A. Selalu mencari fadhilah(keutamaan) amal untuk dilaksanakan.
Inilah salah satu kebiasaan yang selalu dilakukan oleh para salafush shalih; mencarikeutamaan (fadhilah) amal untuk dilaksanakan. Walaupun sebenarnya yang namanya fadhilah amal itu sangat banyak sekali. Dan tentu hal ini akan membuat bingungbagi kebanyakan orang. Maka dari itu para salafush shalih selalu menimbang tentang keutamaan yang lebih utama dan yang paling sering dilakukan oleh parasahabat Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam.
Adapun salah amal yang sering dilakukan para sahabat Rasulullah adalah qiyamul lailatau shalat di malam hari atau shalat tahajjud.
وَمِنَ اللَّيْـلِ فَـتَهَـجَّدْ بِـهِ نَافِلَـةَ لَّكَ عَسَى أَن يَـبْـعَثَـكَ رَبُّـكَ مَقَـامًا مَحْـمُوْدًا.
Dan pada sebahagian malam hari bershalat tahajudlah kamu sebagaisuatu ibadah tambahan bagimu; mudah-mudahan Tuhanmu mengangkat kamu ke tempat
yang terpuji. Qs. Al Israa’79.

Bahkan ada sebagian ulama yang sangat menekankan untuk melaksanakan amalan yang satuini. Hal itu tidak memiliki alasan. Ya, mereka mengatakan bahwa ketika di awal-awal Islam datang, maka para As Saabiquunal Awwaluun (kelompok dariorang-orang ysng pertama masuk Islam) mereka selalu melaksanakan shalat malam ini selama setahun penuh. Dalam disebutkan; hingga sampai-sampai Rasulullahketakutan. Sebab selama satu tahun penuh itu beliau samas ekali tidak
mendapatkan wahyu. Itu artinya bahwa saat itu shalat malam memang sedang digalakkan. Kenapa?
Karena shalat malam itu benar-benar bisa membangun kejiwaan bagi para pelakunya. Makatidak salah bila Allah menyebutnya sebagai MAQAAMAN MAHMUDAN (mengangkat derajat yang lebih tinggi/baik).
Dan dahulu ketika Muhammad Al Fatih kesusahan membuka benteng musuh, maka yang beliau evaluasi adalah shalatnya, terkhusus shalat malam ini. Nah!
Ya,saat itu Muhammad Al Fatih mengumpulkan pasukannya di tanah lapang. Lalu Muhammad Al Fatih bertanya; (setelah memberikan beberapa pertanyaan), beliaubertanya, “Siapa di antara pasukan yang shalat malamnya tidak kontinyu?
Silahkan duduk!”. Dan ternyata banyak tentaranya yang duduk.
Kemudian Muhammad Al Fatih menyimpulkan kegagalan pasukannya dalam membobol bentengmusuh disebabkan ruhiyah mereka masih kurang. Hal itu setidaknya ditandai dengan jarangnya dari pasukannya yang melakukan shalat malam alias shalattahajjud.
Wallahu a’lamu bish shawaab.
InsyaAllah berlanjut.
By: Abu Ibrahim.

Sedang mencari karpet masjid, karpet kantor atau karpet permadani? Al Hidayat Karpet merupakan pusat jual karpet masjid, karpet permadani dan Karpet Kantor. Dapatkan penawaran harga karpet permadani, harga karpet kantor, dan harga karpet masjid terbaik hanya di Al Hidayat Karpet.
