Perjalanan Kematian Bag.34

Perjalanan Kematian Bag.34

Si mayit akan mendapatkan siksa karena ditangisi yang yang hidup.

Sebenarnya apabila orang-orang beriman memahami tentang hidup dan kehidupan serta takdir. Maka hampir semua urusan akan mudah dan akan berakhir dengan happy ending.

Tetapi berbeda apabila hidup dan kehidupan serta takdir ini tidak difahami dengan baik. Maka urusannya pun sering berubah menjadi rumit. Salah satu contohnya adalah ketika ada seseorang yang meninggal –apalagi dia sebagai kepala rumah tangga-.

Sifat nikmat dan adzab kubur

Tidak sedikit dari keluarganya yang menangis histeris. Seakan tidak terima dengan meninggalnya kepala keluarga mereka.

Sebab anggapan mereka bahwa dengan meninggalnya kepala keluarganya maka akan hilanglah harapan masa depan mereka.

Bila kejadian seperti itu biasanya ada yang menghiburnya dengan mengatakan agar mengikhlaskan kepergiannya. Bahkan ada yang mengatakan agar tidak menangis histeris. Kasihan si mayit nanti malah akan mendapatkan siksa di kuburnya.

Benarkah begitu? Berikut ini penjelasannya;

Ketika Umar bin Khaththab radliyallahu ‘anhu tertikam, masuklah Shuhaib ke ruangannya Umar bin Khaththab radliyallahu ‘anhu dirawat sambil menangis, seraya berkata, “Duhai saudaraku, duhai sahabatku”.

Walaupun masih dalam keadaan lemah, Umar bin Khaththab berucap, “Wahai Shuhaib, kenapa engkau menangisi diriku? Padahal Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam telah bersabda, “Sesungguhnya mayit itu akan disiksa disebabkan keluarganya yang menangisi (kematian)nya”. Diriwayatkan Bukhari dalam KITABUL JANA-IZ.

Tetapi ternyata ‘Aisyah radliyallahu ‘anha mengingkari hadits di atas. Sebagaimana yang terdapat dalam hadits shahih Bukhari Ibnu Abbas radliyallahu ‘anhuma berkata, “Ketika Umar bin Khaththab radliyallahu ‘anhu telah meninggal, aku tanyakan masalah ini kepada ‘Aisyah radliyallahu ‘nahuma.

Kata ‘Aisyah radliyallahu ‘anhuma, “Semoga Allah merahmati Umar, demi Allah. Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam tidak (pernah) bersabda seperti itu, bahwa sesungguhnya Allah akan menyiksa orang mukmin yang telah meninggal dunia disebabkan orang-orang mukmin yang masih hidup menangisi atas kematian dirinya. Tetapi Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam bersabda, “Sesungguhnya Allah Ta’ala akan menambahkan siksaan kepada orang-orang kafir yang telah meninggal dikarenakan saudara-saudara kafirnya menangisi atas kematiannya”. Dan cukuplah buat kalian firman Allah Ta’ala;

وَلا تَزِرُ وَازِرَةٌ وِزْرَ أُخْرَى

Dan orang yang berdosa tidak akan memikul dosa orang lain. Qs. Faathir 18. Shahih Bukhari. Terdapat dalam KITAB AL JANA-IZ. Bisa dilihat pada kitab FATHUL BAARI 3/151.

Wallahu a’lam.

Oleh: Abu Ibrahim

Lanjutan: Perjalanan Kematian Bag.35

leader banner alhidayat karpet

Sedang mencari karpet untuk masjid, kantor atau karpet permadani? Al Hidayat Karpet merupakan pusat jual karpet masjid, Permadani dan Karpet Kantor. Dapatkan penawaran harga karpet permadani, harga karpet kantor, dan harga karpet masjid terbaik hanya di Al Hidayat Karpet.

Call Now Button