Artikel

Salaf dan Al Qur’an Bag.6

Bila hidup di kampung-kampung biasanya sering terdengar ada acara-acara yang dianggap sebagai sebuah tradisi, yaitu hataman Al Qur’an. Dan tradisi acara hataman Al Qur’an sendiri di kampung-kampung itu biasanya diadakan karena beberapa hal. Di antaranya; 1. Acara menjelang khitanan. Biasanya anak yang hendak dikhitan dia akan membaca Al Qur’an. Tetapi ternyata hanya dimulai dari surat […]

Salaf dan Al Qur’an Bag.6 Read More »

Salaf dan Al Qur’an Bag.5

Dari Hamad bin Zaid, dari ‘Atha’ bin Sa-ib, bahwa Abu Abdurrahman berkata, “Kami belajar Al Qur’an dari kaum yang mengkabarkan kepada kami bahwa ketika mereka mempelajari sepuluh ayat, mereka tidak akan melampauinya ke sepuluh ayat lainnya, sampai mereka mengetahui apa yang ada di dalamnya. Maka kami akan mempelajari Al Qur’an dan mengamalkannya, dan Al Qur’an

Salaf dan Al Qur’an Bag.5 Read More »

Salaf dan Al Qur’an Bag.4

Dari Hamad bin Najih, dari Abi Imran Al Jauni, dari Jundab, dia berkata, “Ketika kami bersama Nabi shalallahhu ‘alaihi wa salam, pada saat itu kami merupakan sosok pemuda-pemuda yang kuat. Kami belajar iman sebelum mempelajari Al Qur’an, kemudian kami mempelajari Al Qur’an, maka dengan begitu bertambahlah keimanan kami”. Terdapat pada kitab Siyaru A’laamin Nubalaa’ 3/175.

Salaf dan Al Qur’an Bag.4 Read More »

Salaf dan Al Qur’an Bag.3

Suatu saat Syu’bah dan Hisyam berbincang-bincang, dari Qatadah, dari Yunus bin Jubair, dia berkata, ‘Kami memimpin Jundub dalam perjalanannya. Maka saya katakan kepadanya (Yunus bin Jubair), “Berilah kami wasiat”. Beliau (Yunus bin Jubair) berpesan, “Bertaqwalah kalian kepada Allah, dan bertaqwalah kalian dengan (cara) membaca Al Qur’an. Sebab dia akan menjadi cahaya di malam hari yang

Salaf dan Al Qur’an Bag.3 Read More »

Salaf dan Al Qur’an Bag.2

Dari Musayyab bin Rafi’, dari Abdullah bin Mas’ud radliyallahu ‘anhu, dia berkata: “Selayaknya bagi para penghafal Al Qur’an dikenali dengan (shalat) malamnya ketika orang lain sedang tidur. Dengan (puasanya) di siang hari ketika yang lain sedang berbuka, dengan sikap sedihnya ketika orang lain bergembira, dengan tangisnya ketika orang lain tertawa. Dengan sikap diamnya ketika orang

Salaf dan Al Qur’an Bag.2 Read More »

Salaf dan Al Qur’an

Dari Abdullah bin Amru bin ‘Ash, dia berkata, ‘Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam bersabda: إِقْـرَأَ الْقُـرْآنَ فِي شَـهْرٍ. قُلْـتُ: إِنِّـي أَجْدُ قُـوَّةً. قَالَ: إِقْـرْأْهُ فِى سَـبْعٍ وَلَا تَـزِدْعَـلَى ذَلِكَ. “Bacalah oleh kalian Al Qur’an dan hatamkanlah setiap satu bulannya”. Aku berkata, “Aku mendapati diriku mampu melakukannya melebihi itu. Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam bersabda lagi,

Salaf dan Al Qur’an Read More »

Salaf dan Fatwa Bag.9

Dari Ayub, dia berkata, ‘Saya mendengar Al Qasim ditanya tentang Mina, lalu dia menjawab, “Saya tidak tahu. Saya tidak mengetahuinya”. Ketika mereka bercerita lebih banyak hal kepadanya, dia berkata, “Demi Allah! Kami tidak mengetahui semua yang kalian tanyakan kepada kami. Dan jika kami tahu, kami tidak akan menyembunyikan “berapa banyak” dan tidak boleh kami menyembunyikannya

Salaf dan Fatwa Bag.9 Read More »

Salaf dan Fatwa Bag.8

Ahmad bin Muhammad bin Al Azhar berkata, ‘Saya mendengar Utsman bin Sa’id Ad Darami berkata, ‘Suatu saat saya didatangi Muhammad bin Husain As Sijzi, Dia telah menulis tentang Yazid bin Harun dan Ja’far bin ‘Aun. Lalu berkata, “Wahai Abu Said! Mereka mendatangi saya kemudian bertanya kepada saya (dan) agar saya membahas tentang mereka. Tetapi saya

Salaf dan Fatwa Bag.8 Read More »

Salaf dan Fatwa Bag.7

Suhnun berkata, “Orang yang paling berani mengeluarkan fatwa adalah orang yang paling sedikit ilmunya”. Beliau juga berkata, “Saya telah hafal pertanyaan-pertanyaan yang di dalamnya terdapat delapan pendapat dari delapan imam, lalu bagaimana saya harus mempercepat menjawabannya?”. Ditambahkan lagi, seorang amir (pejabat) Ziyadatullah telah mengutus seseorang untuk bertanya kepada Suhnun tentang suatu masalah. Tetapi Suhnun tidak

Salaf dan Fatwa Bag.7 Read More »

Salaf dan Fatwa Bag.6

Suhnun pernah ditanya, “Mungkinkah seorang ulama berkata, ‘Saya tidak tahu’ terhadap apa yang dirinya ketahui?”. Beliau menjawab, “Adapun apa yang ada dalam Kitab atau sunnah maka tidak boleh disembunyikan. Tetapi bila hal itu adalah sebuah pendapat (berupa ra’yu), maka sesungguhnya dia boleh melakukan seperti itu. Sebab pendapatnya itu kan tidak tahu apakah benar atau salah”.

Salaf dan Fatwa Bag.6 Read More »

Call Now Button