e. Tidak merasakan adanya tanggung jawab untuk membela Islam.
Sebenarnya membela Islam itu bukan kewajibannya para ulama ataupun para ustadz, melainkan kewajiban bagi seluruh umat Islam, tidak terkecuali. Meskipun hanya sekedar nge-share video dakwah atau copas naskah dakwah. Atau mengajak orang lain untuk shalat ke masjid.
ادْعُ إِلَى سَبِيْـلِ رَبِّكَ بِالْحِـكْـمَةِ وَالْمَوْعِظَةِ الْحَسَنَةِ.
Serulah (manusia) kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik. Qs. An Nahl 125.
Jadi siapapun dia, selama dirinya masih muslim maka dia memiliki kewajiban untuk berdakwah dan membela Islam. Bila tidak maka itu menandakan bahwa imannya sedang melemah.
Lihatlah bagaimana para sahabat Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam ketika mereka masuk Islam, maka mereka langsung pulang ke kaumnya dan mengajak kaumnya agar mereka masuk Islam. Padahal mereka baru saja masuk Islam! Lalu bagaimana dengan mereka yang sudah lama beragama Islam atau bahkan mereka yang sejak lahir sudah Islam.

Adalah Tsumamah bin Utsal Al Hanafi, seorang pemimpin penduduk Yamamah yang ditawan oleh pasukan Islam dan dibawa ke Madinah kemudian diikat pada tiang masjid Nabawi. (Selama tiga hari berturut-turut), Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam mengajaknya untuk menerima Islam.
Dan benar, Allah mengetuk hatinya Tsumamah bun Utsal hingga Tsumamah pun masuk Islam. Nah karena Tsumamah bin Utsal masuk Islam maka Tsumamah bin Utsal langsung dilepas bebas.
Setelah itu Tsumamah bin Utsal radliyallahu ‘anhu melanjutkan perjalanannya umrah ke Makkah. Sesampainya di Makkah, (setelah menunaikan umrah dan mendapatkan kecaman keras dari kaum Quraisy Makkah akibat keislamannya) maka dia berkata lantang kepada kaum Quraisy, katanya:
وَاللهِ، لَا يَـأْتِيْـكُـمْ مِنَ الْيَـمَامَةِ حَبَّةٌ حِنْـطَةٍ حَتَّى يَـأْذَنَ فِيْـهَـا رَسُوْلُ اللهِ صلى الله عليه وسلم.
“Demi Allah! Sekali-kali satu butir gandum pun dari Yamamah tidak akan dikirim (diekspor dan dijual) kepada kalian, sampai Rasulullah mengizinkannya”. Riwayat Bukhari no. 4372, dan Muslim no. 1764 dari Abu Hurairah radliyallahu ‘anhu.
Dan benar saja, Tsumamah bin Utsal radliyallahu ‘anhu langsung memboikot ekonominya kaum Quraisy dengan cara tidak mengirimi gandum ke kota Makkah.
Wallahua’lamu bish shawaab
By: Abu Ibrahim.

Sedang mencari karpet masjid, karpet kantor atau karpet permadani? Al Hidayat Karpet merupakan pusat jual karpet masjid, karpet permadani dan Karpet Kantor. Dapatkan penawaran harga karpet permadani, harga karpet kantor, dan harga karpet masjid terbaik hanya di Al Hidayat Karpet.
