Adab dalam Berbicara Bag.10

Dari ‘Ibayah bin Kaliib, dia berkata, ‘Aku mendengar Ibnu Samak berkata, “Binatang buas kalian terletak di antara dua janggut kalian. Yang dengannya kalian memakan setiap orang yang lewat di depan kalian. Kalian telah menyakiti penghuni rumah yang ada di rumah tersebut dan kalian tidak puas kalau hanya sekedar sampai di situ tetapi kalian juga menyerang para penghuni kubur. Kalian tidak mengasihi mereka, padahal jasad mereka telah membusuk, dan kalian di sini penggali mereka.”
“Kami tidak melihat bahwa menggali mereka berarti mengambil kain-kain kafan mereka. Apakah kalian berfikir bahwa menggali mayat berarti mencuri kain kafan dari mayatnya?”
“Tidak! Jika kalian menyebut aib mereka, berarti kalian telah menyingkap aib mereka”.
“Tiga perkara yang seharusnya menjadi petunjuk bagi kalian agar tidak menjelek-jelekkan saudara kalian;

Boleh jadi kalian menyebut tentang dia yang ada dalam dirimu. Maka bagaimana pendapat kalian tentang Tuhan kalian jika menyebut tentang saudara kalian yang ada di dalam diri kalian?

Boleh jadi kalian menyebut tentang diri kalian yang lebih besar dari itu, sehingga kebencian-Nya kepadamu semakin kuat.

Boleh jadi kalian menyebut tentang dia yang telah Allah ampuni dari kalian. Maka itu adalah balasan-Nya kepada kalian.
Tidakkah kalian mendengar; kasihanilah saudara kalian dan pujilah Dia yang telah mengampuni kalian”. Terdapat pada kitab Shiffatush Shafwah 3/176


Allah Ta’ala berfirman:


Sukakah salah seorang di antara kamu memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. Dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang. Qs. Al Hujuraat 12.

penyebab ghibah


Bila mau mencermati saat upacara menjelang pemberangkatan jenazah dari rumah duka hendak dibawa ke tempat peristirahatannya yang terakhir, biasanya ada tokoh agama yang mewakili dari pihak keluarga yang berbicara. Dan dalam upacara penyambutannya itu sang tokoh agama dengan mengatas namakan keluarga meminta agar pentakziayah mau memaafkan kesalahan-kesalahan si mayit yang pernah dilakukannya selama masa hidupnya. Dan apabila masih ada ganjalan karena urusan hak adami, terutama masalah hutang piutang, maka kaum muslimin yang takziyah hendak menghubungi keluarganya.


Ini menunjukkan bahwa dari pihak keluarga secara terbuka telah meminta maaf dan memohon agar si mayit juga dimaafkan bila ada kesalahan di masa hidupnya. Tetapi kenapa setelah berlalu, masih saja ada orang yang mau melucuti dan mengupas dosa-dosanya yang telah berlalu? Apakah masih ada rasa dendam?


Makanya Ibnu Samak sangat keras dalam menyoroti kasus ini. Tujuanya agar kaum muslimin benar-benar mengubur dosa-dosa masa lalunya bersamaan dengan dikuburnya si mayit.

Wallahu a’lamu bish shawaab.

By: Abu Ibrahim.

leader banner alhidayat karpet

Sedang mencari karpet masjid, karpet kantor atau karpet permadani? Al Hidayat Karpet merupakan pusat jual karpet masjid, karpet permadani dan Karpet Kantor. Dapatkan penawaran harga karpet permadani, harga karpet kantor, dan harga karpet masjid terbaik hanya di Al Hidayat Karpet.

Call Now Button