Di atas sudah dibahas tentang tanda-tanda lemahnya iman. Maka berikut ini akan dibahas tentang sebab-sebab lemahnya iman. Tujuannya agar tahu cara mengatasi ketika imannya menurun dan cara menanggulanginya.
Berikut ini faktor penyebab lemahnya iman:
1. Jauh dari lingkungan Islami dalam jangka waktu yang lama.
أَلَمْ يَـأْنِ لِلَّذِيْـنَ آَمَنُوْا أَن تَـخْشَعَ قُلُوْبُـهُـمْ لِذِكْـرِ اللهِ وَمَا نَـزَلَ مِنَ الْحَقِّ وَلَا يَـكُوْنُـوْا كَالَّذِيْـنَ أُوْتُـوْا الْكِتَـابَ مِن قَبْـلُ فَطَالَ عَـلَيْهِـمُ الْأَمَدُ فَـقَسَتْ قُـلُوْبُـهُمْ، وَكَـثِيْـرٌ مِّنْهُـمْ فَاسِقُـوْنَ.
Belumkah datang waktunya bagi orang-orang yang beriman, untuk tunduk hati mereka mengingat Allah dan kepada kebenaran yang telah turun (kepada mereka), dan janganlah mereka seperti orang-orang yang sebelumnya telah diturunkan Al Kitab kepadanya, kemudian berlalulah masa itu yang panjang atas mereka lalu hati mereka menjadi keras. Dan kebanyakan di antara mereka adalah orang-orang yang fasik. Qs. Al Hadiid 16.

Sesungguhnya sikap ketundukan (kepada Allah) itu akan sangat mudah dijalankan ketika seseorang berada di lingkungan yang Islami atau lingkungan yang mendukung. Sama halnya dengan suatu kemaksiatan, maka dia akan berkembang jika dia berada di lingkungan yang mendukung untuk berkembangnya suatu kemaksiatan.
Lihatlah bagaimana para sahabat Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam yang harus rela hijrah ke Madinah. Sebab di sana lingkungannya sangat mendukung untuk melakukan kebaikan dalam Islam. Dan di sana juga sangat tidak mendukung jika digunakan untuk suatu kemaksiatan.
Atau lihatlah bagaimana seseorang yang sekolah di barat bila dibandingkan dengan orang yang sekolahnya di sekolah agama. Tentu sangat berbeda sekali. Sebab lingkungan sangat mendukung sekali.
Hasan Basri rahimahullah berkata, “Saudara-saudara seiman itu lebih berharga dibandingkan keluarga kami sendiri. Sebab, keluarga kami hanya mengingatkan kami persoalan dunia semata, sementara saudar-saudara seiman itu mengingatkan kami terhadap persoalan akhirat”.
Oleh karena itu waspadalah terhadap keluarga. Bukan berarti keluarga harus dijauhi atau dimusuhi melainkan harus diajak dan dijaga agar tidak menyeret pada keburukan dan kemaksiatan.
Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu, penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, yang keras, yang tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan. Qs. At Tahriim 6.
Wallahu a’lamu bish shawaab.
Wallahua’lamu bish shawaab
By: Abu Ibrahim.

Sedang mencari karpet masjid, karpet kantor atau karpet permadani? Al Hidayat Karpet merupakan pusat jual karpet masjid, karpet permadani dan Karpet Kantor. Dapatkan penawaran harga karpet permadani, harga karpet kantor, dan harga karpet masjid terbaik hanya di Al Hidayat Karpet.
