d. Pembicaraannya hanya tentang gaya hidup yang berlandaskan akal pikiran.
Sesunggunya orang-orang yang dalam pembicaraannya selalu tidak pernah terlepas dari masalah keduniaan dan gaya hidup yang kekinian, maka ketahuilah bahwa orang-orang seperti itu sebenarnya telah diperbudak oleh dunia.
Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam bersabda:
تَـعِسَ عَبْدَ الدِّيْـنَارِ وَ الدِّرْهَـمِ وَالْقَـطِيْـفَةِ، وَالْخَمِيْـصَةِ، إِن ْأُعْـطِـيَ رَضِـيَ وَإِنْ لَمْ يُـعْطَ لَمْ يَـرْضَ.
“Celakalah hamba dinar, celakalah hamba dirham, Qathifah (pakaian yang tebal), serta hamba khamishah (baju bergaris-garis dari sutera atau wol), jika diberi dia akan ridha dan jika tidak diberi makia dia tidak akan ridha”. Riwayat Bukhari no. 5955, dari Abu Hurairah radliyallah ‘anhu.
Benar apa yang disampaikan Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam. Orang-orang yang selalu menghamba pada dinar, dirham, pakaian tebal dan kain wol itu adalah orang-orang yang celaka. Betapa tidak?

Dinar dan dirham; meski secara sekilas benda itu menunjukkan bahwa pemiliknya (dinar dan dirham) dianggap sebagai orang kaya. Tetapi pada dasarnya dia sendirilah yang diperbudak oleh dinar dan dirham. Sebab tidak akan mungkin dia akan membiarkan dinar dan dirhamnya tergeletak begitu saja di mana-mana, meliankan dia tetap harus menjaganya agar dinar dan dirhamnya tidak hilang.
Maka dicarilah alat-alat untuk penyimpanan dinar dan dirham agar tidak dicuri orang lain. Dia juga harus mengupayakan agar dinar dan dirhamnya tetap aman tersimpan. Bahkan dia juga harus ‘membayar’ jasa manusia agar dinar dan dirhamnya tidak hilang atau dicuri orang ataupun dijarah orang lain.
Adapun kain tebal dan kain wol; maka sesungguhnya dia telah diperbudak dengan cara dia harus selalu meng-update dan meng-upgrade pakaiannya (kain tebal dan kain wol) agar tidak dianggap ketinggalan zaman. Padahal sebenarnya setiap saat yang namanya model itu selalu berubah.
Lalu bagaimana dengan pakaian-pakaian yang telah dikoleksinya hingga bertumpuk-tumpuk di beberapa lemarinya? Apakah mau diserahkan kepada badan amal secara cuma-cuma? Atau mau dilelang? Padahal yang namanya barang yang sudah dipakai tentu harganya akan jatuh bebas bila dijual kembali.
Tetapi apabila tidak dilelang, sementara dia harus membeli lagi produk baru dari desainer kenamaan, tentu lemarinya akan kepenuhan, bukan?
Jangan masalah pakaian, dahulu di medio awal tahun 1990an, saat munculnya warnet. Betapa besar keuntungan yang diraub oleh pemilik warnet. Tetapi ketika muncul hp, perlahan warnet mulai ditinggalkan. Tidak lama kemudian muncul internet, maka warnet pun betebaran. Dan ketika hp android muncul maka warnet-warnet yang tadinya berjubel pun perlahan mulai ditinggalkan pelanggan.
Itulah dunia. Lalu masihkan mau mengikuti gaya hidup yang penuh dengan kefanaan ini?
Wallahua’lamu bish shawaab
By: Abu Ibrahim.

Sedang mencari karpet masjid, karpet kantor atau karpet permadani? Al Hidayat Karpet merupakan pusat jual karpet masjid, karpet permadani dan Karpet Kantor. Dapatkan penawaran harga karpet permadani, harga karpet kantor, dan harga karpet masjid terbaik hanya di Al Hidayat Karpet.
