Perjalanan Kematian Bag.8
Kehadiran malaikat maut.
Ternyata malaikat maut itu (setidaknya) ada dua macam. Malaikat maut (yang bertugas) untuk mencabut nyawa orang-orang mukmin dan malaikat maut (yang bertugas) untuk mencabut nyawa orang-orang kafir dan munafik.

Hal itu sesuai dengan firman Allah Ta’ala;
وَهُوَ الْقَاهِرُ فَوْقَ عِبَادِهِ وَيُرْسِلُ عَلَيْكُمْ حَفَظَةً حَتَّى إِذَا جَاءَ أَحَدَكُمُ الْمَوْتُ تَوَفَّتْهُ رُسُلُنَا وَهُمْ لا يُفَرِّطُونَ.
Dan Dialah yang mempunyai kekuasaan tertinggi di atas semua hamba-Nya, dan diutus-Nya kepadamu malaikat-malaikat penjaga, sehingga apabila datang kematian kepada salah seorang di antara kamu, ia diwafatkan oleh malaikat-malaikat Kami, dan malaikat-malaikat Kami itu tidak melalaikan kewajibannya. Qs. Al An’aam 61.
Malaikat maut yang hendak menjemput (baca; mengambil) nyawa orang mukmin berwajah berseri-seri dan bersahabat. Sedangkan ketika malaikat maut hendak menjemput nyawa orang-orang kafir dan munafik maka dia akan berwajah sangat menakutkan.
Dalam hadits Barra’ bin ‘Azib bahwa Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam bersabda, “Sesungguhnya seorang hamba mukmin apabila hendak terputus dari dunia (meninggal) dan menuju ke alam akhirat. Turunlah para malaikat dari langit kepadanya dengan wajah yang putih bersih seperti sinar matahari. Dia membawa kain kafan dari surga, membawa kapur barus dari (kapur barus) surga. Lalu malaikat itu duduk sejauh matanya memandang. Kemudian datanglah malaikat maut ‘alaihi salam lalu (malaikat maut itu) duduk di kepalanya (calon si mayit), seraya berkata, “Wahai diri yang baik (dalam riwayat disebutkan: nafsul muthmainnah/jiwa yang tenang). Keluarlah (ruh) kepada ampunan dari Allah dan keridlaan(Nya)”.
Rasulullah shalallahu ‘alaihhi wa salam menambahkan, “Maka keluarlah (ruh/nyawa)nya seperti air bersih yang mengalir dari tempat minuman. Maka diambillah ruh/nyawa itu ….”.
Kemudian Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam melanjutkan, “Adapun hamba yang kafir (pada riwayat lain disebutkan; fajir/pelaku kemaksiatan) apabila hendak terputus dari kehidupan dunia (meninggal) dan menuju ke alam akhirat. Turunlah para malaikat (yang keras lagi kasar) dengan wajah hitam. Di tangannya terdapat kain yang kasar (dari api neraka) lalu mereka duduk darinya (terlihat) sejauh mata memandang. Kemudian datanglah malaikat maut dan duduk di atas kepalanya. Kemudian berkata, “Wahai diri (ruh/nyawa) yang jelek, keluarlah menuju kemurkaan Allah dan kemarahanNya”.
Kemudian Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam melanjutkan lagi, “Maka berpisahlah ruh dari jasadnya, lalu malaikat maut menarik ruh/nyawanya dengan kasar lagi kuat sebagaimana ditariknya besi yang bercabang dari kain wol yang basah. (maka terputuslah syaraf dan pembuluh darahnya)”. Ibnul Qayyim dalam kitabnya, AHKAAMUL JANAAIZ, hal. 59.
Bila melihat dari hadits di atas bisa difahami bahwa ternyata ketika seseorang hendak pindah dari alam dunia ke alam akhirat saja ternyata sudah menampakkan kengerian dan kebahagiaan. Hal itu tergantung dari amal perbuatan masing-masing manusianya.
Wallahu a’lam.
Oleh: Abu Ibrahim
Lanjutan: Perjalanan Kematian Bag.9
Sedang mencari karpet untuk masjid, kantor atau karpet permadani? Al Hidayat Karpet merupakan pusat jual karpet masjid, Permadani dan Karpet Kantor. Dapatkan penawaran harga karpet permadani, harga karpet kantor, dan harga karpet masjid terbaik hanya di Al Hidayat Karpet.

