama dalam hal wara’ adalah dalam menjaga lisan”.

Imam Adz Dzahabi berkomentar, “Begitulah kenyataannya. Kalian mungkin melihat seorang yang shalih dalam hal makanan, pakaian, dan muamalah; tetapi ketika dia berbicara, maka isi hati yang paling dalam akan terlihat (keluar). Entah dia ingin jujur, namun tidak sepenuhnya mengungkapkan sebuah kebenaran.
Seandai dia mengatakan suatu kebenaran, maka dia akan menghiasi ucapannya agar terlihat kefasihannya atau menunjukkan yang terbaik dari apa yang dia miliki agar dia dipercaya. Atau seandainya dia diam dan tidak berbicara, maka diamnya itu memang disengaja agar dia dipuji orang lain.
Maka obatnya bagi orang seperti ini adalah menjauhkan diri dari orang lain kecuali kelompok”. Terdapat pada kitab Siyaru A’laamin Nubalaa’ 8/434.
Qanaah, atau merasa cukup. Adalah jawaban pertama dari Fudhail bin Iyadh atas pertanyaan dari seorang laki-laki yang bertanya kepadanya.
Ya, merasa cukup ini sudah sampai mendarah daging pada tiap insan beriman tentu tidak akan ada lagi kuropsi, kolusi dan nepotisme. Sebuah penyakit kronis yang telah menghinggapi tubuh negeri ini.
Dan ternyata qanaah yang dimaksud oleh Fudhail bin Iyadh itu tidak hanya qanaah dalam perkara materi (keduniaan/kebendaan) saja melainkan jauh lebih dari itu. Yaitu qanaah dalam arti hati yang tenteram, khusyu’ dan ikhlas.
Yakni sebagaimana yang telah dijelaskan oleh imam Adz Dzahabi di atas bahwa qanaah yang tertanam dalam hati itulah yang membuat seseorang akan merasa lebih ringan tatkala menjalan semua perintah Allah, dan betul-betul sangat lembut terhadap kaum muslimin, terutama dia pasti akan menjaga lisannya agar tidak sembarangan dalam berucap atau berkata. Sebab ucapan dari lisan itu sebenarnya menunjukkan isi hari dari orang yang berucap dan nilai jati diri dari orang tersebut.
Wallahu a’lamu bish shawaab.
By: Abu Ibrahim.

Sedang mencari karpet masjid, karpet kantor atau karpet permadani? Al Hidayat Karpet merupakan pusat jual karpet masjid, karpet permadani dan Karpet Kantor. Dapatkan penawaran harga karpet permadani, harga karpet kantor, dan harga karpet masjid terbaik hanya di Al Hidayat Karpet.
