Sebab-sebab Lemah Iman Bag.5

Tenggelam dalam urusan dunia.

Semua orang tahu bahwa dunia itu fana. Ada juga yang mngatakan bahwa dunia fatamorgana. Adapun makna dari keduanya adalah:  

Fana; kebinasaan, musnah. Dengan begitu secara tidak langsung fana itu bermakna; tidk abadi. 

Fatamorgana; menurut AI bermakna fenomena optik yang menipu pandangan.  

Mau tahu sejarah seseorang yang ‘tertipu’ dengan fatamorgana? Namun begitu justru pelaku yang mengejar fatamorgana itu Allah abadikan dalam suatu ritual keagamaan; manasik haji (berlari-lari kecil) dari bukit Saffa ke bukit Marwa. 

Itulah Hajar, ibundanya Ismail. Saat beliau ditinggalkan oleh suaminya, nabi Ibrahim ‘alaihi salam atas perintah Allah. Dan setelah beberapa waktu ditinggalkan nabi Ibrahim, bekalpun habis. Hal itu membuat pengaru pada ASInya Hajar. Benar saja, saat ASInya semakin berkurang maka Ismail kecil semakin menjadi tangisannya. 

dunia hanya sementara

Sebagai seorang ibu tentu beliau berusaha mencari bantuan makanan agar dirinya mendapatkan asupan makanan. Tujuannya agar ASInya kembali lancar. Maka berangkatlah Hajar ke bukit Saffa. Di sana beliau melihat ke arah bukit Marwa lalu dari kejauhan seakan ada genangan air di bukit Marwa. Akhirnya Hajar berlarileri kecil untuk mengambil air. Namun sesampainya di bukit Marwa, air itu ternyata tidak ada. Lalu ketika melihat ke bukit Saffa di sana seakan terlihat adanya genangan air. Maka berlari-lari kecillah Hajar demi mendapatkan air. Namun di bukit Saffa juga tidak ada. 

Begitulah Hajar berlari-leri kecil hingga sebanyak tujuh kali. 

Tetapi kasus Hajar itu bukanlah fatamorgana yang berkaitan dengan fitnah dunia melilankan ujian iman beiau. Berbeda dengan fatamorgana yang terjadi pada kebanyakan manusia dewasa ini. Yang mana mereka pada mengejar dunia sehingga mereka meninggalkan akhirat mereka. Kalau Hajar berlari-lari kecil dari bukit Saffa ke bubkit Marwa dan sebaliknya karena mengejar air demi menghidupi putranya tercinta. Dan itu adalah bagian dari kewajiban. Sementara manusia hari ini mengejar dunia secara terus menerus padahal dunianya sudah didapatkan namun masih saja belum merasa puas. 

Oleh karena itu hendaknya setiap muslim  merenungi ayat berikut ini: 

وَمَا هَذِهِ الْحَيَوةُ الدُّنْـيَا إِلَّا لَهْـوٌ وَلَعِبٌ، وَإِنَّ الدَّارَ الْآخِرَةَ لَهِيَ الْحَيَـوَانُ لَوْ كَانُوْا يَعْلَمُوْنَ. 

Dan tiadalah kehidupan dunia ini melainkan senda gurau dan main-main. Dan sesungguhnya akhirat itulah yang sebenarnya kehidupan, kalau mereka mengetahui. Qs. Al ‘Ankabuut 64. 

Wallahua’lamu bish shawaab

By: Abu Ibrahim.

leader banner alhidayat karpet

Sedang mencari karpet masjid, karpet kantor atau karpet permadani? Al Hidayat Karpet merupakan pusat jual karpet masjid, karpet permadani dan Karpet Kantor. Dapatkan penawaran harga karpet permadani, harga karpet kantor, dan harga karpet masjid terbaik hanya di Al Hidayat Karpet.

Call Now Button