Fiqh Ijtihad Ibadah Bag.6

Dari Asad bin Wadaa’ah, dari Syidad bin Aus bahwa  apabila masuk tempat tidur, dia akan membalikkan badan lalu berdoa:

اللهُـمَّ إِنَّ النَّـارَ أَذْهَـبَتْ مِـنِّـى النَّـوْمِ.

“Ya Allah, sesungguhnya (bila teringat) api neraka membuat rasa kantukku pergi dariku”.

Maka Syidad bin Aus segera bangkit lalu shalat hingga pagi hari. Terdapat pada kitab Shiffatush Shafwah 1/709.

Sungguh beruntunglah orang-orang yang hatinya selalu tergantung dengan akhirat. Yakni meskipun jasad dan ruhnya masih di bumi tetapi hati dan otaknya selalu terngiang dengan indahnya surga dan kengeriannya neraka.

Walaupun sebenarnya kondisi seperti ini sudah menjadi hal yang biasa pada zaman generasi awal dahulu. Hah?

Lalu bagaimana dengan kondisi umat hari ini? Apakah mereka sekarang tidak bisa menteladani dan meniru generasi terdahulu?

Jelas bisa! Tetapi dengan syarat dan ketentuan berlaku.

Sebenarnya syaratnya simpel, membersihkan hati dari kotoran najis!

وَثِـيَـابَكَ فَـطَهِّـرْ.

Dan pakaianmu bersihkanlah. Qs. Al Muddatsir 4.

Ya. Hanya dengan hati yang bersih, diri seseorang akan mudah tersentuh pada kebaikan. Baik tersentuh bila disebut pada perkara-perkara neraka, atau tersentuh bila disebut-sebut pada masalah isi surga dan kenikmatannya, yakin akan janji-janji Allah (meskipun saat itu belum terlihat atau belum terbukti) dan masih banyak lagi.

dunia dan akhirat

Dan bila hati sudah tersentuh maka seseorang pasti akan mudah dan ringan bila melakukan suatu amal shalih seberat apapun. Seperti Abu Bakar Ash Shiddiq radliyallahu ‘anhu yang menginfakkan seluruh hartanya di jalan Allah. Ali bin Abi Thalib radliyallahu ‘anhu yang berjalan dari Makkah ke Madinah (hijrah) demi menyusul (dan karena atas perintah) Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam, hingga kedua telapak kakinya melepuh. Dan itu tidak dirasakannya!

Selain itu, dengan hati yang bersih maka seseorang juga siap untuk menjalani hukuman dari Allah dan rasul-Nya. coba lihat saja seperti seorang wanita yang datang menghadap Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam dengan mengatakan bahwa dirinya telah berzina.

Ya, saat pertama wanita itu menghadap Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam dan mengadukan bahwa dirinya telah berzina, Rasulullah shalallahu membuang muka seraya tidak percaya. Namun setelah tiga kali wanita itu secra terus menerus mengadukan hal yang sama dan meminta agar dihukum dengan hukum Allah, maka Rasulullah langsung mengujinya dengan bertanya, “Bagaimana kamu berzina?”.

Lalu dijawab dengan bahasa isyarat bahwa orang berzina itu seperti orang yang memasukkan ember ke dalam sumur lalu ketika ditarik ember itu membawa air.

Subhaanallah. Ini bila iman telah merasuk ke dalam hati, maka akhirat itu seakan menjadi nyata di mata mereka.

Wallahu a’lamu bish shawaab.

By: Abu Ibrahim.

leader banner alhidayat karpet

Sedang mencari karpet masjid, karpet kantor atau karpet permadani? Al Hidayat Karpet merupakan pusat jual karpet masjid, karpet permadani dan Karpet Kantor. Dapatkan penawaran harga karpet permadani, harga karpet kantor, dan harga karpet masjid terbaik hanya di Al Hidayat Karpet.

Call Now Button