Artikel

Indikasi Lemah Iman Bag.17

Fenomena acuh terhadap hukum yang disunnahkan dan menutup mata terhadap perkara yang dianggap makruh itu kini telah mulai menggurita di tengah-tengah masyarakat. Sungguh ini adalah fenomena tentang indikasi lemahnya iman di tengah-tengah masyarakat. Hal itu terbukti setidaknya dari pertanyaan mereka (masyarakat) tentang perbuatan kebajikan, melainkan bertanya, “Perbuatan ini sampai derajat berdosa ataukah tidak?”. “Apakah perbuatan ini bernilai […]

Indikasi Lemah Iman Bag.17 Read More »

Indikasi Lemah Iman Bag.16

a. Memandang suatu perkara semata-mata dari sudut pandang ada tidaknya dalam perkara tersebut dan menutup mata dari perkara makruh.  Inilah salah satu titik lemah ketika seseorang hanya mempelajari wilayah cabangnya saja. Yaitu dia hanya sekedar memandang hukumnya saja tidak memandang dari sisi (khususnya) ruhiyahnya. Seperti shala sunnah, misalkan.  Karena dia memandang hanya dari sisi hukumnya

Indikasi Lemah Iman Bag.16 Read More »

Indikasi Lemah Iman Bag.15

a. Senang apa bila mendengar kesusahan saudaranya seiman. Ini suatu musibah. Bagaimana tidak? Ketika saudara seimannya mengalami suatu musibah dia malah senang. Pertanyaannya: di mana imannya? Bukankah dalam ayat Allah telah berfirman :إِنَّـمَا الْمُؤْمِنُوْنَ إِخْوَةٌ .Sesungguhnya orang-orang mukmin adalah bersaudara. Qs. Al Hujuraat 10. Yang namanya saudara –apalagi persaudaraan karena keimanan- itu pasti hubungannya amat

Indikasi Lemah Iman Bag.15 Read More »

Indikasi Lemah Iman Bag.14

a. Berkata-kata indah tetapi tidak terbukti dalam kenyataannya. يَـاأَيُّـهَـاالَّذِيْـنَ آَمَنُوْا لِـمَ تَـقُوْلُوْنَمَالَا تَـفْعَـلُوْنَ. كَبُـرَ مَكْـتًـا عِنْدَ اللهِ أَنْ تَـقُوْلُوْأ مَا لَاتَـفْعَـلُوْن ِWahai orang-orang yang beriman, mengapa kamu mengatakan apa yangtidak kamu perbuat? Amat besar kebencian di sisi Allah bahwa kamu mengatakanapa-apa yang tiada kamu kerjakan. Qs.Ash Shaff 2-3. Di Indonesia, setiap lima tahun sekali selalu

Indikasi Lemah Iman Bag.14 Read More »

Indikasi Lemah Iman Bag.13

Kira-kira adalah suatu penyakit. Meskipun pelakunya selalu beralasan untuk ini dan itu.Tetapi kenyataannya dia sama sekali tidak pernah bersedekah kecuali sangat sedikit dan itupun terpaksa. Atau beralasan, “Kita kumpum-kumpulkan dananya dulu nanti kalau sudah banyak baru kita akan sedekah”. Sungguh ini tidak akan pernah terjadi. Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam bersabda: لَا يَـجْتَـمِعُ الشُّحُّ وَالْإِيْـمَـانُ

Indikasi Lemah Iman Bag.13 Read More »

Indikasi Lemah Iman Bag.12

Apabila perilaku dirinya sudah dielu-elukan seperti raja, yakni ketika dirinya berjalan kemudian semua akan berdiri menyambutnya. Kemudian orang-orang tidak akan (bahkan tidak boleh) duduk sebelum dirinya duduk. Maka ketahuilah bahwa perilaku seperti sangat dibenci Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam. Sabda Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam: لَا تُـقِيْـمُ الرَّجُلُ مِنْ مَجْـلِسِهِ ثُـمَّيَـجْلِسُ فِيْـهِ. “Janganlah seseorang menyuruh

Indikasi Lemah Iman Bag.12 Read More »

Indikasi Lemah Iman Bag.11

Senang tampil di depan umum. Memang tampil di depan umum dilarang? Bukan dilarang bahkan dianjurkan jika memang itu sangat bermanfaat dan urgen. Tetapi jika ‘hanya sekedar’ suka tampil di depan umum agar dirinya bisa memenuhi isihalaman suatu majalah atau koran atau biar bisa tershoting oleh salah satutelevisi nasional, misalkan. Nah ini masalah. Sebab tidak akan

Indikasi Lemah Iman Bag.11 Read More »

Indikasi Lemah Iman Bag.10

b. Senang menonjolkan diri.  Perasaan senang untuk menonjolkan diri atau ingin populer itu memiliki banyak bentuk; di antaranya adalah sebagai berikut:  – Berambisi terhadap jabatan dan kekuasaan tanpa memperhitungkan besarnya tanggung jawab dan resiko.  Rasulullash shalallahu ‘alaihii wa salam bersabda:  إِنَّـكُـمْ سَـتَحْـرِصُوْنَ عَـلَى الْإِمَـارَةِ، وَسَـتَكُـوْنُ نَدَامَةً يَـوْمَ الْقِيَـامَةِ، فَـنِعْـمَ الْمُرْضَعَـةُ، وَبِـئْسَتِ الْفَاطِمَـةُ.   “Sesungguhnya kalian akan berambisi terhadap jabatan dan kelak jabatan itu akan menjadi penyesalan pada hari Kiamat. Maka, sungguh jabatan

Indikasi Lemah Iman Bag.10 Read More »

Indikasi Lemah Iman Bag.9

Ini adalah peringatan bagi orang-orang yang sama sekali tidak marah ketika melihat hal-hal yang diharamkan Allah ternyata justru diremehkan orang. Sebab setidaknya kalau melihat seseorang; dia termasuk golongan yang mana; apakah termasuk orang yang marah ketika melihat kemungkaran dia diam saja atau justru dia akan marah besar ketika larangan-larangan diremehkan.  Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam

Indikasi Lemah Iman Bag.9 Read More »

Indikasi Lemah Iman Bag.8

b. Tidak marah ketika terjadi pelanggaran terhadap hal-hal diharamkan Allah.  Salah satu tujuan dari ajaran nahyu ‘anil mungkar (mencegah dari perbuatan mungkar) adalah agar tidak ada lagi kemungkaran di muka bumi dan yang ada adalah kema’rufan. Bahkan amar ma’ruf nahi mungkar sendiri dimasukkan Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam sebagai barometer keimanan seseorang. Sebagaimana sabdanya:  مَنْ رَآى مِنْكُـمْ مُنْكَـرًا فَلْيُـغَـيِّـرْهُ بِـيَدِهِ، فَـإِنْ لَـمْ يَـسْتَـطِعْ فَبِـلِسَـانـِهِ، فَـإِنْ لَـمْ يَـسْتَـطِعْ فَـبِقَـلْبِـهِ. وَذَلِكَ أَضْعَـافُ الْإِيْـمَـانِ.  “Barangsiapa yang melihat kemungkaran maka hendaklah dia mengubahnya dengan tangannya,

Indikasi Lemah Iman Bag.8 Read More »

Call Now Button