Perjalanan Menjemput Ajal Bag.25

Perjalanan Menjemput Ajal Bag.25

Hakekat Kebahagiaan. B.

Ketika dalam kondisi down iman dan terhimpit ekonominya, terkadang seseorang bergumam, “Enaknya mereka-mereka yang hidupnya dengan bergelimang harta”. Sebagaimana yang Allah Ta’ala abadikan dalam ayat-Nya:

فَخَـرَجَ عَـلَى قَوْمِهَ فِى زِيْـنَتِـهِ، قَالَ الَّذِيْنَ يُـرِيْدُ الْحَـيَـاةَ الدُّنْيَـا يَا لَيْـتَ لَنَـا مِثْـلَ مَآ أُوْتِـيَ قَارُوْنُ لَـذُوْ حَظٍّ عَظِـيْمٍ.

Maka keluarlah Qarun kepada kaumnya dalam kemegahannya. Berkatalah orang-orang yang menghendaki kehidupan dunia: “Moga-moga kiranya kita mempunyai seperti apa yang telah diberikan kepada Qarun; sesungguhnya dia benar-benar mempunyai keberuntungan yang besar”. Qs. Al Qashshash 79.

Inilah gambaran secara umum umat manusia dewasa ini. Mereka sangat mengejar dunia tanpa memikirkan akhiratnya. Sehingga ketika umat manusia (secara umum) melihat ada ‘peragaan’ kemewahan di depan matanya maka mereka segera memimpikan hal tersebut, walau dengan berbagai cara sekalipun. Andai dengan cara yang halal, maka biasanya mereka ‘merusak kodrat’ waktunya. Yakni suang dijadikan malam dan malam dijadikan siang.

dunia hanya sementara

Yang penting bisa mendapatkan dunia yang diimpikannya!

Oleh karenanya alangkah baiknya perkataan Ali bin Abi Thalib radliyallahu ‘anhu, “Mendaji baik bukan berarti memiliki kekayaan yang besar dan banyak anak, tetapi yang memiliki banyak amal shalih dan rahmah. Tidak ada kebaikan di dunia ini kecuali dua orang; seorang manusia yang telah melakukan banyak kemaksiatan dan kemudian kembali kepada Allah Ta’al dengan taubat, dan seorang manusia yang bersegera melakukan kebaikan”.

Jika melihat ayat di atas (surat Al Qashshash 79) disebutkan bahwa manusia saat itu terkagum-kagum melihat harta kekayaan Qarun yang sedang dipamerkan (baca: dikarnavalkan). Padahal Qarun sendiri tadinya kaumnya nabi Musa ‘alaihi salam. Maknanya bahwa Qarun tadinya menjadi pengikutnya nabi Musa ‘alaihi salam. Lalu ketika dunia telah menghampirinya akhirnya justru Qarun berubah drastis.

Oelh karena itulah Hasan Al Basri mengatakan tentang orang-orang yang mendapatkan keberuntungan dunia seperti Qarun itu. Katanya, “Demi Allah! Orang yang dihamparkan kenikmatan dunianya dan di dunia tidak merasa takut terjebak dalam perbuatan makar, sebenarnya kadar amalnya telah berkurang dan nalarnya lemah. Begitu juga seorang muslim yang dijauhkan dari keduniaan selanjutnya mengira bahwa dirinya telah dipilih Allah Ta’ala, sebenarnya kadar amalnya telah berkurang dan nalarnya pun melemah”. 

Umar bin Abdul Aziz pernah berkhotbah, isinya, “Wahai manusia, kalian diciptakan untuk suatu urusan. Kalau kalian mempercayainya, kalian pandir. Kalau mendustakannya, kalian pasti binasa. Kalian diciptakan untuk suatu keabadian, namun berpindah dari satu alam ke alam lainnya.

Wahai para hamba Allah, kalian kini berada di alam, di mana makanan kalian bisa menyebabkan tersedak. Sementara minuman kalian bisa menyebabkan kembung. Tidak ada nikmat murni yang menggembirakan hati, kecuali suatu saat kenikmatan itu akan pergi, menyisakan kebencian di hati. Beramallah sesuai denagn tuntunan takdir untuk menuju alam keabadian”.

Kemudian beliau tidak kuat lagi melanjutkan pembicaraan, karena sesenggukan menangis.

Wallahu a’lamu bish shawaab.

leader banner alhidayat karpet

Sedang mencari karpet masjid, karpet kantor atau karpet permadani? Al Hidayat Karpet merupakan pusat jual karpet masjid, karpet permadani dan Karpet Kantor. Dapatkan penawaran harga karpet permadani, harga karpet kantor, dan harga karpet masjid terbaik hanya di Al Hidayat Karpet.

Call Now Button