b. Banyak melakukan debat kusir dan berbantah-bantahan yang dapat mengeraskan hati.
Rasulullah shalallahu ‘alaihii wa salam bersabda:
مَا ضَلَّ قَوْمٌ بَعْدَ هُدًى كَانُوْا عَـلَيْهِ إِلَّا أُوْتُـوْا الْجَدَلَ.
“Tidaklah suatu kaum tersesat, setelah mereka mendapatkan petunjuk, melainkan karena mereka senantiasa melakukan debat kusir”. Riwayat Ahmad no. 22164, Tirmidzi no. 3252, Ibnu Majah no. 48, Ibnu Abi Ashim dalam kitab As Sunnah, AL Hakim dalam Al Mustadrak, Al Baihaqi dalam Syu’abul Iman, dan Thabaranni dalam Al Mu’jam Al Kabiir, dari Abu Umamah Al Bahili Shuday bin ‘Ajlan radliyallahu ‘anhu.
Pertanyaannya sekarang, “Kok bisa ya?”
Ya bisa. Sebab debat kusir debat yang tidak memakai hujjah atau dalil atau argumen kecuali hanya untuk menguatkan ego dirinya sendiri dan melemahkan lawan bicaranya. Seakan dirinya pantang untuk kalah!

Nah dalam kondisi seperti ini muncullah rasa tidak mau dikalahkan oleh lawan bicara. Dan terkadang muncul kalilmat-kalimat yang seharusnya tidak terucap tetapi malah justru terucap.
Lihatlah bagaimana orang-orang musyrik Makkah ketika kalah debat dengan Rasulullah shalallahu ‘alaiihi wa salam. Allah abadikan ucapan mereka:
وَإِذْ قَـالُوْا اللهُـمَّ إِن كَانَ هَذَا هُوَ الْحَـقُّ مِنْ عِنْدِكَ فَـأَمْطِـرْ عَـلَيْـنَـا حِجَارَةً مِّنَ السَّمَـاءِ أَوِ ائْتِـنَـا بِعَـذَابٍ أَلِـيْـمٍ.
Dan (ingatlah), ketika mereka (orang-orang musyrik) berkata, “Ya Allah, jika betul (Al Qur’an) ini, dialah yang benar dari sisi Engkau, maka hujanilah kami dengan batu dari langit, atau datangkanlah kepada kami adzab yang pedih”. Qs. Al Anfaal 32.
Na’udzubillah. Bukankah ucapan di atas seharusnya tidak terucap? Ya hal itu disebabkan mereka merasa gengsi kalau kalah dalam debat.
Maka menghindari debat kusir itu jauh lebih baik daripada menanggapi debatnya, meskipun dirinya dalam posisi yang benar. Hal itu demi tidak terucap suatu ucapan yang seharusnya tidak diucapkan. Bahkan Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam sendiri telah menjamin rumah d surga bagi orang-orang yang mau menghindari debat kusir. Sabdanya:
أَنَا زَعِيْـمٌ بِـبَـيْتٍ فِى رَبَضِ الْجَنَّـةِ لِمَنْ تَـرَكَ الْمِرَاءَ وَإِنْ كَانَ مُـحِـقًّـا.
“Aku menjamin dengan sebuah rumah di halaman surga, bagi siapapun yang meninggalkan debat kusir, meskipun dia berada di pihak yang benar”. Riwayat Abu Daud no. 4820, Al Baihaqi dalam As Sunnah Al Kubra, dan Ath Thabarani dalam Al Mu’jam Al Kabiir, dari Abu Umamah Al Bahili radliyallahu ‘anhu.
Wallahua’lamu bish shawaab
By: Abu Ibrahim.

Sedang mencari karpet masjid, karpet kantor atau karpet permadani? Al Hidayat Karpet merupakan pusat jual karpet masjid, karpet permadani dan Karpet Kantor. Dapatkan penawaran harga karpet permadani, harga karpet kantor, dan harga karpet masjid terbaik hanya di Al Hidayat Karpet.
