Perjalanan Menjemput Ajal Bag.20
Gambaran Dunia.
Dalam sebuah penggalan hadits, Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam bersabda bahwa dunia itu perhiasan (adapun kelengkapannya adalah: dan sebaik-baik perhiasan ada wanita shalihah).
Ya, karena perhiasan itulah akhirnya banyak manusia yang terlena dengan kilauan perhiasan tersebut. Sehingga tidak sedikit dari mereka yang mengejar perhiasan itu dengan berbagai cara.
Padahal kelanjutan dari hadits di atas sangat jelas sekali, yakni dan sebaik-baik perhiasan adalah wanita shalihah.
Sungguh ini adalah sebuah gambaran dunia.
Bisa dibanyangkan bukan? Yang namanya wanita cantik itu akan terlihat/nampak hanya pada usia kepala dua saja. Selebihnya pasti lambat laun akan memudar. Hal itu akan berbeda dengan wanita shalihah. Dia tidak mengenal usia!

Lihat saja ibunda Khadijah binti Khuwailid radliyallahu ‘anha. Beliau menyadari bahwa di usianya yang sudah kepala empat ternyata masih banyak lelaki yang menginginkannya.
Nah karena sadar itulah tentu beliau tidak mau gegabah. Wal hasil, beliau menemukan lelaki tampan nan berwibawa. Padahal dari segi usia, lelaki ini justru jauh lebih muda dari beliau, yakni dua puluh lima tahun. Lima belas tahun lebih muda darinya bukan? Pemuda tampan itu adalah Muhammad shalallahu ‘alaihi wa salam.
Kenapa ibunda Khadijah memilih Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam sebagai suaminya?
Sebab beliau tahu bahwa dunia itu ya hanya sekedar hiasan. Dan karena beliau tahu tentang itu hingga beliau pun mendapatkan salam dariAllah Ta’ala melalui malaikat Jibril. Subhaanallah. Ini sungguh luar biasa!
Ada seseorang yang bertanya kepada khalifah Ali bin Abi Thalib, “Wahai Amirul Mukminin, jelaskanlah kepda kami sifat-sifat dunia!”.
Khalifah Ali bin Abi Thalib menjelaskan, “Aku tidak bisa menjelaskan kehidupan yang manapun. Hanya saja orang yang bisa menjaga kesehatannya akan merasa aman; yang jatuh sakit akan menyesal; yang jatuh dalam kefakiran akan menyesal; dan yang menikmati kecukupan, akan diuji. Dalam amalan dunia, yang halal terdapat perhitungan sedang dalam yang haram terdapat neraka”.
Yunus Abu Ubaid juga telah menjelaskan pula tentang sifat-sifat dunia, “Kehidupan dunia hanya bisa disamakan dengan orang yang tidur. Dalam mimpinya melihat hal-hal yang dia senangi sekaligus yang dibenci. Ketika sedang menikamtinya tiba-tiba terjaga”.
Syumaith bin ‘Ajlan pernah berkata, “Dua orang disiksa di kehidupan dunia; yaitu seorang kaya yang diberi karunia harta melimpah yang menjadikannya sibuk dengan nikmat dunia, dan seorang miskin yang dicabut kenikmatan dunia karena kesedihannya”.
Tapi ingatlah bahwa dunia ini hanya ‘jembatan’ bagi semua insan manusia; apakah kelah ke surga atau ke neraka. Hal itu sebagaimana perkataannya Ali bin Abi Thalib radlliyallahu ‘anhu ketika mengetahui ada seseorang yang merendahkan dunia. Katanya, “Kehidupan dunia merupakan alam kebenaran bagi mereka yang benar di dalamnya, tempat keselamatan bagi orang yang memahaminya dengan baik dan tempat kekayaan bagi mereka yang mempersiapkan bekal di sana”.
Jadi kembali lagi, dunia hanya jembatan bagi siapa saja. Apakah jembatan menuju surga atau neraka.
Wallahu a’lamu bish shawaab.

Sedang mencari karpet masjid, karpet kantor atau karpet permadani? Al Hidayat Karpet merupakan pusat jual karpet masjid, karpet permadani dan Karpet Kantor. Dapatkan penawaran harga karpet permadani, harga karpet kantor, dan harga karpet masjid terbaik hanya di Al Hidayat Karpet.
