Perjalanan Menjemput Ajal Bag.24

Perjalanan Menjemput Ajal Bag.24

Hakekat Kebahagiaan. A.

Pernahkah diadakan poling tentang hakekat kebahagiaan?

Jika pernah tentu kebanyakan manusia akan (banyak) beranggapan bahwa kebahagiaan itu terwujud bila sudah tercapai semua keinginan duniawinya. Seperti memiliki istri/suami yang cantik/ganteng, anak-anak yang menyenangkan hati dan penurut, pekerjaan yang mapan, rumah/tempat tinggal yang luas dan mewah dan seabrek hal-hal yang berbau keduniaan. 

Memang benar ada yang mengatakan (bahkan sampai dinisbatkan kepada Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam) bahwa seseorang akan dianggap sempurna apabila sudah memenuhi empat kriteria; istri shalihah dan anak-anak shalih/shalihah, (memiliki) pekerjaan tetap, memiliki kuda tunggangan (kendaraan) dan tempat tinggal. 

hakikat kebahagiaan

Maka tidak mengherankan bila hari ini banyak orang yang cinta kerja. Hingga hampir seharian dirinya berada di tempat kerja. Alasannya?

Ya, untuk mendapatkan cuan yang ke depannya tentu akan mendapatkan semua impiannya; istri dan anak-anak shalih/shalihah, pekerjaan tetap, rumah/tempat tinggal yang memadai, dan kendaraan yang cukup. Nah!

Sementara bila menilik pada kehidupan para sahabat Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam; ternyata berbeda mereka dalam memahami makna kebahagiaan. Betapa tidak?

Sahabat Abdurrahman bin ‘Auf, misalnya. Beliau bukan hanya seorang milyader tetapi pola makan dan gaya hidup beliau tidak jauh berbeda dengan seorang sahabat Bilal bin Rabbah. Ya, makannya saja sama dengan apa yang dimakan Bilal bin Rabbah; harga dan menunya.

Ustman bin ‘Affan juga sama. Bukankah sampai hari ini di Makkah ada hotel miliknya Ustman bin ‘Affan? Padahal beliau sudah meninggal belasan abad yang lalu. Tetapi hotelnya hingga hari in imasih ada. 

Lalu apakah ada perbedaan antara orang-orang dahulu dengan orang-orang zaman sekarang? Kenapa orang-orang dahulu begitu mudahnya mengeluarkan dana/keuangannya di jalan Allah; padahal mereka juga sudah bersusah payah mencari hartanya? Sedangkan manusia hari ini sangat berat ketika diminta untuk mengeluarkan di jalan Allah?

Padahal bila mau maka sesungguhnya dana itu kelak akan kembali kepada dirinya (kelak di akhirat). 

Maka benarlah Wahab bin Munabbih berkata, “Perumpamaan hidup ini dan akhirat adalah dua istri (poligami). Jika kamu menyenangkan salah satunya, maka kamu akan membuat cemvuru yang lainnya”. 

Hasan Basri berkata, “Saya begitu heran kepada orang-orang yang disuruh mempersiapkan bekal mereka. Meski permulaan perjalanan diumumkan, tetapi mereka tetap tidak peduli dan masih dalam pembahasan yang sia-sia serta amal yang tidak berubah”.

Wallahu a’lamu bish shawaab.

leader banner alhidayat karpet

Sedang mencari karpet masjid, karpet kantor atau karpet permadani? Al Hidayat Karpet merupakan pusat jual karpet masjid, karpet permadani dan Karpet Kantor. Dapatkan penawaran harga karpet permadani, harga karpet kantor, dan harga karpet masjid terbaik hanya di Al Hidayat Karpet.

Call Now Button