Perjalanan Kematian Bag.9
Suara hati si mayit.
Sebenarnya setiap manusia tidak ada yang bisa mendengar jeritan atau rasa sakitnya calon mayit ketika ruh/nyawanya hendak lepas dari raganya. Walaupun saat itu ada orang (atau bahkan beberapa orang) yang sedang melihatnya. Sebab ketika itu orang yang sedang didatangi para malaikat dari langit dan malaikat maut sudah tidak bisa lagi berbicara.

Atau (posisinya) sedang fokus melihat para malaikat yang banyaknya sejauh matanya dia memandang. Sehingga si calon mayit tidak sempat lagi melihat orang-orang di sekelilingnya. Sebab begitulah Allah Ta’ala menginformasikan hal itu kepada manusia.
فَلَوْلا إِذَا بَلَغَتِ الْحُلْقُومَ. وَأَنْتُمْ حِينَئِذٍ تَنْظُرُونَ. وَنَحْنُ أَقْرَبُ إِلَيْهِ مِنْكُمْ وَلَكِنْ لا تُبْصِرُونَ.
Maka mengapa ketika nyawa sampai di kerongkongan, padahal kamu ketika itu melihat, dan Kami lebih dekat kepadanya daripada kamu. Tetapi kamu tidak melihat. Qs. Al Waaqi’ah 83-85.
Yang dimaksud dengan إِذَا بَلَغَتِ الْحُلْقُومَ (ketika nyawa sampai di kerongkongan) adalah bahwa calon si mayit sudah tidak bisa lagi diajak berbicara oleh orang-orang yang saat itu ada di sekelilingnya. Sebab dia hanya fokus melihat pada malaikat yang sedang duduk di atas kepalanya sedangkan ruh/nyawawnya sudah (ditarik) sampai di kerongkongannya.
Inilah yang disebut dengan sakaratul maut! Dan saat itu tidak ada yang bisa menolongnya. Siapapun dia. Walau saat itu di sekitarnya ada dokter spesialis, keluarga terdekat, atau pejabat tinggi sekalipun dan lain sebagainya.
Ya, saat itu semua yang hadir tidak ada yang bisa menolongnya dari kematian (sakaratul maut).
وَهُوَ الْقَاهِرُ فَوْقَ عِبَادِهِ وَيُرْسِلُ عَلَيْكُمْ حَفَظَةً حَتَّى إِذَا جَاءَ أَحَدَكُمُ الْمَوْتُ تَوَفَّتْهُ رُسُلُنَا وَهُمْ لا يُفَرِّطُونَ.
Dan Dialah yang mempunyai kekuasaan tertinggi di atas semua hamba-Nya, dan diutus-Nya kepadamu malaikat-malaikat penjaga, sehingga apabila datang kematian kepada salah seorang di antara kamu, ia diwafatkan oleh malaikat-malaikat Kami, dan malaikat-malaikat Kami itu tidak melalaikan kewajibannya. Qs. Al An’aam 61.
كَلا إِذَا بَلَغَتِ التَّرَاقِيَ. وَقِيلَ مَنْ رَاقٍ. وَظَنَّ أَنَّهُ الْفِرَاقُ. وَالْتَفَّتِ السَّاقُ بِالسَّاقِ. إِلَى رَبِّكَ يَوْمَئِذٍ الْمَسَاقُ.
Sekali-kali jangan. Apabila nafas (seseorang) telah (mendesak) sampai ke kerongkongan, dan dikatakan (kepadanya): “Siapakah yang dapat menyembuhkan?”, dan dia yakin bahwa sesungguhnya itulah waktu perpisahan (dengan dunia), dan bertaut betis (kiri) dengan betis (kanan), kepada Tuhanmulah pada hari itu kamu dihalau. Qs. Al Qiyaamah 26-30.
Subhaanallah. Sebenarnya ayat-ayat di atas mengingatkan kepada semua manusia bahwa siapapun dia dan apapun kedudukannya serta siapapun (dokter) yang menanganinya. Apabila nafasnya sudah sampai pada tenggorokan; maka hanya dia sendiri dengan iman dan amalnya yang bisa mengatasinya. إِذَا بَلَغَتِ التَّرَاقِيَ. وَقِيلَ مَنْ رَاقٍ (Apabila nafas (seseorang) telah (mendesak) sampai ke kerongkongan, dan dikatakan (kepadanya): “Siapakah yang dapat menyembuhkan?”).
Wallahu a’lam.
Oleh: Abu Ibrahim
Lanjutan: Perjalanan Kematian Bag.10
Sedang mencari karpet untuk masjid, kantor atau karpet permadani? Al Hidayat Karpet merupakan pusat jual karpet masjid, Permadani dan Karpet Kantor. Dapatkan penawaran harga karpet permadani, harga karpet kantor, dan harga karpet masjid terbaik hanya di Al Hidayat Karpet.

