Artikel

Akhlak Para Salaf Bag.45c

Dan perlu juga diketahui bahwa meskipun masyarakat sangat membutuhkan ilmu dan nasehat-nasehatnya dari para syaikh dan syaikh sendiri juga mengatakan bahwa dirinya selalu terbuka untuk umat. Namun bukan berarti umat setiap saat bisa bekunjung ke rumah syaikh kapan saja, tidak mengenal waktu.  Allah Ta’ala berfiman:  يَـآ أَيُّـهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا لِيَـسْـتَئْـذِنْكُـمُ الَّذِيْـنَ مَلَكَتْ أَيْـمَانُكُـمْ وَالَذِيْـنَ لَمْ يَـبْلُـغُوْا الْحُلُـمَ مِنكُـمْ ثَلَاثَ مَرَّاتٍ، مِّن قَبْـلِ صَلَاةِ الْفَجْـرِ وَحِيْـنَ تَضَـعُوْنَ ثَيَـابَـكُـم مِّنَ الظَّهِـيْرَةِ وَمِن بَعْـدِ صَلَاةِ العِشَـاءِ، ثَلَاثُ عَوْرَاتٍ لَّكُـمْ، لَيْـسَ عَـلَيْكُـمْ وَلَا عَلَيْـهِمْ جُنَـاحُ بَّـعْدَ هُـنَّ، طَوَّافُوْنَ عَـلَيْكُـمْ بَعْـضُكُـمْ عَـلَى بَعْضٍ، كَذَالِكَ يُـبَيِّـنُ اللهُ لَكُـمُ الْآيَـاتِ، وَأللهُ عَـلِيْـمٌ حَكِـيْـمٌ. وَإِذَا بَـلَغَ الْأَطْفَـالُ مِنكُـمُ الْحُـلُـمَ فَلْـيَـسْتَئْـذِنُـوْا كَـمَـا اسْتَـئْـذَنَ الَّذِيْـنَ مِن قَبْـلِهِـمْ، كَـذَلِكَ يُـبَيِّـنُ اللهُ لُكُـمْ آيـَاتِـهِ، وَأللهُ عَـلِيْـمٌ حَكِيْـمٌ.  Wahai orang-orang yang beriman, hendaklah budak-budak (lelaki dan wanita) yang kamu miliki, dan orang-orang yang belum baligh di antara kamu, meminta […]

Akhlak Para Salaf Bag.45c Read More »

Akhlak Para Salaf Bag.45b

B. Menghormati tamu Di atas sudah sedikit disinggung tentang hadits-hadits berkaitan dengan adab-adab dalam bertamu. Yaitu tentang bagaimana saat ahlul bait menyambutnya dan menjamu. Termasuk di sana juga disebutkan tentang larangan agar jangan sampai menyusahkan ahlul baitnya. Apalagi bila sampai menginap hingga lebih dai tiga hari, tentu ini selain merepotkan juga akan membuat privasi ahlul

Akhlak Para Salaf Bag.45b Read More »

Akhlak Para Salaf Bag.45a

A. Menghormati tamu. Berikut ini adalah adab-adab dalam bertamu dan ahlul bait dalam menerima tamu. Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam bersabda:  مَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللهِ وَألْيَوْمِ الْآخِرِ، فَلْـيُكْرِمْ ضَيْفَـهُ.  “Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan Hari Akhir maka hendaklah dia menghormati tamunya”. Riwayat Bukhari dan Muslim.  Di atas adalah dalil umum tentang ahlul bait yang

Akhlak Para Salaf Bag.45a Read More »

Akhlak Para Salaf Bag.44

Membahagiakan saudaranya. Sesungguhnya Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam adalah seorang yang berhasil dalam mempersaudarakan antara Muhajirin dan Anshar. Kemudian kaum Anshar membahagiakan saudaranya seiman dengan sebenar-benarnya kesenangan. Betapa tidak?  Saat para Muhajirin telah dengan suka rela meninggalkan rumah, istri, anak, pekerjaan dan lain sebagainya. Maka hati para Anshar merasa trenyuh. Sebab yang ditinggalkan itu adalah

Akhlak Para Salaf Bag.44 Read More »

Akhlak Para Salaf Bag.43

Dermawan kepada saudara-saudaranya. Ketika kehidupan kapitalis dan liberal telah merasuki jiwa kaum muslimin maka zakat, infak, dan sedekah hanya menjadi bahan pembicaraan saja, tidak lebih. Mereka menganggapnya sebagai norma saja. Andai mereka mau mengeluarkan (zakat atau infak atau sedekah) maka itu hanya bersifak seremoni. Maka tidak heran jika ketika melakukan ‘pembayaran’ (zakat, infak dan sedekah) selalu mengundang

Akhlak Para Salaf Bag.43 Read More »

Akhlak Para Salaf Bag.42

Sibuk dengan aib dirinya sendiri dibandingkan mengurusi aib orang lain. Dalam pepatah Indonesia disebutkan, “Semut di depan pelupuk mata tidak kelihatan, semut di seberang lautan jelas kelihatan”.  Nampak pepatah ini sangat baik sekali untuk kehidupan dalam bermasyarakat. Yaitu sebuah sindiran bagi orang-orang yang suka mencari-cari titik lemah orang lain padahal dirinya justru memiliki kelemahan atau

Akhlak Para Salaf Bag.42 Read More »

Akhlak Para Salaf Bag.41

Menyembunyikan keburukan saudaranya. Inilah salah satu bentuk perbedaan antara generasi salafush shalih dengan generasi hari ini. Bila pada zaman salafush shalih; ketika dirinya melihat ada sauadaranya yang memiliki kecacatan (terutama dalam hal amal, bukan cacat fisik) maka mereka menyembunyikan serapat mungkin. Tetapi generasi hari justru diumbar. Bahkan stasiun televisi pun menjadi ramai atau diminati para

Akhlak Para Salaf Bag.41 Read More »

Akhlak Para Salaf Bag.40

Tidak waswas dalam wudhu’ dan shalat. Sering terlihat di banyak tempat, banyak kaum muslimin yang ketika melakukan wudhu’ dan takbiratul ihram itu selalu diulang-ulang. Sehingga orang tersebut terlambat ketika shalat atau ketika takbiratul ihram. Tetapi anehnya orang seperti bisa ‘mengejar’ imam shalat.   Hal itu disebabkan setan telah memunculkan rasa was-was ke dalam diri seseorang; apakah wudhu’nya sudah sempurna? Apakah takbiratul ihramnya sudah seiring dan seirama antara hati dan lisannya? 

Akhlak Para Salaf Bag.40 Read More »

Akhlak Para Salaf Bag.39

Menghindari perkumpulan ghibah وَلَا يَـغْتَـب بَّعْـضُكُـمْ بَعْضًا، أَيُـحِبُّ أَحَدُكُـمْ أَن يَـأْكُلَ لَحْمَ أَخِيْـهِ مَيْتًـا فَكَـرِهْتُـمُوهُ.  Dan janganlah sebahagian kamu menggunjing sebahagian ayng lain. Sukakah salah seorang di antara kamu memakan daging saudaranya yang sudah mati? Qs. Al Hujuraat 12.   Allah Ta’ala telah mengingatkan bahwa ghibah (membicarakan kejelekan orang) adalah ibarat dirinya memakan bangkai saudaranya seiman.  Lebih jelas lagi sebagaimana hadits di bawah ini;  Dari Abu Hurairah radliyallahu ‘anhu, Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam bersabda:  أَتَدْرُوْنَ مَا الْغِيْـبَة؟  “Tahukah kalian yang dimaksud dengan ghibah?”  Para sahabat menjawab, “Allah

Akhlak Para Salaf Bag.39 Read More »

Akhlak Para Salaf Bag.38

Berteman dengan orang suka memenuhijanji. Dalam pepatah bahasa Arab disebutkan: صَحِيْـبُكَ مَنْ أَبْـكَكَ لَا مَنْ أَضْحَـكَكَ  Teman (karib)mu adalah orang yang menangisimu bukan yang mentertawakanmu.  Setidaknya  dari pepatah itu para salafush shalih sudah tahulah bahwa mereka tidak mausembarangan dalam berteman. Sebaba kalau hanya sekedar teman tertawa saja maka akan banyak didapatkan di mana-mana. Yang penting punya uang

Akhlak Para Salaf Bag.38 Read More »

Call Now Button