Sebab-sebab Lemah Iman Bag.3

Tidak mau menuntut ilmu syar’i dan dari para salafush shalih.

Ada ungkapan dari bahasa Arab yang mengatakan: 

مَنْ أَرَادَ الدُّنْـيَـا فَعَـلَيْهِ بِالْعِـلْـمِ وَمَنْ أَرَادَ الْآخِرَةَ فَعَلَـيْهِ بِالْعِلْمِ، وَمَنْ أَرَادَ هُـمَـا فَعَلَيْـهِ بِالْعَلْـمِ. 

“Barangsiapa yang menginginkan (kebahagiaan) dunia, maka hendaknya dengan ilmu. Dan barangsiapa yang menginginkan (kebahagiaan) di akhirat, maka hendaknya dengan ilmu. Dan barangsiapa yang menginginkan (kebahagiaan) dunia dan akhirat, maka hendaknya dengan ilmu”. 

Kalimat di atas menunjukkan bahwa siapapun dia bila ingin menguasai sesuatu –baik dunia maupun akhirat- maka dia harus mengilmuinya. Bila tidak maka akan sia-sialah upaya dan usahanya untuk menguasai sesuatu itu. 

Begitu juga halnya dengan masalah iman. Salah satu penyebab iman seseorang itu lemah ya disebabkan karena tidka mau menuntut ilmu syar’i dan tidak mendekati ilmu-ilmu dari para salafush shalih. Padahal hari ini yang namanya buku-buku karya para imam dari salafush shalih amat sangat banyak sekali bahkan membludak.  

Lalu bagaimana dia akan faham akan Islam kalau dia tidak mau menuntut ilmu syar’i dan tidak mau mentelaah buku-buku induk dari para salafush shalih? Andai dia memaksakan diri untuk memahami Islam namun tanpa dilandasi bekal ilmu-ilmu syar’i dan dari para salafush shalih, sudah bisa dipastikan bahwa dia akan tersesat.  

Bukankah tujuh puluh dua firqah (kelompok) sesat itu disebabkan dari keengganannya mereka dalam mentelaah ilmu-ilmu dari syar’i dan ilmu dari para salafush shalih? 

ilmu atas harta

Juga pada masa kini, sudah berapa banyak manusia yang tersesat hanya karena mereka mencoba memahami Islam tetapi dengan caranya sendiri?  

Ingatlah bahwa ilmu itu seperti nasab keturunan. Seseorang akan dikatakan sebagai keturunan si A apabila dia memang secara nasab dan sudah dites DNA dan ternyata memang dia keturunan dari si A. Selalin itu secara fisik dia pasti akan terlihat persamaan; entah hidungnya, kakinya, kepalanya, nada bicaranya, cara berjalannya dan sebagainya.  

Begitu dengan ilmu syar’i ini. Dia akan bersambung terus hingga ke akar yang paling atas, yakni Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam. Sehingga nanti perilakunya akan nyambung (sesuai) dengan tuntunan Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam. Bila tidak, tentu perlu dites ‘DNA’nya juga; apakah benar dia mengikuti ajaran Rasulullah shalallahu ‘alaihii wa salam. Seperti masalah mut’ah, misalkan.  

Cobalah dilihat, apakah ajaran mut’ah itu sesuai dengan DNA (ajaran) Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam dan (ajaran) Islam? 

Maka nuntutlah ilmu syar’i dari para kalangan generasi salafush shalih guna menguatkan imun iman di tengah derasnya arus kemaksiatan ini. 

Wallahua’lamu bish shawaab

By: Abu Ibrahim.

leader banner alhidayat karpet

Sedang mencari karpet masjid, karpet kantor atau karpet permadani? Al Hidayat Karpet merupakan pusat jual karpet masjid, karpet permadani dan Karpet Kantor. Dapatkan penawaran harga karpet permadani, harga karpet kantor, dan harga karpet masjid terbaik hanya di Al Hidayat Karpet.

Call Now Button