Akhlak Para Salaf Bag.50

A. Menghindari dari para pelaku maksiat.

Ada sedikit perdebatan mengenai perkara ini, antara dakwah dan menghindari pelaku maksiat. Yang pro pada dakwah maka mereka berpendapat bahwa siapa tahu dengan dakwahnya kelak ada orang-orang dari pelaku maksiat yang masuk Islam. Sementara yang berpendapat meninggalkan para pelaku maksiat beranggapan bahwa bila meninggalkan para pelaku maksiat maka akan dapat terhindar dari adzab Allah di dunia. 

Lalu bagaimana seharusnya? 

Berikut ini Allah mengabadikan dakwah nabi Ibrahim ‘alaihi salam kepada ayahnya dan kaumnya.  

وَأَعْـتَـزِلُكُـمْ وَمَا تَدْعُوْنَ مِن دُوْنِ اللهِ وَأَدْعُوْا رَبِّـىِ عَـسَى أَلّآ أَكُوْنَ بِدُعَـآءِ رَبِّى شَقِيَّـا. فَـلَمَّـا اعْتَـزَلَهُـمْ وَمَا يَـعْبُدُوْنَ مِن دُوْنِ اللهِ وَهَـبْنَـالَـهُ إِسْـحَاقَ وَيَـعْقُوْبَ، وَكُـلًّا جَعَلْـنَا نَبِـيًّـا. 

(Ibrahim berkata), “Dan aku akan menjauhkan diri dari padamu dan dari apa yang kamu seru selain Allah, dan aku akan berdoa kepada Tuhanku, mudah-mudahan aku tidak akan kecewa dengan berdoa kepada Tuhanku”. Maka ketika Ibrahim sudah menjauhkan diri dari mereka dan dari apa yang mereka sembah selain Allah, Kami anugerahkan kepadanya Ishak dan Ya’qub. Danmasing-masingnya Kami angkat menjadi nabi. Qs. Maryam 48-49. 

menjauhkan diri dari tempat maksiat

Jadi nabi Ibrahim ‘alaihi salam sebenarnya sudah lama melakukan dakwah kepada ayah dan kaumnya. Bahkan sejak sebelum nikah! Bukankah pada ayat yang lain Allah menceritakan bagaimana ayahnya yang melarang memakan makanan ayahnya? Hal itu disebabkan dakwahnya nabi Ibrahim ‘alaihi salam kepada ayahnya, lalu ayahnya murka.  

Kepada kaumnya? 

Nabi Ibrahim ‘alaihi salam juga sudah mendakwahi mereka. Setidaknya beliau sudah mendakwahi mereka hingga dengan cara yang sangat logis sekalipun. Yakni dengan cara ‘memenggal’ leher patung-patung yang menjadi sesembahan kaumnya. 

Ibrahim menjawab, “Sebenarnya patung yang besar itulah yang melakukannya, maka tanyakanlah kepada berhala itu, jika memang mereka dapat berbicara”. Qs. Al Anbiyaa’ 63. 

Dari jawabannya nabi Ibrahim ini mereka seperti kena tamparan keras sehingga membuat mereka terdiam. 

Maka mereka telah kembali kepada kesadaran mereka dan lalu (Ibrahim) berkata, “Sesungguhnya kamu sekalian adalah orang-orang yang menganiaya (diri sendiri). Qs. Al Anbiyaa’ 64. 

Hanya saja memang karena igonya yang luar biasa, meskipun sudah kalah secara teori dan dialog, para tokohnya pun itdak mau kalah. Mereka tetap ingin kaumnya yang lain tetap berada di jalan yang salah atau kekafiran. 

Kemudian kepala mereka jadi tertunduk (lalu berkata-tokohnya-), “Sesungguhnya kamu (hai Ibrahim) telah mengetahui bahwa berhala-berhala itu tidak dapat berbicara”. Qs. Al Anbiyaa’ 65. 

Dari sinilah kemudian nabi Ibrahim masuk dakwahnya. 

Ibrahim berkata, “Maka mengapakah kamu menyembah selain Allah sesuatu yang tidak dapat memberi manfaat sedikit pun dan tidak (pula) memberi madharat kepada kamu?”. Qs. Al Anbiyaa’ 66. 

Wallahu a’lamu bish shawaab. 

By: Abu Ibrahim.

leader banner alhidayat karpet

Sedang mencari karpet masjid, karpet kantor atau karpet permadani? Al Hidayat Karpet merupakan pusat jual karpet masjid, karpet permadani dan Karpet Kantor. Dapatkan penawaran harga karpet permadani, harga karpet kantor, dan harga karpet masjid terbaik hanya di Al Hidayat Karpet.

Call Now Button