Artikel

Sebab-sebab Lemah Iman

Di atas sudah dibahas tentang tanda-tanda lemahnya iman. Maka berikut ini akan dibahas tentang sebab-sebab lemahnya iman. Tujuannya agar tahu cara mengatasi ketika imannya menurun dan cara menanggulanginya.  Berikut ini faktor penyebab lemahnya iman:  1. Jauh dari lingkungan Islami dalam jangka waktu yang lama.  أَلَمْ يَـأْنِ لِلَّذِيْـنَ آَمَنُوْا أَن تَـخْشَعَ قُلُوْبُـهُـمْ لِذِكْـرِ اللهِ وَمَا نَـزَلَ […]

Sebab-sebab Lemah Iman Read More »

Indikasi Lemah Iman Bag.26

e. Berlebih-lebihan dalam memenuhi kebutuhan fisiknya. Baik dalam urusan makanan, minuman, pakaian, tempat tinggal maupun kendaraan.  Allah Ta’ala berfirman:  زُيِّـنَ لِلنَّاسِ حُبُّ الشَّهَـوَاتِ مِنَ النِّسَاءِ وَالْبَنِـيْـنَ وَالْقَنَـاطِيْـرِ الْمُقَـنَـطَرَةِ مِنَ الذَّهَبِ وَالْفِضَّةِ وَالْخَـيْلِ الْمُسَوَّمَـةِ وَالْأَنْـعَامِ وَالْحَرْثِ، ذَلِكَ مَتَاعُ الْحَيَـاةِ الدُّنْـيَـا، وَاللهُ عِنْدَهُ حُسْنُ الْمَـئَابِ.  Dijadikan indah pada (pandangan) manusia kecintaan kepada apa-apa yang diingini, taitu; wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang-binatang ternak dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia dan di sisi Allah-lah tempat kembali yang

Indikasi Lemah Iman Bag.26 Read More »

Indikasi Lemah Iman Bag.25

d. Pembicaraannya hanya tentang gaya hidup yang berlandaskan akal  pikiran.  Sesunggunya orang-orang yang dalam pembicaraannya selalu tidak pernah terlepas dari masalah keduniaan dan gaya hidup yang kekinian, maka ketahuilah bahwa orang-orang seperti itu sebenarnya telah diperbudak oleh dunia.   Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam bersabda:  تَـعِسَ عَبْدَ الدِّيْـنَارِ وَ الدِّرْهَـمِ وَالْقَـطِيْـفَةِ، وَالْخَمِيْـصَةِ، إِن ْأُعْـطِـيَ رَضِـيَ وَإِنْ

Indikasi Lemah Iman Bag.25 Read More »

Indikasi Lemah Iman Bag.24

c. Ketergantungan hati terhadap dunia, gandrung terhadap kenikmatan duniawi dan merasa tenteram dengannya.  Sesungguhnya Allah Ta’ala telah banyak menyebutkan dalam Al Qur’an bahwa sebenarnya dunia itu sangat fana. Dan senenagannya pun bersifat sementara. Hal ditujukan agar kaum muslimin jangan sampai terlena dengan tipuan dunia.  Dalam ayat-ayat-Nya beberapa kali Allah menyebut kata Al Istimta’ (الْإِسْـتِمْـتَـاعْ) yang

Indikasi Lemah Iman Bag.24 Read More »

Indikasi Lemah Iman Bag.23

b. Banyak melakukan debat kusir dan berbantah-bantahan yang dapat mengeraskan hati.  Rasulullah shalallahu ‘alaihii wa salam bersabda:  مَا ضَلَّ قَوْمٌ بَعْدَ هُدًى كَانُوْا عَـلَيْهِ إِلَّا أُوْتُـوْا الْجَدَلَ.  “Tidaklah suatu kaum tersesat, setelah mereka mendapatkan petunjuk, melainkan karena mereka senantiasa melakukan debat kusir”. Riwayat Ahmad no. 22164, Tirmidzi no. 3252, Ibnu Majah no. 48, Ibnu Abi Ashim dalam kitab As Sunnah, AL Hakim dalam Al Mustadrak, Al Baihaqi dalam Syu’abul Iman, dan Thabaranni dalam Al Mu’jam Al Kabiir, dari Abu Umamah Al Bahili Shuday bin ‘Ajlan radliyallahu ‘anhu.  Pertanyaannya

Indikasi Lemah Iman Bag.23 Read More »

Indikasi Lemah Iman Bag.22

a. Gemetar dan ketakutan setiapkali terjadi musibah atau problem.  Dalam pepatah Indonesia disebutkan: Berani karena benar dan takut karena salah.  Ya begitulah sebenarnya Islam mengajarkan. Maka bila ada seseorang yang dia gemetar dan ketakutan ketika menemui masalah dan musibah atau problem, bisa jadi karena selama ini yang dia lakukan tidak sesuai dengan ketentuan Islam. Sebab bila sesuai

Indikasi Lemah Iman Bag.22 Read More »

Indikasi Lemah Iman Bag.21

e. Tidak merasakan adanya tanggung jawab untuk membela Islam.  Sebenarnya membela Islam itu bukan kewajibannya para ulama ataupun para ustadz, melainkan kewajiban bagi seluruh umat Islam, tidak terkecuali. Meskipun hanya sekedar nge-share video dakwah atau copas naskah dakwah. Atau mengajak orang lain untuk shalat ke masjid.   ادْعُ إِلَى سَبِيْـلِ رَبِّكَ بِالْحِـكْـمَةِ وَالْمَوْعِظَةِ الْحَسَنَةِ.  Serulah

Indikasi Lemah Iman Bag.21 Read More »

Indikasi Lemah Iman Bag.20

d. Terlepasnya tali persaudaraan antara orang-orang yang saling mencintai.  Ini adalah aneh. Di ayatnya disebutkan agar tetap terus menjaga tali ukhuwwah (persaudaraan Islam) tetapi ini malah justru melepas tali persaudaraan sesama kaum muslimin.  Atau setidaknya dalam sehari semalam kaum muslimin selalu mengucapkan:  إِهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَـقِيْـمَ. صِرَاطَ الَّذِيْـنَ أَنْـعَمْـتَ عَـلَيْهِـمِ غَيْـرِ الْمَعْضُوْبِ عَـلَيْهِـمْ وَلَا الضَّـآلِّيْـنَ.  “Tunjukilah

Indikasi Lemah Iman Bag.20 Read More »

Indikasi Lemah Iman Bag.19

c. Tidak memperhatikan urusan kaum muslimin.  Salah satu musibah yang dialami seorang muslim adalah ketika dirinya sama sekali sudah tidak memiliki kepedulian terhadap kaum muslimin. Kenapa?  Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam bersabda:  مَنْ لَـمْ يَـهْتَـمْ بِـأَمْرِ الْمُسْلِمِـيْنَ فَلَيْـسَ مِنْهُـمْ.  “Barangsiapa yang tidak peduli dengan urusan kaum muslimin, maka dia bukan termasuk golongan mereka”. Riwayat Thabrani.   Ibnu Taimiyah berkata, “Dan barangsiapa yang tidak ridha terhadap apa yang diridhai orang-orang mukmin dan murka terhadap apa yang

Indikasi Lemah Iman Bag.19 Read More »

Indikasi Lemah Iman Bag.18

b. Meremehkan perbuatan ma’ruf dan tidak menaruh perhatian terhadap amal-amal kebajikan yang sepele.  Dalam pepatah Indonesia disebutkan, “Sedikit demi sedikit lama lama menjadi bukit”. Pepatah ini dahulu sering sekali diajarkan oleh guru sekolah dasar. Ya, itulah paling tidak seharusnya kaum muslimin (khususnya di Indonesia) faham tentang filosofinya. Yaitu ketika ada seseorang yang melakukan sesuatu yang ma’ruf seharusnya tidak diremehkan. Sebab siapa tahu dari

Indikasi Lemah Iman Bag.18 Read More »

Call Now Button