Artikel

Jangan Masukkan Ajaran Baru ke Dalam Rumah Bag.6

Diri sendiri: Apabila kaum muslimin mau jujur mengenai pengaruh negatif dari film –baik film di televisi, tiktok, youtube, atau yang semacamnya- maka mereka akan menemukan fenomena ganjil yang sekarang sedang melanda di masyarakat. Terutama pada diri sendiri.Yakni banyaknya kaum muslimin yang ingin merubah diri mereka sendiri secara instan. Di antara: 1. Entah dari mana seseorang […]

Jangan Masukkan Ajaran Baru ke Dalam Rumah Bag.6 Read More »

Jangan Masukkan Ajaran Baru ke Dalam Rumah Bag.5

Sejarah: Sesungguhnya ajaran atau faham baru yang masuk ke rumah kaum muslimin tidak hanya merusak tatanan peribadatan, aqidah dan sosial kemasyarakatan saja, melainkan sejarah pun dirusaknya. Setidaknya berikut ini sejarah yang mulai ‘dirusak’ itu: 1. Kaum muslimin sudah mulai samar terhadap sejarah Islam. Mereka tertipu dengan alur cerita film yang sering membelokkan fakta tentang sejarah

Jangan Masukkan Ajaran Baru ke Dalam Rumah Bag.5 Read More »

Jangan Masukkan Ajaran Baru ke Dalam Rumah Bag.4

Ibadah: Sungguhnya dengan masuknya ajaran-ajaran baru ke dalam rumah maka akan semakin mengganggu ibadah (hampir) semua penghuni rumah. Sebab ajaran baru ini sungguh dahsyat sekali. Setidaknya ada beberapa hal yang ibadah itu mulai memudar atau sudah mulai berkurang kwalitasnya, di antaranya sebagai berikut: 1. Shalat subuh mulai sering kesiangan. Kenapa? Karena banyak dari kaum muslimin

Jangan Masukkan Ajaran Baru ke Dalam Rumah Bag.4 Read More »

Jangan Masukkan Ajaran Baru ke Dalam Rumah Bag.2

Kemasyarakatan/sosial: Siapa bilang bila ajaran baru (non Islam) tidak berdampak negatif pada kehidupan sosial dan masyarakat? Berikut ini setidaknya efek negatif ajaran baru yang masuk ke dalam rumah tangga, di antara; 1. Anak-anak lebih hafal aktor-aktor film (baik animasi maupun bukan) daripada nama-nama para sahabat dan sahabiyah Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam. Bahkan sering ditemukan

Jangan Masukkan Ajaran Baru ke Dalam Rumah Bag.2 Read More »

Keluarkan Mukhannats dari Rumah Bag.7

Sanksi bagi orag banci: Laki-laki yang sengaja bertingkah seperti wanita (pura-pura banci) tak lepas dari dua keadaan: Pertama: Orang yang sengaja bertingkah sebagai banci tanpa terjerumus dalam perbuatan keji, tergolong maksiat yang tidak ada had maupun kaffaratnya. Sanksi yang pantas diterimanya bersifat ta’zir (ditentukan berdasarkan pertimbangan hakim), yang sesuai dengan keadaan si pelaku dan kelakuannya.

Keluarkan Mukhannats dari Rumah Bag.7 Read More »

Keluarkan Mukhannats dari Rumah Bag.6

• Ulama Syafi’iyah dan mayorias Hanafiyah, berpendapat bahwa laki-laki banci meskipun tidak memiliki syahwat terhadap wanita, tetap tidak boleh memandang kepada wanita. Dalam hal ini ia tetap dihukumi sebagai laki-laki normal. Lihat Mughnil Muhtaaj 3/128, dan Al Mabsuuth 12/382. Dalil mereka adalah hadits yang diriwayatkan oleh Ummu Salamah radliyallahu ‘anha berikut: أَنَّ النَّـبِـيَّ صلى الله

Keluarkan Mukhannats dari Rumah Bag.6 Read More »

Keluarkan Mukhannats dari Rumah Bag.4

Di atas sudah disebutkan tentang beberapa kebiasaan para banci, di antaranya; a. Memacari atau mewarnai tangan dan kaki. (yang ini sudah diterangkan di atas). b. Menabuh gendang. Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah  mengatakan, “Menyanyi, menabuh rebana dan bertepuk tangan adalah perbuatan wanita; maka para salaf menamakan kaum laki-laki yang melakukan demikian disebutnya sebagai banci (mukhannats).

Keluarkan Mukhannats dari Rumah Bag.4 Read More »

Keluarkan Mukhannats dari Rumah Bag.3

Profesi sebagai banci. Mungkin yang terlintas dalam benak kebanyakan manusia ketika membayangkan profesi banci/bencong/waria, ialah seperti penata rias (salon), pengamen, pelawak, pncari cinta (PSK) atau desainer busana. Namun, bila merujuk pada penjelasan para salaf, ternyata ada juga yang mereka anggap sebagai profesi banci namun kini banyak dilakoni oleh laki-laki normal, bahkan terkesan sebaai profesi keren,

Keluarkan Mukhannats dari Rumah Bag.3 Read More »

Call Now Button