Artikel

Perjalanan Menjemput Ajal Bag.26

Perjalanan Menjemput Ajal Bag.26 Majlis-majlis Duniawi. Pada medio tahun 1980-an group qasidah dari Semarang pernah melantunkan syair PERDAMAIAN. Di sana disebutkan bahwa ada di belahan dunia yang sedang membangun tetapi di belahan bumi lainnya justru sedang mengalami peperangan. Ada banyak rumah sakit-rumah sakit didirikan namun di sisi lain juga ada bom atom yang diledakkan. Atau […]

Perjalanan Menjemput Ajal Bag.26 Read More »

Perjalanan Menjemput Ajal Bag.25

Perjalanan Menjemput Ajal Bag.25 Hakekat Kebahagiaan. B. Ketika dalam kondisi down iman dan terhimpit ekonominya, terkadang seseorang bergumam, “Enaknya mereka-mereka yang hidupnya dengan bergelimang harta”. Sebagaimana yang Allah Ta’ala abadikan dalam ayat-Nya: فَخَـرَجَ عَـلَى قَوْمِهَ فِى زِيْـنَتِـهِ، قَالَ الَّذِيْنَ يُـرِيْدُ الْحَـيَـاةَ الدُّنْيَـا يَا لَيْـتَ لَنَـا مِثْـلَ مَآ أُوْتِـيَ قَارُوْنُ لَـذُوْ حَظٍّ عَظِـيْمٍ. Maka keluarlah Qarun

Perjalanan Menjemput Ajal Bag.25 Read More »

Perjalanan Menjemput Ajal Bag.24

Perjalanan Menjemput Ajal Bag.24 Hakekat Kebahagiaan. A. Pernahkah diadakan poling tentang hakekat kebahagiaan? Jika pernah tentu kebanyakan manusia akan (banyak) beranggapan bahwa kebahagiaan itu terwujud bila sudah tercapai semua keinginan duniawinya. Seperti memiliki istri/suami yang cantik/ganteng, anak-anak yang menyenangkan hati dan penurut, pekerjaan yang mapan, rumah/tempat tinggal yang luas dan mewah dan seabrek hal-hal yang

Perjalanan Menjemput Ajal Bag.24 Read More »

Perjalanan Menjemput Ajal Bag.23

Perjalanan Menjemput Ajal Bag.23 Dunia itu mimpi.  Setiap manusia pasti pernah bermimpi, baik yang baik (menyenangkan) maupun mimpi buruk dan menakutkan; hingga terkadang dalam posisi yang sangat menegangkan tahu-tahu dirinya terbangun dalam kondisi terengah-engah. Dan setelah terbangun baru dirinya menyadari bahwa dirinya baru saja mimpi buruk. Sebenarnya setiap manusia yang bermimpi itu (baik mimpi indah

Perjalanan Menjemput Ajal Bag.23 Read More »

Perjalanan Menjemput Ajal Bag.22

Perjalanan Menjemput Ajal Bag.22 Zuhud dunia –b- Orang yang bijak dan tahu akan negeri akhirat pasti akan melakukan zuhud demi kehidupan akhiratnya kelak. Bahkan ada semacam penegasan; zuhud di dunia dan itsar (lebih mengutamakan) dalam perkara akhirat.  Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam bersabda: إِزْهَدْ فِى الدُّنْـيَـا يُـحِبُّـكَ اللهُ. رواه ابن ماجه Zuhudlah kamu terhadap dunia,

Perjalanan Menjemput Ajal Bag.22 Read More »

Perjalanan Menjemput Ajal Bag.21

Perjalanan Menjemput Ajal Bag.21 Zuhud terhadap Dunia. Ada sebagian orang beranggapan bahwa zuhud itu suatu perbuatan yang menyiksa diri. Ada juga yang melecehkannya; seperti mengatakan bahwa kenapa harus zuhud? Bukankah hidup ini hanya sekali? Lalu kenapa tidak dimanfaatkan betul ‘nikmat’ dunia yang diberikan ini? Ya, penyataan-pernyataan di atas sangat wajar. Sebab memang kebanyakan umat Islam

Perjalanan Menjemput Ajal Bag.21 Read More »

Perjalanan Menjemput Ajal Bag.20

Perjalanan Menjemput Ajal Bag.20 Gambaran Dunia. Dalam sebuah penggalan hadits, Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam bersabda bahwa dunia itu perhiasan (adapun kelengkapannya adalah: dan sebaik-baik perhiasan ada wanita shalihah).  Ya, karena perhiasan itulah akhirnya banyak manusia yang terlena dengan kilauan perhiasan tersebut. Sehingga tidak sedikit dari mereka yang mengejar perhiasan itu dengan berbagai cara. Padahal

Perjalanan Menjemput Ajal Bag.20 Read More »

Perjalanan Menjemput Ajal Bag.19

Perjalanan Menjemput Ajal Bag.19 Pada usia empat puluh tahun maka secara perlahan tapi pasti; ubannya sudah mulai bermunculan –walaupun setiap orang berbeda-beda-, ketangkasannya mulai memudar, kulitnya sudah mulai mengeriput, perutnya –bagi laki-laki- sudah mulai membuncit, dan masih banyak lagi. Walau begitu ternyata ada satu yang lebih maju; kematangan dalam berfikir dan bertindak.  Ya, makanya orang-orang

Perjalanan Menjemput Ajal Bag.19 Read More »

Perjalanan Menjemput Ajal Bag.18

Perjalanan Menjemput Ajal Bag.18 Bila seseorang telah mencapai usia empat puluh tahun atau menjelang empat puluh tahun, maka wasapadalah. Sebab kontrak hidupnya di dunia semakin menipis.  Abdullah bin Daud berkata, “Bila seseorang telah mencapai usia empat puluh tahun, ranjang tidurnya hendaknya digulung. Atau, tiak pernah tidur sepanjang malam, shalat, bertasbih dan istighfar, mengingat-ingat bahwa umurnya

Perjalanan Menjemput Ajal Bag.18 Read More »

Perjalanan Menjemput Ajal Bag.17

Perjalanan Menjemput Ajal Bag.17 Ada sebuah pernyataan dalam sebuah pidato seorang ustadz. Beliau mengatakan bahwa pelajaran yang paling berharga adalah ketika seseorang melihat orang yang sedang sakaratul maut.  Ya, karena sakaratul itu sebuah perjalanan perpisahan antara jasad dan ruh manusia. Yang saat itu manusia yang sedang mengalami sakaratul maut sangat membutuh tolongan khusus; yakni talqin

Perjalanan Menjemput Ajal Bag.17 Read More »

Call Now Button