Pernak Pernik Ramadhan Bag.2

2. Hanya tarawih saja.

Sebagaimana yang sudah disinggung di atas bahwa ketika Ramadhan tiba maka masjid-masjid dan mushala-mushala dipenuhi dengan jamaah, terutama pada saat shalat isya’ dan tarawih. 

Tidak hanya itu, bahkan takmirpun sering dibikin kewalahan. Hingga mereka harus membuat tenda selama sebulan (Ramadhan). 

Tetapi sayangnya aktifitas itu hanya sebatas pada bulan Ramadhan dan di saat waktu tarawih saja. Sungguh ini sangat disayangkan. Betapa tidak?

Kebanyakan orang hanya shalat di waktu tarawih saja. Padahal ada lima waktu shalat yang sudah diwajibkan Allah Ta’ala kepada setiap hamba-Nya yang beriman. Tetapi malah kebanyakan manusia di bulan Ramadhan melakukan shalatnya justru sunnahnya sedangkan yang wajibnya tidak terlalu difikirkan. 

Sungguh ini sesuatu yang terbalik. Ibaratnya seperti ada nasi di atas piring dan ada juga sedikit ceceran nasi di sekitar piring tersebut. Lalu ada orang yang melihat dan mengambil nasi tersebut. Tetapi yang diambil bukan nasi yang ada di atas piring melainkan ceceran nasi yang ada di luar piring. Apakah ceceran nasi tersebut bisa mengenyangkan?

Jadi seharusnya yang wajib dahulu didahulukan baru kemudian yang sunnah, yakni tarawih. 

shalat tarawih

Selain itu, seharusnya shalat tarawih sendiri didudukkan sesuai dengan porsinya. Lalu apa yang dimaksud dengan ‘didudukkan sesuai dengan porsinya’?

Ya, tarawih, menurut bahasa Arab berasal dari kata RAAHA artinya istirahat. Maksudnya adalah shalatnya ya sambil diselingi dengan istirahat. Tidak terus begitu salam langsung berdiri lagi. begitu salam lagi berdiri lagi dan seterusnya. 

Dan yang lebih parahnya lagi adalah shalatnya itu sangat cepat!!! Seperti dikejar-kejar sesuatu.

Padahal yang namanya shalat istirahat (tarawih) seharusnya ya pelan-pelan, tidak cepat-cepat. Dan karena saking cepatnya, shalat dua puluh tiga rakaat bisa ditempuh hanya selama tujuh menit!

Lalu di mana letak tuma’ninahnya jika seperti ini?

Apa sih makna tuma’ninah?

Tuma’ninah itu; selesai dari pergantian pergerakan dari gerakan shalat, baru kemudian membaca bacaan shalat. Seperti; ketika seseorang bergerak dari sujud menuju duduk di antara dua sujud. Maka yang sempurna adalah ketika dia benar-benar sudah duduk yang sesuai dengan yang dicontohkan Rasulullah, barulah dia membaca doa yang sudah diajar Rasulullah.

Jadi tidak ketika ‘perjalanan’ antara sujud ke duduk di antara dua sujud itu dia sudah membaca bacaan duduk di antara dua sujud. Kalau yang seperti ini namanya tidak tuma’ninah. 

Lalu setelah benar-benar selesai membaca bacaan doa duduk di antara dua sujud, barulah dia sujud kembali sampai benar-benar posisinya sujudnya pas, barulah dia membaca bacaan sujudnya. Nah yang seperti inilah yang namanya tuma’ninah.

Lalu bagaimana dengan shalat 23 rakaat yang dijalankan cukup memerlukan waktu tujuh menit. Apakah ini memenuhi tuma’ninah?

Wallahu a’lamu bish shawaab.

By: Abu Ibrahim.

leader banner alhidayat karpet

Sedang mencari karpet masjid, karpet kantor atau karpet permadani? Al Hidayat Karpet merupakan pusat jual karpet masjid, karpet permadani dan Karpet Kantor. Dapatkan penawaran harga karpet permadani, harga karpet kantor, dan harga karpet masjid terbaik hanya di Al Hidayat Karpet.

Call Now Button